
Alicia terbangun. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Kepalanya sedikit pening dan berat.
"Hai." Suara pria. Alicia mulai mengangkat wajahnya, ia panik saat menyadari dirinya sendiri tengah terikat di sebuah kursi.
"Hemmm." Mulutnya tertutup oleh kain yang diikat kencang.
"Kau tidak menunjukkan reaksi bagus saat aku sapa?" Tanya pria bertubuh besar itu. Alicia semakin mengguncang tubuhnya diatas kursi. Ia ingin kabur dan terbebas. Ini seperti 10 tahun yang lalu!.
Pintu terbuka, tubuh Alicia seketika membeku, keringat dingin mulai keluar. Pria itu! Manusia iblis itu berdiri dihadapannya! Ini tidak mungkin, Sophia sudah membayar semua hutang ayahnya, untuk apa lagi ia diculik?!
"Hai Alicia, sudah lama tak berjumpa dengan mu. Kau benar-benar cantik." Rasa panik seketika menghantuinya. Ini mimpi! Tidak mungkin ia bisa melihat John lagi. Alicia menangis, air matanya benar-benar sudah mengalir. Ia bersumpah, jika pria ini menyentuhnya lagi seperti itu, ia akan mengakhiri hidupnya besok.
"Oh apa ini? Kau menangis?" Jari itu mengangkat wajah Alicia, Alicia menggelengkan kepalanya, risteris dan putus asa.
"Hempppp." Teriak Alicia didalam bekapan, ia memohon agar John tidak melakukan apa-apa.
"Apa? Kau merindukanku?" Tangis Alicia semakin kencang, ia mencoba memberontak agar tangannya terlepas dari belakang kursi.
"Bisakah kau diam dan melancarkan bisnis ku? Kau ingin di bius kembali? Atau kau ingin menggukan narkotika yang belum sempat aku berikan dulu?" Alicia menggelengkan kepalanya cepat.
"Kalau begitu diam!" Bentakan itu membuat Alicia terdiam. Ia harus menyimpan tenaganya untuk nanti, saat pria itu kurang ajar, ia bisa memukulnya habis-habisan.
"Berikan wanita ini makanan yang lezat, pindahkan ke ruangan atas." Ruangan? Pikiran mengerikan langsung menghantuinya, ia kembali memberontak, rasanya lebih baik pria ini membunuhnya saja.
"Aku mengambil makanan nya dulu." Pria bertubuh besar itu keluar dari ruangan pengap ini, kini tinggal Alicia dan John.
"Aku tau apa yang kau cemaskan." Ucapan itu begitua relax, John menyalakan rokoknya. Sedikit berjalan kearah jendela yang hanya sebesar kepala, satu-satunya sumber cahaya di ruangan gelap ini.
"Aku tidak akan menyentuh mu." Entah harus tenang atau bagaimana, yang jelas Alicia mesakan ada yang bahaya disini.
"Kau sangat mengenalku bukan? Aku tidak akan memaksamu melayaniku, aku tidak tertarik dengan wanita dewasa." Demi tuhan, Alicia jijik mendengar ucapan itu. Kapan pria ini mati dan tersiksa di neraka!.
"Kini kau tawanan VIP. Kami akan memperlakukan mu dengan baik, diruangan nanti kau bisa tertidur nyenyak dan makanan lezat 3 kali sehari akan kau dapatkan." Alicia menghentikan tangisnya, ia mengerutkan keningnya.
"Richard." Mata Alicia membola. Untuk apa John menyebut nama Richard, apa yang ia tau dari Richard.
"Kau sangat beruntung memiliki pria kaya itu. Mungkin $1.000.000 akan membuat ku puas dan pria itu akan langsung memberikannya untuk mu." Alicia menggelengkan kepalanya, tidak mungkin Richard memiliki uang sebanyak itu, ia tidak bisa membayangkan uang sebanyak itu. Richard mungkin akan langsung membiarkan Alicia disini dari pada harus menebusnya dengan harga sebesar itu.
"Tapi tenang, harga segitu benar-benar sangat setimpal. Kami akan mengurusmu dengan baik disini. Anggap saja aku sedang memperlihatkan kualitas pelayanan hotel ku." Gila! Pria ini benar-benar sudah gila.
"Makanannya sudah aku siapkan diruangan atas. Tapi ponselnya terus berdering, apa kita matikan saja ponselnya?" Alicia tak menyadari pintu ruangan terbuka, ia menatap ponselnya tengah berdering, lancang sekali orang-orang ini.
-
Thank you,
DHEA
IG: Dheanvta