One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Teman Baru untuk Mama?



Alicia membuka matanya perlahan, ia sudah terperangkap dengan pesona pria dihadapannya, Alicia terlalu berani menaruh hati pada sosok sempurna ini. Bahkan jika pria ini meninggalkan nya pun, ia tak berani mengutuknya, Richard terlalu baik dan ia sudah siap menerima konsekuensi yang akan ia dapatkan nantinya.


Alicia menelusuri wajah tampan yang tengah terlelap, rahang yang ditumbuhi bulu halus itu membuat Alicia tak tahan untuk mengelusnya. Alicia menarik nafasnya panjang, dan membuangnya dengan frustasi.


"Apa mungkin jika kita bisa bersama selamanya?" Gumam Alicia begitu pelan. Gerakan samar pada kelopak mata Richard membuat Alicia sedikit menjauhkan tangannya dari rahang pria itu. Bulu mata indah perlahan naik, mulai menampilkan bola mata yang tak kalah indahnya.


"Kau terbangun?" Suara serak Richard mengisi keheningan kamar ini. Alicia tersenyum kecil dan mengangguk. Richard memejamkan kembali matanya, beringsut naik sedikit dan menarik Alicia kedalam dadanya.


"Tidur lah. Besok aku akan mengantar mu." Gumam Richard yang entah sadar atau tidak. Pria itu memeluknya dengan erat, nafasnya pun mulai teratur, membuat Alicia seakan tertular, ia terlelap didalam pelukan hangat itu.


-✨✨✨-


Sesampainya didepan apartemen Alicia. Mereka berdua keluar dari mobil.


"Tidak usah mengantarku sampai atas." Ujar Alicia membuat Richard sedikit bingung.


"Aku akan menjelaskan jika ibu mu bertanya."


Alicia menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum.


"Aku akan menjelaskan nya sendiri. Terimakasih sudah mengantar ku."


"Kau serius?" Alicia menganggukan kepalanya dengan yakin. Richard menghela nafasnya, ia tidak bisa memaksa.


"Kalau begitu aku pulang dulu. Sampaikan salam ku untuk ibu mu." Richard masuk kedalam mobil, membuka kaca jendela dan melambaikan tangannya sekilas.


"Hati-hati." Teriak Alicia saat mobil itu hendak pergi. Richard tersenyum.


"Kau juga hati-hati, kabari aku jika ada apa-apa." Richard menutup kaca jendela dan pergi meninggalkan area parkir.


Setelah mobil Richard menghilang dari pandangan nya, Alicia mulai berjalan menaiki anak tangga satu persatu.


"Alicia." Bella melambaikan tangannya, ia bersama dengan seorang pria, baju mereka begitu rapi.


"Hai. Kau mau kemana?" Tanya Alicia ramah. Bella berlari kecil dan memeluk Alicia sebentar.


"Aku akan pergi hingga sore."


"Angelina dimana?" Alicia heran, ia tak melihat gadis cantik itu.


"Aku menitipkan nya pada mama. Kenalkan ini kekasih ku. Bukankah ini pertama kalinya kalian bertemu?" Alicia tersenyum pada pria itu.


"Aku Alicia." Ujar Alicia ramah. Pria itu tersenyum sopan sambil menundukkan wajahnya sebentar, lalu mengangkat kembali wajahnya.


"Aku James."


"Baiklah. Semoga hari kalian menyenangkan." Seru Alicia. Bella tersenyum senang dan memeluk tangan James dengan erat.


"Aku pergi dulu ya." Ujarnya cerita. Alicia mengangguk dan memperhatikan Keduanya yang sudah berjalan menuruni tangga.


'Kapan aku bisa semanja itu pada Richard.' batin Alicia sedikit tertawa.


Alicia membuka pelan pintu Apartemennya. Kedua wanita berbeda usia itu tengah asik dengan selembar kertas diatas meja.


"Apa tidak ada yang merindukan ku?" Keduanya langsung menoleh dan menyambut hangat Alicia.


"Bagaimana acara semalam? Apa ibunya menyukaimu?." Tanya Sophia lembut. Alicia duduk disebelah Sophia, bersandar dibahu kurus ibunya.


