
Ariana terdiam saat Evan memintanya untuk tinggal bersama nya dan memberikan pekerjaan untuknya sebagai asisten pribadinya..jujur Ariana bingung dan dilema saat ini.
Ariana masih diam memikirkan tawaran Evan..Evan yang tau isi pikiran Ariana dengan cepat menjelaskan.
"Maksud aku biar kamu nggak di paksa ke luar negeri lagi sama dadymu..dan kamu juga nggak perlu mikirin tempat tinggal..cukup jadi asisten pribadi ku aja..tenang aja setiap bulan akan aku bayar sesuai pekerjaan mu.. bagaimana..?"
Ariana melihat mata Evan dan menelisik tapi tak menemukan kebohongan atau kepura-puraan.. akhirnya Ariana menerima tawaran Evan.
"Baiklah..tapi bagaimana dengan kuliahku.. sebentar lagi aku juga lulus..apa aku harus berhenti..?"
"Kamu bisa kuliah lewat online..apa kamu mau ketemu dadymu di kampus..?"
Ariana menggeleng cepat tanpa tidak mau..dia tak mau di kirim ke luar negeri..lebih baik di sini saja toh Evan juga baik pada Ariana.
"Baiklah.. terimakasih sudah mau membantuku"
"Sama-sama"
Di tempat lain tuan Johan tengh memikirkan putrinya ynag oergi dari rumah setelah perdebatan hebat tadi dengannya.
"Ana kamu dimana sayang..maafkan Dady..Dady tidak bermaksud seperti itu nak.. maafkan Dady sayang"
Di saat tuan Johan tengh meratapi kepergian Ariana.. tiba-tiba ponselnya berdering..di layar tertera nama my love yaitu kekasih nya siapa lagi kalau bukan Natali.
"Hallo sayang..ada apa..?"
"Sayang aku merindukanmu.."
"Sabar sayang..putriku kabur ntah kemana..aku saat ini di rumah"
"Astaga sayang..Ariana pergi dari rumah..kenapa bisa begitu sayang..?"
"Aku membahas perihal asrama dengannya tadi tapi dia menolak dan pergi meninggalkan rumah"
"Ya ampun sayang..kau harusnya bisa lebih tegas pada Ariana..lihatlah kau terlalu memanjakan nya begini kan hasilnya"
"Iya kau benar sayang..aku gagal"
"Sudah sayang jangan sedih..datanglah aku akan memberimu cinta sayang"
"Baiklah..tunggu aku"
"Love you too"
Tuan Johan menuju apartemen sang kekasih.. seperti biasa jika dia tengh ada masalah maka dia akan pergi menemui Natali dan memuaskan kebutuhan biologis nya dengan sang kekasih.
Sesampainya di apartemen Natali..tuan Johan langsung masuk karena dia tau kode apartemen Natali.
Natali sudah bersiap dengan lingeri seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya secara terang-terangan..tuan Johan yang masih normal pun segera menyerang nya.
"Sayang pelan-pelan ahhh.."
Seluruh pakaiannya sudah terlepas kini keduanya benar-benar polos tanpa sehelai benang pun..tuan Johan mulai menyatukan dirinya dengan Natali.
"Ahh kau benar-benar.."
"Ahh..aku sampai.."
"Bersama sayang..ahhhh"
Keduanya sampai pada kepuasan masing-masing..mereka tertidur di ranjang panas itu.
Malam pun tiba Ariana mulai mempelajari tugasnya sebagai asisten pribadi Evan..dia tidur di kamar sebelah kamar nya Evan..awalnya Ariana ingin di samakan dengan para pelayan tapi Evan menolak dengan tegas.
"Kamu asisten pribadi ku bukan pelayan di rumahku apa kau paham..?"
"Iya baiklah"
"Bagus..oh besok aku ada acara jamuan makan malam dengan rekan bisnis ku..kau temani aku..semua perlengkapan mu sudah tersedia di kamar"
"Hah..ma-maksdunya..?"
"Baju dan segala macam nya sudah tersedia di kamarmu..lihatlah..selamat malam"
"Ah..ya malam juga"
Evan tersenyum melihat raut wajah Ariana yang kebingungan..sungguh menggemaskan sekali.
Ariana masuk kedalam kamar dan mengecek kebenaran dari perkataan Evan tadi..matanya melebar saat melihat satu lemari berisi gaun-gaun mahal yang sudah tergantung apik di lemari nya.
Tak hanya itu saja..bahkan sepatu hak tinggi sampai flat shoes juga sandal santai sudah lengkap di lemari satunya lagi..sungguh Ariana tidak pernah mengenakan barang-barang seperti itu hanya menatap penuh tanya..akan di apakah barang-barang mahal ini.