
Ana tengah berada di kamarnya..dia malas bangun..dia masih asik dengan selimut nya..bahkan Evan sudah rapih pun dia masih di dalam selimut.
Evan masuk kedalam kamar..dia menghampiri istrinya dan mencium kening istrinya..dia melihat Ana masih asik memejamkan matanya di dalam selimut..ada rasa tak tega untuk membangunkannya tapi dia harus membangunkan Ana karena sudah memasuki jam sarapan.
"Baby bangun..sayang bangunlah sudah waktunya anak kita sarapan"
Evan membisikkan nya dengan sangat lembut..dia bahkan dengan sengaja menggelitik telinga Ana tapi hasilnya nihil dia masih memejamkan matanya.
"Huhh seperti nya kau kelelahan sayang..aku bawakan saja sarapannya ke kamar"
Evan meninggalkan Ana di kamar dan menuju ruang makan untuk mengambil sarapan untuknya dan Ana.
Selesai dengan mengambil sarapan..Evan naik lagi..dia membuka pintunya dan masuk membawa sebuah nampan berisi sepiring pasta dengan ukuran banyak yang pas untuk dua orang.
"Baby bangun yuk..sarapan dulu"
Ana ngulet..dia membuka matanya tapi enggan beranjak..dia menatap Evan dengan senyuman..tampan sekali suaminya.
"Bangun sayang makan dulu nanti lanjut tidur lagi..anak kita juga kelaparan loh"
"Suapin"
"Haha baiklah..ayo duduk dulu"
Ana akhirnya mau duduk sambil bersandar di dada Evan..dia menjadi malas sekali setelah kehamilannya menginjak 5 bulan.
"Besok kita cek kandungan lagi kan..?"
"Hmm..temani aku ya..?"
"Tentu sayang.."
"Terimakasih babe"
Selesai dengan urusan makannya.. Ana tak mau lepas dari Evan..dia terus menempel.. rasanya tidak rela membiarkan Evan bekerja.
"Babe jangan kerja ya..temani aku"
"Baby aku ada pertemuan sebentar nanti setelah itu aku pulang lagi bagaimana hm..?"
"Hiks..aku nggak mau jauh-jauh dari kamu hiks"
"Apa kau mau ikut denganku hm..?"
"Apa boleh..?"
"Tentu.. bersiaplah aku tunggu"
"Terimakasih babe"
"Sama-sama sayang"
Ana bersiap untuk ikut dengan Evan..dia tidak bisa jauh dari Evan..entahlah kehamilannya ini membuatnya tidak mau jauh dari suaminya.
"Tuan aku mau pulang..aku mau mandi..aku mau ganti baju badanku bau"
"Mandilah di sini"
"Aku tidak memiliki baju ganti tuan.. sebaiknya aku pulang saja"
"Sudah sana mandi..jangan membuatku memakanmu"
Elly menurut saja..dia tidak mau membantah lagi..dia sudah kalah.. seperti nya tuan Rafka sangat serius dengan perkataan nya.
Rafka menunggu Elly selesai mandi..dia sudah menyiapkan pakaian untuk Elly..pertama kali dia melakukan ini pada kekasihnya.
"Aku sudah gila..hahaha..Elly benar-benar membuatku menjadi gila.."
Elly keluar dari kamar mandi..dia menggunakan bathrobe saja..dia bingung apakah dia harus pulang dengan kondisi begini..bisa di kira wanita nakal dia kalau begini.
"Pakailah"
"Tuan sudah menyiapkan nya untuk ku..?"
"Iya..pakailah dan jangan memanggilku tuan lagi..kau kekasihku bukan pelayanku"
"Tapi aku harus memanggilmu apa..?"
"Terserah tapi jangan tuan lagi"
"Huhh.. baiklah sayang"
Rafka tersenyum mendengar panggilan itu..dia jadi tau kenapa bosnya bisa sampai sebucin itu pada nona mudanya.
"Itu lebih baik"
"Sekarang bisakah kau keluar dulu aku mau mengganti bajuku"
"Ganti saja"
"Oh begitu.. baiklah jangan menyesal"
Elly hendak melepaskan tali bathrobe nya..dia hampir saja membuka nya..Elly baru membuka sebatas pundaknya saja dan Rafka sudah memalingkan wajahnya kemudian keluar.
"Cihh makannya jangan menantang Elly..Elly di lawan"
Elly tersenyum penuh kemenangan..dia berhasil membuat Rafka keluar dari kamar dengan wajah memerah.
Mereka akhirnya sudah jadian dan menjadi sepasang kekasih..Elly begitu senang akhirnya kata yang dia tunggu terucap juga.
'Aku mencintaimu Elly'
Kata-kata Rafka tadi benar-benar membuatnya salah tingkah..dia senang akhirnya perasaan nya berbalas..tidak jadi bertepuk sebelah tangan.