"Semuanya berjalan lancar. Keluarga nya menyukai ku." Sophia tersenyum senang mendengar nya, ia mengelus tangan Alicia dengan lembut.


"Aku sudah yakin dari awal dia pria yang baik. Kau tau sayang?" Alicia menatap wajah Sophia, menanti ucapan yang akan dilanjutkan wanita itu.


"Aku sangat senang mendengar kabar kau dan Richard memiliki hubungan." Alicia tersenyum tipis, Richard mengatakan status mereka kepada mama, bukankah itu sesuatu yang berlebihan? Ini hanya hubungan kontrak dan Alicia yang bisa membayangkan wajah bahagia Sophia hari ini akan berganti dengan wajah kecewa saat kontrak mereka sudah selesai.


"Aku hanya merasa tidak pantas untuknya. Aku hanya wanita biasa yang selalu ia bantu." Bukan itu kata-kata yang ingin Alicia ucapkan, itu hanya kata-kata hiasan yang dijadikan topeng.


"Oh sayang ku. Maaf aku tak bisa membanggakan mu." Alicia menggelengkan kepalanya.


"Bukan itu yang aku maksud ma.." lirih Alicia.


"Dengarkan mama. Walaupun kita hanya wanita biasa, tapi jika hati kita bersih, mereka akan menghargainya. Bukankah di Inggis ada beberapa wanita biasa yang mampu memikat hati pria kerajaan?" Alicia terdiam.


"Kau cantik dan pintar, hati mu juga bersih sayang ku. Richard dapat melihat ketulusan mu, pria itu, aku yakin tak memandang apa-apa darimu." Alicia tersenyum dan memeluk tubuh Sophia.


"Terimakasih ma." Alicia memejamkan matanya, hati dan tubuh ku tak sebersih itu. Lirih Alicia.


"Apakah pangeran itu menyakiti mu?" Tanya Angelina pelan. Kedua saling melepas pelukannya saat menyadari ada gadis kecil diantara mereka.


"Tidak. Dia sangat baik. Kau sedang menggambar apa?" Tanya Alicia. Angelina dengan wajah yang mendadak malas memberikan kertas yang sudah ia gambar asal.


"Itu aku. Dan itu pria yang mengambil ibu ku." Ujarnya lesu.


"Astaga. Aku kira kau sedang menggambar sekumpulan jerapa." Ucapan Sophia membuat Angelina cemberut dan mengambil kembali kertas yang ia berikan pada Alicia.


"Apa gambaran ku seburuk itu?" Tanyanya membuat Alicia sedikit tertawa.


"Tidak. Hanya saja leher dan kaki mereka terlalu panjang." Komentar Alicia sambil terkikik yang diikuti oleh Sophia.


"Angel." Panggil Alicia pelan.


"Pria itu bukan mengambil Bella. Tapi ia yang akan menemani Bella saat kau sudah besar nanti."


"Memangnya aku tidak bisa menemani ibu ku jika sudah besar?" Tanya Angelina bingung.


"Jika kau sudah besar, kau akan menikah dan tinggal bersama suami mu."


Gadis itu diam, seperti sedang berfikir dengan pulpen dikepalanya.


"Lalu jika kau menikah, Mama akan ditemani siapa?" Bagaikan sebuah tamparan, Alicia menatap Sophia yang tengah tersenyum lembut padanya.


"Itulah alasan ku tidak ingin menikah. Aku akan menemani dan menjaganya."


Senyum Sophia luntur, ia menggelengkan kepalanya.


"Kau harus menikah, dan aku mendapatkan teman baru."


Alicia mengerutkan keningnya. Tak mengerti ucapan Sophia.


"Anak mu." Sophia menyentuh sekilas ujung hidung Alicia.


"Aku akan ditemani cucu ku." Seketika wajah Alicia memerah. Ia malu dan tak bisa membayangkan itu, sedangkan Angelina menutup mulutnya sambil terkikik seakan mengerti.


"Cucu apa?" Pekik Alicia malu. Ia segera berdiri dan bergegas.


"Aku akan mengganti baju dulu." Alicia kabur begitu saja. Ia tidak ingin di goda seperti ini oleh mama nya.


_


Dukung author dengan cara memberikan vote dan like🙌


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta