
Rafka membawa Elly ke apartemennya..entahlah di otaknya hanya ada amarah..dia bahkan tidak sadar bahwa dia tengah berada di apartemennya dan membawa serta Elly.
Elly tidak mengerti kenapa dia di bawa ke apartemen Rafka..Elly hanya diam tak berani menatap bahkan bicara sepatah kata pun pada Rafka..dia hanya mengikuti instruksi dari Ana.
"Duduk"
"Aku mau pulang saja tuan"
"Duduk Elly"
"Iya iya"
Elly duduk di sofa ruang tamu apartemen Rafka..Rafka membuka jasnya dan menuju dapur untuk mengambil minuman untuknya dan juga Elly.
"Sialan..kenapa aku membawanya kemari..huhh" batin Rafka mengumpat kebodohannya.
Rafka membawa jus jeruk dan juga satu minuman beralkohol kadar rendah untuknya.
"Minum"
"Tidak perl...-baiklah"
Elly meminum jus itu dengan sedikit tergesa-gesa hingga ada yang tumpah sedikit ke gaunnya..dia merutuki kebodohannya yang begitu terlihat jelas di mata Rafka.
"Katakan padaku kenapa kau menerima nya..?"
"Maksudnya..oh ka Arfan..karena kami sama-sama single tuan"
Rafka menghela nafasnya panjang..entah kenapa dia begitu kesal dengan jawaban yang diberikan Elly.
"Apa dia seleramu..?"
"Selera atau bukan jika kami menjalaninya dengan sama-sama saling terbuka kami akan menjadi berselera tuan"
"Apa kau menyukainya..?"
"Ya siapa yang tidak suka pria tampan seperti Arfan"
"Jangan pernah katakan dia tampan atau aku akan membungkam bibir mu"
Di saat Elly hendak bangkit dari duduknya.. Rafka menahan tangannya dan langsung menyerang bibir Elly tanpa aba-aba.
Elly tentu saja terkejut dengan tindakan Rafka..dia menormalkan kembali detak jantungnya..dia harus ingat kata-kata Ana.
'Jangan luluh sebelum kau melihat kesungguhan nya..kita perempuan harus di kejar bukan mengejar'
Itulah kata-kata Ana sebelum dia memulai aktingnya sesuai naskah dari Ana.
"Lepaskan tuan..anda menganggap ku apa..anda pikir aku wanita murahan yang dengan mudahnya Anda sentuh..anda salah..saya kecewa dengan sikap tidak sopan anda tuan Rafka"
Elly berkata sambil marah..aktingnya benar-benar patut di acungi jempol..dia benar-benar di bimbing oleh Ana agar menjadi wanita kuat yang sesugguhnya.
Rafka tersadar akan perbuatannya..dia berusaha mendekati Elly tapi Elly mundur padahal dulu dia berharap bisa sedekat ini dengan pujaannya tapi demi kelancaran misi dia harus rela menjual mahal.
"Berhenti tuan"
"Elly maafkan aku..aku...-"
"Stop saya tidak mau mendengarkan apapun dari anda..tolong saya ingin pulang"
"Elly maafkan aku..aku..aku..sial" Rafka frustasi karena tindakan nya yang tak bisa mengontrol emosi.
Elly sebenarnya kasihan dengan Rafka tapi dia tidak boleh kalah dulu sebelum mendapatkan pernyataan cinta dari Rafka.
Di saat mereka masih sibuk dengan pikiran masing-masing tiba-tiba ponsel Elly berbunyi..di ponselnya sudah tertera nama Arfan..Elly tau pasti ulah Ana..ikuti saja lah.
"Hallo ka Arfan"
"Iya maaf Elly nggak papa ko.."
"Apa nggak ngrepotin Kaka..?"
"Bai...-"
Belum selesai Elly dengan kata-kata nya ponselnya di rebut paksa oleh Rafka dan memutuskan sambungan telepon nya sepihak..terlihat raut kemarahan pada wajah Rafka.
"Aku sudah bilang tuan tolong jangan seenaknya sendiri..anda bukan siapa siapa saya..saya dan anda hanya orang asing..saya hanya pengganggu anda.. permisi"