OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 77_Menuju Akhir



Mama Evan saat ini tengah berada di kediaman Evan..dia ingin meminta maaf pada Evan dan Ana..dia tak mungkin hidup dalam kesendirian seperti dulu.


"Silahkan masuk nyonya tuan dan nona sudah menunggu"


"Terimakasih"


Mama Evan masuk kedalam setelah mendapat ijin dari Evan..dia tak protes atau apapun itu dia menurut saja asal bisa bertemu anak dan menantunya.


"Evan.. Ana" sapa mama Evan saat berada di hadapan Evan dan Ana.


"Duduklah..bi tolong buatkan minuman untuk tamu ya.." titah Ana lembut pada pelayan Evan.


"Baik nona"


Sekarang hanya ada Evan, Ana dan dirinya sendiri..mama Evan gugup dan tidak berani memandang Evan dan Ana..dia malu akan perbuatannya dulu..apakah masih ada kata maaf untuk nya.


"Evan.. Ana..mommy kesini karena ingin meminta maaf pada kalian..mommy sudah banyak berbuat salah..mommy terlalu banyak ikut campur dalam kehidupan kalian..mommy minta maaf yang sebesar-besarnya..tolong maafkan mommy Evan.. Ana..mommy menyesal"


Ana melihat keseriusan dalam mata mertuanya..dia tersenyum tulus pada mertuanya itu..dia usap punggung tangan Evan dan tersenyum pada Evan.


"Apapun keputusan mu aku akan selalu di sisimu babe" ucap Ana sambil mengusap punggung tangan Evan.


Evan melihat senyum teduh Ana..dia juga tersenyum tak kalah manisnya melebihi batas normal..Evan mengangguk.


"Terimakasih baby kau selalu ada di saat-saat aku membutuhkan seseorang..kau selalu mengerti apa yang ku mau..dan terimakasih sudah bersabar akan sikapku"


"Sama-sama babe"


Evan berganti menatap mamanya..jujur ada rasa benci dan juga rindu dalam hati Evan..benci akan sikap semena-mena Mommy nya terhadap kehidupan nya dan rindu akan sosok seorang ibu.


"Aku butuh waktu"


Evan memang masih belum bisa berdamai dengan masa lalu menyakitkan baginya..dia butuh waktu untuk menyembuhkan luka itu..jujur kekecewaan Evan terhadap sosok ibu yang seharusnya menjadi pelindungnya di saat-saat terberatnya malah menjadi sosok yang begitu kejam yang dengan tega membuang nya dan meninggalkan nya pada orang lain.


Di saat mereka masih saling bertatap tiba-tiba suara tangis anak kecil terdengar di telinga ketiganya..Evan bangun dan berlari menuju kamar anaknya.. Ana bersikap biasa saja karena dia tau Evan pasti akan mengurus anaknya.


Sedangkan mama Evan terkejut sekaligus penasaran..di saat dia hendak bertanya tiba-tiba Evan turun dengan menggendong sosok mungil miniatur dirinya..astaga apakah sosok mungil itu cucunya.


"Baby Nath bangun baby..dia mencari kita..setelah aku masuk dia tertawa hahahah" ujar Evan dengan wajah sumringah.


Ana tersenyum melihat ayah dan anak itu.. benar-benar tidak ada perbedaan.. persis seperti pinang di belah dua.


"Sini baby Nath..kenalan sama Grandma dulu" ujar Ana sambil merentangkan tangannya pada Evan.


Evan enggan menyerahkan kembarannya versi mini pada Ana.. dia juga enggan mengenalkan kembarannya versi mini pada mamanya..tapi dia tak mau egois merebut kasih sayang anaknya dari mamanya.. akhirnya dengan berat hati dia menyerahkan baby Nath pada Ana.


"Mom kenalin baby Nath anak kami.. cucu Mommy" Ana menyerahkan baby Nath pada mertuanya.


Tangan mama Evan bergetar saat menyentuh kulit halus miniatur Evan..dia menjadi Grandma..dia menjadi nenek..benarkah ini.


"Ini..ini.. cucuku..?"


"Iya mom..dia Nathan"


Mama Evan mendekap erat tubuh mungil itu denagn berderai air mata..dia tak menyangka akan mendapatkan cucu dari Evan secepat ini.


Evan melihat anaknya di dekap dengan erat dia ingin protes dan marah tapi tangan halus Ana menenangkan nya hingga dia kembali tenang.


"Sudah babe biarkan saja..anak kita baik-baik saja"


"Huhhh baiklah"


Sedikit demi sedikit hati Evan mulai mencair dan bisa berdamai dengan masa lalu karena Ana di sisinya..dia sangat bersyukur mendapatkan Ana sebagai pendamping nya dan juga mendapatkan anak yang sangat dia harapkan setelah mengenal Ana.