OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 20_Jangan Mimpi



Evan tengah duduk di kursi kebesarannya sambil bertopang dagu memandangi luar jendela ruangannya..Evan tengah memikirkan bagaimana caranya menyampaikan kabar itu pada Ana.


"Huhhh bagaimana kalau Ana tau pasti dia akan sedih juga marah...sialan"


Evan memilih memberitahukan pada Ana ketika pulang nanti..dia akan menyampaikan berita itu apapun yang akan terjadi nanti.


Tok...tok..tok..


"Masuk.."


Ceklek......


"Permisi bos..ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani"


"Ya..taruh di situ saja"


"Baik bos.."


Orang itu masih enggan beranjak dari tempatnya..dia memandangi Bosnya yang tengh berkutat dengan dokumen di hadapannya.


Evan menyadari bahwa ada yang memperhatikannya..dia menoleh ke arah orang itu dan menegurnya.


"Apakah kau di bayar hanya untuk menatapku Riana..?"


"Ah..b..bukan bos..emm..apa anda butuh sesuatu..?"


"Tidak..pergilah"


Riana masih tak bergeming..dia kekeh ingin berlama-lama di ruangan Evan..dia begitu jatuh hati pada Evan..sungguh mahakarya yang indah.


"Jika kau berpikir aku akan tertarik padamu lebih baik hilangkan pikiran itu dari otak dangkal mu.. KELUAR"


Riana terkejut karena karena Evan membentak nya..dia tak mengira bahwa selama ini Evan tau kalau dia berusaha menggodanya.


Riana keluar dari ruangan Evan..dia sedikit malu karena Evan ternyata mengetahui faktanya bahwa dia menyukai Evan.Ana ke kantor Evan karena mengantarkan makan siang..Evan tidak tau jika Ana ke kantor nya.


"Permisi mba apa pak Evan ada di ruangan nya ya..?"


"Maaf mba sudah membuat janji sebelumnya..?"


"Belum sih..tapi saya mau mengantarkan makan siang untuk pak Evan.."


"Oh baiklah..pak Evan ada di ruangannya..apa perlu saya hubungi dulu mba..?"


"Tidak usah mba..kalau begitu saya permisi.."


"Baik mba.."


"Sial..kenapa begini sih..padahal kan mau ketemu bos bukan pacar..aishhh"


Ana sampai di lantai dimana ruangan Evan berada..dia keluar dari lift..saat akan menuju ruangan Evan Ana bertemu Riana..dia seperti bodoh amat toh dia tidak ada masalah dengan karyawan Evan.


"Cih.. dasar murahan..modus basi" ucap Riana saat di samping Ana.


Ana berhenti dan menoleh ke arah Riana..dia mendekat dan menatap Riana lekat dengan tatapan ingin menelan hidup-hidup.


"Kau bilang apa barusan..?" tanya Ana saat sudah di dekat Riana.


"Murahan"


"Apa saya ada buat salah denganmu..?"


"Tidak..tapi aku tau kau pasti ingin menggoda bos kan..sudahlah gadis murahan yang hanya bermodalkan tubuh saja belagu..cihh"


Plak.......


Ana menampar Riana dengan kuat..dia geram dengan ocehan tak bermutu nya..dia tak ada salah atau masalah dengan Riana tapi Riana dengan seenak jidatnya berkata seperti itu.


"Jika kau tak kenal siapa aku lebih baik diam atau aku robek mulut busukmu itu"


Brukh........


Ana di dorong kebelakang oleh Riana..Ana terjatuh dan sedikit membentur dinding tepat pada bahunya yang terkena tembakan waktu itu.


"Akhhh..sshhh..sialan.."


"JANGAN PERNAH BERMIMPI UNTUK BISA MENDAPATKAN EVAN KARENA EVAN HANYA UNTUK KU APA KAU PAHAM JALLANG MURAHAN"


Ana hanya diam sambil menahan sakit di bahunya yang sudah berdarah..dari dalam ruangan Evan mendengar suara ribut-ribut..dia keluar dan mendapati Ana tengh di dorong hingga terjatuh dan membentur dinding..bahkan luka di bahunya mengeluarkan darah lagi.


"Kau..cihh..dasar tidak tau diri" Ana mencibir Riana dan itu sukses membuatnya terbakar emosi.


Riana mendekati Ana dan hendak memukulnya lagi namun dengan sigap Ana memelintir tangannya kebelakang.


"Jangan anggap aku mudah untuk di tindas ya jallang murahan..kau salah berurusan denganku "


Ana kalap dia meninju perut Riana..kemudian Ana menendang kaki Riana hingga Riana jatuh bersimpuh di hadapan nya..Evan hanya diam dan melihat aksi gadisnya..dia bangga karena gadisnya tidak mudah di tindas.


"Ternyata gadisku hebat juga..aku semakin jatuh cinta padanya"


Evan tersenyum melihat Ana beraksi..dia kemudian masuk kembali ke ruangannya..dia akan menunggu gadisnya datang.