
Acara memasangkan cincin sudah dimulai, Alicia melihat kesungguhan Nick yang memakai kan cincin pada Felly, tatapan dan senyuman tulus tulus itu menghangatkan hatinya.
"Selesai acara ini apa kau ingin ikut aku berkuda?" Alicia menengok kearah Richard, pakaiannya tidak cocok untuk menemani Richard.
"Tapi baju ku.."
"Disana ada pakaian khusus berkuda, aku akan mengajari mu cara berkuda dan memanah." Alicia sedikit bersorak dalam hati, seperti nya ini akan menyenangkan.
"Apa tidak apa-apa aku ikut?" Tanya Alicia pelan.
"Jika aku mengajak mu, itu artinya tidak ada masalah." Alicia sedikit tersenyum mendengarnya. Mereka kambali mengikuti acara ini.
-
"Tersenyum lah, kau akan ada di berita besok." Bisik Richard. Mereka sedang berfoto bersama Felly. Ternyata banyak sesi foto diacara ini, dari mulai foto sendiri, berpasangan, dan bersama-sama. Alicia yang menjadi pasangan Richard hari ini harus lebih banyak tersenyum didepan kamera.
"Ayo kita pulang sekarang." Richard berjalan terlebih dahulu menuju mama nya yang tengah asik mengobrol dengan teman-teman sebaya nya.
"Ma, Richard pulang duluan ya. Titip salam untuk Felly."
"Kenapa buru-buru sekali?."
"Aku ada janji dengan David." Jawab Richard, ia mencium pipi mama nya sekilas.
"Ah ya sudah sana, setidaknya aku tidak akan berfikiran buruk lagi pada David mulai sekarang." Ucap mama nya, seperti nya anaknya sudah mulai normal sekarang, membawa seorang wanita walau pun hanya sekertaris nya sendiri. Yang penting itu bukan David atau pria manapun, yang bisa membuat pikirannya negatif. Ia tau anaknya memiliki sifat seperti ayahnya yang gemar wanita, tapi yang membuatnya jengah adalah kemanapun acara yang Richard datangi ia selalu membawa David.
"Saya juga pamit Miss." Ucap Alicia sopan. Mama tersenyum dan mengangguk pada Alicia.
"Aku titipkan anak ku pada mu ya." Ucapnya dengan nada bercanda.
°°°
"Kau dimana?" Kata Richard saat panggilannya diangkat.
Alicia memperhatikan sekitar, ada beberapa mobil yang terparkir juga, dan disekitar bangunan ini terdapat banyak pohon.
"David tidak jadi kemari, ayo kita masuk." Alicia mengangguk dan mengikuti langkah Richard.
Sesampainya didalam mereka disambut hangat dan diarahkan menuju tempat ganti, Alicia memilih baju hitam dan celana putih, kepalanya kini memakai semacam topi dan sepatu boot.
"Silahkan Miss." Ucap pria itu sopan, Alicia membuka pintu dan ternyata langsung mengarah ke kandang kuda, terlihat Richard sedang berjalan pelan memperhatikan kuda-kuda yang gagah itu berbaris.
"Kita akan menggunakan satu kuda dulu." Alicia menatap Richard yang kini berjalan kearahnya.
"Apa kau ingin memilih kuda?" Alicia menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mengerti cara menungganginya." Cicit Alicia.
"Aku akan mengajari mu. Kemari lah." Alicia menempelkan dengan ragu telapak tangannya pada telapak tangan Richard yang terbuka.
"Kita menggunakan ini saja ya. Kuda kesayangan ku." Richard mengelus kasar kepala kuda itu.
"Masukkan kaki mu kesini. Aku akan membantu mu." Alicia mengikuti arahan Richard, ia berusaha menaiki kuda itu dengan susah payah, setelah Alicia duduk dengan nyaman, Richard hanya membutuhkan beberapa detik untuk naik ke kuda ini. Tuh mereka menempel membuat jantung Alicia sedikit berdebar.
Tangan Richard melewati lengan Alicia, memegang tali kuda dengan sedikit erat, wangi pria itu terasa mengelilingi Alicia.
"Aaa." Pekik Alicia saat kuda sedikit berteriak sambil meronta meronta. Ia panik.
"Tenang. Kau harus bisa menaklukkan nya." Bisik Richard ditelinganya, suara itu memang pandai membuatnya mabuk dalam sekejap.