
Richard tersenyum kecil lalu menerima uluran tangan Justin.
"Baik, aku menerima syarat mu."
"Aku suka kerja sama ini. Kalau begitu aku pulang dulu." Suara bocah ini terdengar semangat, tidak semalas tadi, cara berjalan nya pun kini tegap dan santai, tidak buru-buru dan menyebalkan seperti awal masuk keruangan.
Setelah Justin pergi, Richard melirik sekilas ruangan Alicia, matanya menajam saat melihat ada seseorang didalam ruangan Alicia.
"Ada apa mama kesini?" Gumam Richard, ia berjalan dan mengetuk pintu itu sekali dan langsung masuk tanpa menunggu jawaban.
"Ma." Panggil Richard, ia duduk dihadapan Alicia yang sedang disodorkan ponsel oleh mama nya, meja dihadapannya pun dipenuhi oleh barang-barang.
"Hai Rich. Lihat lah barang-barang yang aku belikan untuk mu. Alicia juga mengatakan ini sangat cocok untuk mu." Richard mengangguk pelan, ia lebih tertarik dengan perkataan mama nya yang mengatakan Alicia mengatakan ini sangat cocok untuknya.
Richard mengerutkan keningnya saat melihat Alicia yang tidak tersenyum sedikit pun, hanya meliriknya sekilas dan kembali pada ponsel mama nya. Biasa Alicia selalu tersenyum malu jika berpapasan mata dengan Richard.
"Apa yang sedang kau tunjukan ma?" Tanya Richard penasaran.
"Ini urusan wanita. Kau tidak boleh tau." Ucap mama nya dengan nada bercanda.
"Nah Alicia, ini seorang dokter, tapi lihatlah penampilan seperti seorang model cantik." Richard mendengus, ia tak tau apa yang sedang diobrolkan para wanita itu.
"Sepertinya yang ini cocok Miss. Karena dokter sekarang selalu diperlukan, ia bisa jadi pasangan yang sigap." Ucap Alicia dengan rasa yang sesak. Dirinya tidak ada apa-apa dibanding para wanita hebat itu.
"Rich. Apa kau suka dengannya? Alicia benar, jika kau punya pasangan seperti dia, kau akan selalu sehat dan ditangani dengan sigap." Richard mengerutkan keningnya. Mama menunjukkan foto seorang wanita.
"Apa maksudnya ini?"
"Aku sedang mencarikan istri yang cocok untuk mu. Kau lama dan aku sudah tidak bisa menunggu nya lagi." Richard sedikit tertawa dan melirik Alicia yang masih tak tersenyum. Rupanya ada yang cemburu disini.
"Dia cantik. Tapi aku ingin memilih nya sendiri ma, kirim kan saja foto-foto wanita cantik lainnya." Ujar Richard santai, ia lebih menikmati ekspresi Alicia yang sepertinya sudah sangat kesal.
"Benarkah?" Pekik mama senang.
"Ya. Aku akan membawanya kerumah Sabtu nanti. Kita akan makan malam bersama." Senyum mama mengembang dengan sempurna, ia senang dan langsung mengirim foto-foto wanita itu.
"Kabari aku secepatnya yang mana pilihan mu ya. Aku akan mengatur jadwal pertemuan kalian dengan sangat manis dan romantis." Ujarnya girang.
"Kalau begitu aku pulang dulu, aku akan bersiap makan malam bersama teman-teman ku." Richard hanya menganggukan wajahnya dan menatap kepergian mama nya.
"Aku lupa. Itu semua barang keluaran terbaru, kau harus mulai memakainya besok." Serunya didepan pintu dan pergi melanjutkan jalannya.
Alicia memasukan kembali semua barang-barang kedalam paperbag dan merapikan nya.
"Apa kau sudah makan?" Alicia hanya menganggukan wajahnya.
"Bagus kalau begitu. Ayo kita coba mobil baru mu, ia sudah terparkir cantik dibawah." Alicia terlihat ragu menatap Richard.
"Bagaimana jika mama mu tau kalau kau membelikan mobil untuk ku?" Tanya Alicia pelan.
"Itu bukan urusannya, aku mendapatkan uang dengan kerja keras ku, dan aku akan mengeluarkan nya juga atas kemauan ku sendiri."
"Tidak. Jika kau lebih baik lagi diatas ranjang nanti." Richard tersenyum menggoda, melihat wajah Alicia yang terlihat geram dan memerah.
"Aku hanya bercanda. Ayo lah Alicia, aku ingin melihat mu mengendarai mobil itu." Richard berdiri terlebih dahulu, ia mengambil tangan Alicia dan menautkan jari mereka, Richard memperhatikan sekilas jari-jari lentik Alicia.
"Kau jatuh dimana sampai harus dioperasi untuk luka ini?" Tanya Richard pada plaster bening dan membuat Alicia langsung ikut berdiri.
"Ayo kita pulang. Bukannya kau ingin melihat ku mengendarai?" Richard mendengus, Alicia mencoba menghindari pertanyaannya?.
°°
"Oh ya. Dokter bilang Jumat nanti mama sudah bisa pulang." Alicia memecahkan keheningan mereka didalam lift. Richard sedari tadi tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia masih kesal pertanyaan nya diabaikan oleh Alicia.
"Jika aku tak mencari taunya sendiri aku tidak akan tau sampai aku mati pun." Gumam Richard menggerutu.
"Apa?" Tanya Alicia yang tak mendengar jelas apa yang dikatakan Richard.
"Tidak. Tadi kau berkata apa?"
"Mama Jumat nanti sudah boleh pulang." Ulang Alicia. Richard tersenyum dan mengangguk.
"Bagus lah. Aku akan menemanimu nanti. Kita akan pulang lebih awal dari sini." Ujarnya dengan suara yang lembut dan bersemangat.
"Apa tidak merepotkan?"
"Aku tidak pernah merasa direpotkan." Alicia tersenyum kecil dan mengangguk. Suasana hatinya sedang tidak bersahabat. Dan seperti nya suasana hati Richard pun sama sedang tidak bersahabat.
Mereka keluar lift dilantai 1. Berjalan dengan santai keluar gedung. Mata Alicia bersinar, apa ini mobilnya?.
"Ini?" Tanya Alicia tak menyangka, ia menutup mulutnya dan mengelilingi mobil cantik ini.
"Ya. Lebih cantik dari fotonya bukan?" Alicia mengangguk senang, ia tak pernah menyangka bisa menaiki mobil secantik ini.
"Masuk lah. Kita berkeliling sebentar." Richard tersenyum kecil dan masuk kedalam mobil. Hatinya menghangat bisa melihat wanita itu ceria. Alicia masuk dan duduk di kursi kemudi, matanya masih bersinar menata semua yang ada didalam mobil ini.
"Sangat cocok ternyata." Richard tersenyum puas, mobil cantik dan wanita cantik memang sangat cocok.
"Kau sangat senang?" Tanya Richard kembali.
"Ya. Aku sangat senang, aku akan menjaga ini." Pekik Alicia, ia akan menganggap mobil ini adalah mobil yang dititipkan Richard.
"Ayo mulai mengemudi. Aku ingin melihatnya." Seru Richard.
°°°
Hari Senin. Jangan Vote dan hadiah🐣