One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Makan bersama



Richard melirik sekilas pakaian Alicia yang sudah rapi sebelum membuka kaca mobilnya yang gelap. Dengan wajah yang kesal ia menatap pengganggu itu.


"Ada apa?" Tanya Richard dingin. Alicia ikut menatap pria diluar itu.


"Tom?"


"Oh Alicia. Apa ini mobil baru nya? Maaf aku kira orang lain." Jawab pria itu dengan nada sedikit menyesal. Ia menggaruk kepalanya yang gatal lalu memainkan kumis tebalnya.


"Tadi aku pergi sebentar dan belum menagih uang parkir." Lanjutnya tak tau diri.


Richard berdecak frustasi dan mengeluarkan dompetnya.


"Astaga! Ambilah dan jangan muncul lagi dihadapan ku!" Dengan tangan gemetar Pria itu menerima beberapa lembar uang $100 yang diberikan Richard.


"Ya! ya! ya!. Aku tidak akan muncul dihadapan mu lagi, aku akan memastikan itu." Gumamnya bahagia. Matanya bersinar, uang itu ada didepan mata, dan kini ia memegangnya dengan begitu erat, memandan Richard seperti seorang raja sambil sedikit membungkuk.


"Aku tak menyangka masih ada orang sebaik diri mu." Ujarnya kagum.


Richard lagi-lagi berdecak dan mengibaskan tangannya.


"Bisa kah kau pergi sekarang!" Ketus Richard. Pria itu tersenyum lebar menampilkan gigi nya yang sudah merusak akibat kebanyakan rokok.


"Aku akan pergi ke Casino. Alicia! Terimakasih! Kau memang wanita yang beruntung." Pekik pria itu senang dan langsung berlari meninggalkan mobil mewah milik Richard.


"Apa itu tidak berlebihan? Hanya untuk parkir?" Tanya Alicia tak menyangka.


"Setidaknya dia tidak akan muncul dihadapan ku lagi." Gumam Richard, ia memakai seat belt dan menyalakan mobilnya.


"Kita mau kemana?" Tanya Alicia bingung melihat Richard yang sudah bersiap.


"Aku pulang, dan kau istirahat di kamar mu, atau mungkin... merayakan kepulangan ibu mu bersama Bella dan anaknya." Ujar Richard santai.


"Atau kau mau kita mencari hotel dan meneruskan yang tadi?" Goda Richard dengan sedikit senyuman nakal. Wajah Alicia memerah.


"Aku turun. Kau hati-hati dijalan." Ucap Alicia cepat, ia buru-buru turun dan menunggu mobil Richard berputar balik.


"Aku jemput besok pagi." Ujar Richard sebelum meninggal lokasi parkir.


"Oh shit. Aku butuh air dingin." Gerutu nya sambil menambahkan kecepatan mengemudi nya.


°°°


Alicia menaiki setiap anak tangga dengan pelan, senyum nya masih mengembang, pikiran dan hatinya sudah jauh lebih tenang, ia bahagia!.


"Ternyata seperti ini rasanya jatuh cinta." Gumam Alicia pelan. Ia berjalan cepat dengan hati yang amat bahagia, masuk kedalam apartemen nya.


"Alicia!" Teriakan dan lambaian tangan Bella menyambut nya.


"Bersiaplah. Aku akan mentraktir kalian untuk makan malam, kemana boss mu?"


"Ia sudah pulang. Kau benar-benar akan mengajak kita makan malam? Dalam rangka apa ini?"


"Dalam rangka atas kepulangan Mama." Jawabnya antusias.


"Tapi banyak sekali makanan yang tidak boleh mama makan." Ucap Alicia ragu.


"Tidak masalah. Disana menyediakan banyak menu, buah, sayuran ataupun daging tanpa rasa pun sepertinya ada disana."


"Oh aku ingin memesan semua pasta disana." Gumam Angelina sambil menangkup pipinya dengan kedua tangan, bibirnya tersenyum dengan mata yang menatap ke atas. Bayangan beberapa pasta yang dihidangkan diatas meja besar membuat dirinya bahagia sendiri.


"Kali ini tidak untuk Pasta dan Pizza! Kau harus mulai sering memakan steak." Ujar Bella memecahkan bayangan Angelina berkeping-keping.


"Aku tidak suka mengunyah daging-daging itu! Mulut ku pegal." Bantah Angelina. Bella mendengus dan memutarkan bola matanya.


"Oh lihat lah, bahkan sikap ayah mu kini melekat dengan pekat didiri mu. Kalian suka sekali membantah ku!"


"Aku tidak suka disama kan dengan dia." Jawab Angelina malas. Alicia menggelengkan kepalanya, apa semenyenangkan ini memiliki anak? Berdebat dan bercanda bersama.


"Bagus. Kau memang anak ku berarti." Bella memegang sisi kepala Angelina dan mencium hidung mungil gadis itu lalu saat hendak mencium bibir anaknya, Angelina menjauhkan wajahnya.


"Kyak! Aku sudah besar." Gerutunya tak suka.


"Ya kau sudah besar diantara boneka mu!" Sophia tertawa pelan melihat tingkah laku Bella dan Angelina.


"Tapi.. aku juga tak suka dengan kekasih mu." Ujar Angelina sambil terkikik membuat Bella menatap tajam.


"Sepertinya kau tidak akan mendapat restu anak mu." Kikik Alicia.


"Apa maksudmu? Dia sudah baik dan akan menjadi ayah mu nantinya." Angelina menunjuk Alicia, membuat semuanya menatap bingung.


"Aku ingin kau mencari yang setampan kekasih kak Alicia. Dia seperti pangeran."


"Hei!" Pekik Alicia. Kenapa harus membawa Richard ditengah bercandanya, ia menjadi malu sendiri.


"Aku juga ingin jika ada pria setampan itu mendekati ku." Jawab Bella sambil tertawa.


"Kau ini." Ujar Alicia.


"Sudah-sudah, ayo kita siap-siap. Jangan membahas pria dihadapan anak kecil." Lerai Sophia.


°°°


Sedikit curhat ya semuanya..


Sebelumnya author minta maaf karena selalu up bab sedikit dan cerita perbabnya juga sedikit. Author nulis kalo ada waktu luang aja, karena saat ini lagi sibuk kuliah sambil kerja, untuk kuliah gak terlalu menghambat sih karena udah semester 8, dan untuk kerjaan sekarang lagi full dari jam 11 sampai jam 9 malem. Author cuma bisa nulis pagi-pagi dan istirahat kerja, tapi kalo lagi libur kerja Author suka maksain buat up banyak kok (walaupun gak pernah up banyak juga😅). Semua inspirasi dadakan yang ada di otak langsung author tulis dan langsung diterbitkan karena takutnya malah gak up sama sekali.


Jadi mohon di maklum ya semuanya🙏


Dan yang ingin author sampaikan buat kalian semua adalah... TERIMAKASIH BANYAK SUDAH MENDUKUNG CERITA INI SAMPAI BISA MASUK RANGKING 10 BESAR KARYA BARU🥳🥳🥳 Tanpa kalian author gak akan sesemangat ini. Untuk merayakan nya hari ini Author akan up pagi, siang, sore, malam, untuk merayakan pencapaian terbaik ini. Love you guys, makasih banget🖤🥺


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta