One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Rapat palsu



Alicia kini duduk disebuah ranjang besar, ia terasa seperti dipenjara, hanya disediakan makanan. Apanya yang makanan lezat? Hanya hotdog utuh, membuat Alicia menatap roti itu tak selera. Ia tak sudi menyentuh apapun yang ada disini.


Suara pintu terbuka membuat Alicia bergidik, ia segera menggeser kan tubuhnya menjauh. Seorang bertubuh besar itu kini masuk dengan segelas air.


"Aku lupa memberi mu minum. Cepat habiskan makanan mu, kau akan kelaparan karena hingga saat ini pun kekasih mu belum menelfon untuk menebus mu." Alicia menelan air liurnya, kini ia sedikit gugup dengan ucapan itu. Apakah Richard sedang kebingungan mencari uang sebanyak itu? Atau Richard tidak peduli dengan Alicia?.


"Jam berapa ini?" Tanya Alicia gugup. Pria itu tersenyum miring dan menunjukkan jam tangannya, demi apapun Alicia tidak akan bisa melihat pukul berapa dari kejauhan seperti itu.


"Baru jam 7 malam." Jawabnya seakan mengerti.


"Semoga besok kau sudah ditebus, agar makanan kita tak berkurang." Alicia menatap sinis pada pria tersebut, ia pun tidak akan Sudi memakannya.


°°°


Richard memperhatikan 2 koper kecil diatas meja, tenyata ini yang maksud cerdas oleh Justin. Dalam tumpukan itu semuanya $1 namun dibagian atas diselipkan $100, mungkin hanya untuk memanipulasi, Richard tak terlalu memikirkan itu, yang ia takutkan jika para mafia itu memeriksanya dan mengancam keselamatan Alicia karena sudah ditipu dengan uang-uang itu.


"Kita akan menebusnya pagi ini." Kata seorang polisi. Kini mereka sedang di meja makan hotel, mencegah siapa pun yang mengikuti mereka curiga, pakaian mereka pun kini mengenakan jas rapi.


"Rich, kau satu jam lagi kau harus menelfonnya, katakan besok pagi akan menebus Alicia, malam ini kau sedang ada rapat, dan besok siang pun kau masih harus rapat, jadi hanya bisa pagi hari. Yakinkan mereka sebisa mungkin agar mereka tak curiga."


"Satu lagi. Pastikan jangan sampai kau menyetujui untuk bertemu di markas mereka." Ujar polisi itu, Richard mengangguk mengerti, namun tiba-tiba ponselnya bergetar, Alicia.


"Jalankan rencana kita. Satu jam lagi kau akan menghubungi mereka kembali. Berlagak lah seolah kau sedang sibuk." Richard mengangguk dan berjalan menjauhi meja.


"Kau jangan mengkhawatirkan itu, semua yang akan dikirim adalah yang sudah terlatih dan berpengalaman dibidang gelap ini, semuanya sudah tau apa yang akan mereka lakukan."


"Kau yakin?" Tanya Justin ragu. Polisi itu mengangguk pasti dan memberikan sebuah buku seperti buku diary?.


Dengan sedikit bingung Justin mulai membuka diary tersebut.


"Agar tidak terlalu formal dan dicurigai." Kata polisi itu, senyum Justin sedikit mengembang dan ia mengerti, ini adalah sebuah foto dan biodata SWAT."


Senjata dan Taktik Khusus atau dikenal di dunia internasional sebagai SWAT (singkatan dari "Special Weapons And Tactics") adalah nama umum yang digunakan untuk sebuah satuan penegakan hukum yang menggunakan senjata ringan ala militer dan taktik khusus dalam operasi-operasi berisiko tinggi yang berada di luar kemampuan polisi berseragam biasa.


Tugas satuan ini antara lain: menghadapi kriminal bersenjata berat; melakukan penyelamatan sandera dan operasi kontra-terorisme; penangkapan berisiko tinggi; dan memasuki bangunan yang dilindungi atau dibarikade. Satuan tersebut sering dilengkapi dengan senjata api khusus, antara lain senapan mesin ringan, senapan serbu, senapan gentel penembus, senapan runduk, peralatan anti huru-hara, dan granat kejut. Mereka memiliki peralatan yang telah dirancang khusus, termasuk pelindung badan tebal, perisai balistik, peranti penyusup, kendaraan lapis baja, alat penglihatan malam, dan detektor gerakan untuk menentukan posisi sandera atau penyandera secara diam-diam di dalam bangunan tertutup.


-


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta