OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 68_Aku Bukan Anakmu



Mama Evan tak peduli dengan ancaman atau perkataan Ana..dia kekeh tidak mau pergi..dia harus bisa membujuk Evan agar Evan mau menikah dengan wanita yang dia bawa.


"Evan dengarkan mommy nak..mommy hanya ingin yang terbaik untuk mu..wanita itu tidak baik untukmu nak..dia sangat liar dan tidak punya sopan santun..dia bahkan menampar mommy nak..mommy tidak mau memiliki menantu sepertinya"


"Evan..benar kata Mommy mu..wanita itu tidak baik untukmu..dia sangat liar dan tidak punya sopan santun"ucap wanita yang di bawa mama Evan.


Ana hanya melihat mereka dengan malas..dia sudah bosan dengan drama tidak laku ini..rasanya ingin sekali dia bom mama Evan dan wanita itu.


"Sekarang aku tanya pada kalian..perempuan seperti apa yang pantas dan terbaik untuk ku." tanya Evan dengan nada dingin nan mencekam.


Mama Evan tersenyum..dia rasa bujukannya berhasil membuat Evan sedikit luluh..dia akan terus membujuk Evan hingga mau menikah dengan wanita yang dia bawa.


"Evan kenalkan dia Rena..dia lulusan university luar negeri.. pendidikan nya juga bagus..dia cantik dan punya sopan santun..mommy rasa dia cocok denganmu.."


"Hahaha..hahahahaah..baby kau dengar itu..aku harus bagaimana baby..?" tanya Evan di sela-sela tawanya.


"Terserah kau saja babe..cepatlah akhiri semua ini aku lelah" jawab Ana dengan nada malasnya.


"Kau tenang saja baby..aku akan akhiri semua ini..kau istirahatlah dulu"


"Hm..aku ke kamar jika butuh bantuan panggil aku"


"Siap baby"


Ana ke kamar yang ada di lantai bawah..Evan tak membiarkan Ana ke atas seorang diri..dia tak mau mengambil resiko.


Setelah memastikan bahwa Ana sudah masuk ke kamar dan beristirahat Evan menatap dua wanita yang ada di hadapannya dengan tajam dan mematikan.


"Sekarang giliran kalian..aku sudah berulangkali mengingatkan mu wanita tua untuk menjauh dan jangan mengusik kehidupan ku lagi tapi kau dengan bodohnya kembali merecoki dan mengusik ketenangan keluarga ku.. sekarang aku adalah Revano Julian Draxler bukan Vano mu yang dengan mudahnya kau tinggalkan di saat dia tidak tau salahnya..Vano mu itu tidak tau jika akan terjadi kecelakaan yang mengakibatkan ayahnya meninggal karena menyelamatkan anaknya..kau tentu tau usia Vano mu berapa waktu itu.. sekarang Vano mu sudah mati di hari itu saat kau membuang nya dan tak menginginkannya lagi..aku bukanlah anakmu nyonya George..aku bisa Membunuhmu sekarang juga jika kau tak pergi dari sini dan stop membawa jallang kemari karena aku tak sudi melihat barang bekas orang lain"


Mama Evan tertampar oleh kata-kata Evan..Evan benar..dia sudah membuang Evan dulu..dia tak menginginkan Evan karena suatu kejadian yang Evan sendiri tidak mau mengalaminya.


"Evan maafkan mommy nak..mommy bersalah.


hukum mommy nak..jangan menjauh dari mommy..mommy hanya ingin kau mendapatkan pendamping yang baik untukmu"


"DIAM KAU WANITA TUA..jangan kau bicara lagi atau ku robek mulut mu itu..pergi sebelum aku benar-benar membunuhmu" ucap Evan geram.


"Evan jangan begini pada Mommy mu.."


