One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Dinner



[Kalo gak kuat baca tentang makanan, bacanya abis berbuka aja ya temen-temen🙏]


°°°


Selama diperjalanan, Alicia menatap Richard dengan penuh cinta. Ia ingin terus seperti ini, walau sedikit tidak tau diri, ia ingin memiliki Richard seutuhnya.


"Kau terlihat sangat senang." Gumam Richard. Menghentikan pikiran Alicia.


"Ya. Aku selalu senang bersama mu." Richard tersenyum kecil, melirik Alicia dengan sedikit bingung.


"Tumben sekali kau romantis, Alicia." Ujar Richard yang langsung dijawab tawa renyah dari Alicia.


Mobil Richard berhenti di sebuah Restoran besar, terlihat sangat elegan dan mahal tentunya. Mereka masuk disambut dengan begitu ramah dan sopan, diarahkan menuju lift.


"Kenapa kita tidak dibawah saja?" Tanya Alicia. Padahal meja-meja yang ia lewati hanya beberapa yang terisi, suara pemain biola begitu indah bisa menemani makan malam mereka.


"Aku lebih suka menatap wanita cantik sambil disuguhi pemandangan indah."


"Seindah apa?" Tanya Alicia sambil menahan senyumnya.


"Kau bisa melihatnya nanti. Ini tempat paling pas melihat semua keindahan New York." Alicia mengangguk kecil. Menunggu mereka keluar dari lift dan seindah apa pemandangan malam itu.


Yang ditunggu-tunggu pun sudah tiba.  Pintu lift terbuka. Alicia menatap tak percaya. Ruangan ini dikelilingi kaca besar dengan cahaya lampu yang menambah kesan elegan dan mewah tempat ini. Suara instrumental musik Romantic Saxophone memanjakan pendengaran Alicia.


"Indah bukan?" Tanya Richard.


"Ya. Ini sangat indah." Gumam Alicia.


"Boleh aku mengambil gambar dirimu?" Tanya Richard tiba-tiba. Sedikit terkejut Alicia mendengar itu, namun ia mengangguk.


"Disana." Richard menunjuk sebuah lukisan besar yang ada disini. Mereka hanya berdua ditempat sebesar ini. Berbagai dekor indah mereka sajikan.


"Kau benar-benar mampu membuat ku terhipnotis dengan wajah cantik mu." Gumaman itu seperti angin yang melewat halus ketelinga Alicia.


"Kita belum pernah foto berdua." Richard tersenyum mendengar ucapan Alicia, apa itu sebuah kode wanita?. Dengan gagahnya Richard berjalan menghampiri Alicia, mengarahkan kamera depan yang menampilkan wajah mereka berdua dilayar ponsel Richard.


"Tersenyum lah. Aku akan menjadikan ini wallpaper ponselku." Alicia tersenyum. Mereka menampilkan senyum bahagia disana. Potret sempurna pun mereka dapatkan.


Alicia ingin tertawa melihat tingkah mereka yang seperti remaja baru jatuh cinta. Rasa ini baru Alicia dapatkan lagi, dan pastinya lebih indah.


"Terimakasih."


"Untuk?" Tanya Richard bingung.


"Untuk semuanya. Kau malaikat setelah ibuku."


"Terimakasih kembali. Dan aku akan selalu menjadi malaikat mu." Jawab Richard tulus. Ia memeluk pinggang Alicia dan mengiring wanita itu kesebuah meja besar dengan lilin indah ditengahnya.


"Kita mulai makan malam ini." Sambung Richard. Alicia menatap semua makanan yang ada diatas meja. Seperti biasa, mulai dari appetizers yang disajikan mulai dari Croquette, Risoles, Fruit salad, Coctail. Main Course yang terdiri dari steak, seafood dan pasta pun ada dimeja itu, namun dengan porsi yang tidak terlalu besar tentunya. Ada pun Dessert yang paling Alicia suka.


Semua itu membangkitkan selera makan Alicia. Ia bingung harus mulai makan dari mana, semuanya tampak lezat dan menggiurkan.


Richard sudah membaca semua apa saja yang dilakukan pria romantis. Richard mulai mengambil potongan salad buah, tangannya yang hendak terangkat terhenti, ia merasa geli sendiri harus menyuapi Alicia, ia tak biasa melakukan ini pada seorang wanita. Namun saat Alicia hendak membuka mulutnya dan garpu ditangan Alicia sudah dekat dengan mulut wanita itu sendiri, Richard menghentikan gerakan Alicia.


"Berhenti!" Alicia terdiam, ia mengerjapkan matanya dan menutup mulutnya, menarik kembali garpu yang sudah didepan mulutnya.


"Ada apa?" Tanya Alicia bingung. Apa Richard melihat racun dimakan ini?. Richard mendehem dan merapikan dasinya.


"Maaf mengejutkan mu. Biar aku yang menyuapi mu." Alicia menatap Richard tak percaya saat tangan pria itu terulur didepannya. Ia yakin, jika Alicia sedang minum, mungkin ia akan tersedak.