
Richard menatap Alicia tajam, lalu berdecak pelan.
"Apa yang kau katakan."
°°°
Alicia menundukan wajahnya, ia tak berani menatap sepasang mata yang tengah menatapnya dengan tajam. Kini mereka sedang berdua didalam mobil, karena Bella dan Angelina datang membuat Richard harus menemukan tempat sedikit tenang untuk berbicara dengan Alicia.
"Bisa kah kau terbuka dengan ku?" Tanya Richard, ia kesal Alicia tidak berbicara sepatah kata pun.
"Aku.. aku hanya menyimpulkan apa yang aku pikirkan." Gugup Alicia.
"Jadi, apa yang kau pikirkan tentang ku?" Lagi-lagi Alicia terdiam, ia menggigit bibir bawahnya, Alicia bingung dengan apa yang harus ia katanya. Ia tidak bisa mengatakan bahwa dirinya cemburu dan merasa kehilangan!.
"Jangan menggigit bibir mu seperti itu. Kau mau menggoda ku?" Richard melonggarkan dasinya, sepertinya ia salah berbincang berdua dengan wanita ini didalam mobil, seharusnya ia menanyai Alicia melalui panggilan telefon saja. Ini sama saja ia menyiksa dirinya sendiri.
"Aku tidak menggoda mu!" Jawab Alicia cepat. Ia ingin mengeluarkan semua yang di pikirkan, namun sungguh tidak mudah menyusun kalimat yang akan ia keluarkan.
"Kalau begitu kembali lah kerumah mu, ini sudah malam, besok kita harus menyelesaikan pekerjaan lalu makan malam dirumah orangtua ku." Alicia mengerutkan keningnya, sepertinya ia salah dengar, atau hanya halusinasi nya saja?.
"Kita?" Ulang Alicia belum yakin. Richard mengangkat sebelah alisnya.
"Ya. Apa itu ada masala?"
"Kita makan malam?" Tanya Alicia tak percaya. Richard mengangguk malas. Tidak bisakah wanita ini langsung mengerti dan tidak mengulang pertanyaannya.
"Ya Alicia. Kau ini kenapa sebenarnya?"
"Kau menjauhi ku setelah ibu mu memberikan beberapa foto wanita dan,,"
"Dan?"
"Apa kau tidak berfikir mengapa aku menjadi kan mu kekasih kontrak? Ya untuk hal semacam ini. Mama ku selalu mengenalkan kebeberapa wanita yang tidak aku sukai, jadi aku meminta mu menjadi kekasih ku untuk menghentikan kegiatan mama yang tak jelas itu." Jelas Richard panjang, namun beberapa detik kemudian ia tersadar dan kembali menatap Alicia, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Alicia, membuat wanita itu sedikit memundurkan wajah.
"Apa?" Gumam Alicia pelan, ia bingung melihat tatapan Richard dengan senyuman miringnya, pria itu seakan menghilangkan jarak diantara mereka.
"Kau cemburu?" Tebak Richard yang sukses membuat wajah Alicia memerah. Alicia mendorong dada Richard dengan cepat, jantungnya kembali berdetak kencang.
"Tidak. Aku hanya kebingungan dengan sikap mu." Ujar Alicia cepat, ia tak berani menatap Richard.
"Apa kau mulai menyukai ku?" Tanya Richard yang tiba-tiba membuat Alicia ingin keluar dari mobil sekarang juga.
"Tidak! aku.." ucapannya terhenti saat tiba-tiba Richard menyelipkan tangannya ke belakang leher Alicia. Ia terdiam dan tak bisa membuka mulutnya. Bibir mereka bertemu, hanya menempel dan tak bergerak sedikitpun.
Richard yang sudah merindukan Alicia tak mampu menahan keinginannya, ia merasakan kekenyalan bibir wanita itu lagi. Rasa candu itu membuat Richard kehilangan konsentrasi, ia mulai membuka mulutnya dan sedikit menggoda lawan lainnya agar memberikan Richard akses masuk kedalam mulut wanita itu. Rasa manis ini kembali ia rasakan dan rasanya masih sama.
"Aku suka kau cemburu." Ucap Richard disela-sela kegiatan mereka. Kini tangan Richard pun mulai membuka kancing atas kemeja Alicia. Yang membuat Richard tak bisa menghentikan nya, tak lain karena Alicia juga membalas nya, ia mengalungkan tangannya dibelakang leher Richard.
'Tok Tok.' Richard berdecak keras dan memisahkan jarak mereka, Alicia buru-buru merapikan bajunya dan juga rambut nya.
"Siapa yang menggangu!"
***
Thank you,
DHEA
IG: Dheanvta