"Diam kau jallang..kau mau aku menguliti mu sekarang juga hah..pergi bawa wanita tua itu atau tidak aku akan membunuh kalian di sini saat ini juga"


Akhirnya mama Evan dan Rena memilih pergi..Rena sebenarnya tidak mau pergi tapi dia harus mengatur rencana lagi agar bisa mendekati Evan..dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


'Aku akan kembali untuk memenangkan hatimu Evan..aku tidak akan menyerah semudah itu lihat saja nanti kau akan bertekuk lutut di hadapan ku' gumam Rena dalam hati.


Setelah kepergian dua orang itu Evan menuju kamar dimana Ana tengah beristirahat..dia masuk dan mendapati Ana tengah tertidur di sofa..dia mendekati Ana dan mengangkat tubuh Ana kemudian meletakkan nya di atas ranjang.


Setelah memindahkan Ana..Evan ikut berbaring..dia memeluk Ana dengan mesra..dia takkan melepaskan wanita yang tengah mengandung anaknya..dia takkan membiarkan orang lain menyakiti wanitanya.


Skip>>>>>>>>


Di kantor polisi Natali berteriak-teriak meminta di lepaskan..dia tak sudi berada di balik jeruji besi..dia akan membalas semua perbuatan Ariana padanya.


"Lepaskan aku..aku tidak bersalah" teriak Natali berulangkali.


"Diamlah..jika kau masih berisik juga maka hukuman mu akan di perpanjang" ucap salah satu petugas kepolisian.


"Siapa kau berani sekali mengancam ku..kau tak tau aku siapa hah..aku ini istri dari Johan Arguelo.." ucap Natali menyombongkan diri.


"Aku tak peduli kau siapa nona yang aku tau sekarang kau adalah tahanan kami"


Natali tak percaya hidupnya akan berubah secepat ini..dia sudah berjuang untuk merubah kehidupannya tapi ternyata dalam sekejap saja semuanya hancur sia-sia.


Natali akan melaksanakan sidang keputusan 2 hari lagi..entahlah hukuman apa yang akan dia dapat nanti..


seharusnya dia sadar akan kesalahannya bukan malah menyalahkan orang lain.


Asisten pribadi tuan Johan mendatangi kantor polisi..dia ingin sekali merobek mulut Natali dia tak menyangka selama ini sikap Natali hanyalah kedok semata.


"Saya ingin bertemu dengan Natali Arguelo"


"Sebentar tuan..silahkan tunggu di ruang tunggu"


"Baik"


Harris menunggu di ruang tunggu..dia tak sabar ingin memukuli wajah Natali..dia harus bersabar karena dia akan menjerat Natali dengan hukuman yang sangat berat.


Natali datang dan duduk di hadapan Harris.. Harris bersikap dingin pada Natali tidak ada lagi hormat pada wanita itu.


"Nona Natali bisakah kau jelaskan pada ku semua ini..?"


"Harris aku tidak bersalah..Ariana telah menjebak ku..bebaskan aku Harris kumohon"


"Hahah.. membebaskan Anda..jangan mimpi..anda dengan tega membunuh tuanku..apakah anda berfikir karma akan berlaku menghampiri anda pada saat itu..?"


"Astaga Harris..aku benar-benar tidak bersalah.. lepaskan aku Harris..bebaskan aku dari sini"


"Bermimpi lah terus nona..rasakan balasan atas perbuatan anda.. nikmatilah sisa-sisa hidup anda di balik jeruji besi ini..karena saya akan pastikan anda di hukum dengan seberat-beratnya"


Setelah mengatakan itu Harris bangkit dan pergi begitu saja..dia tak mau membuat masalah baru..dia akan mengurus perusahaan tuan Johan yang sudah di serahkan oleh pengacara tuan Johan padanya.


"Tuan saya harap anda sudah tenang di sana..saya akan membalas perbuatan wanita itu terhadap anda.. beristirahatlah di alam sana tuan..damailah bersama nyonya" ucap Harris dalam hati.