OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 9_Mengantar Makan Siang



Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 dan sebentar lagi waktunya makan siang..Ariana bergegas bersiap dan mengantarkan makan siang untuk Evan di kantornya.


"Bi maaf apa makan siang tuan Evan sudah siap ya..?"


"Sudah non..ini"


"Bi jangan panggil non..panggil aja Ana".


"Baiklah Ana..ini "


"Terimakasih bi..saya pamit ke kantor tuan Evan dulu ya"


"Iya hati-hati"


Ariana menuju mobil di sana sudah ada supir yang akan mengantarkan Ariana ke kantor Evan.


"Sudah siap non..?".


"Panggil Ana aja pak"


"Baiklah..ayo Ana"


"Siap"


Mereka berangkat menuju kantor Evan..tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di kantor Evan..Ariana takjub melihat gedung yang ada di hadapannya.. benar-benar orang kaya si Evan.


Ariana masuk dan menghampiri meja resepsionis..Ariana dapat melihat sang resepsionis seperti nya ingin mencakar dirinya.. baiklah ayo kita bermain sebentar.


"Permisi mba..ruangan pak Evan di mana ya..?"


"Pak Evan sedang sibuk..tidak bisa di ganggu".


"Benarkah begitu..sayang sekali baiklah lebih baik saya menunggu di ruangannya saja..dimana ya mba letak ruangan pak Evan..?".


"Kau siapa..ada urusan apa dengan pak Evan..?"


"Saya..em sebenarnya saya hanya ingin mengantarkan makanan pada ayah bayi saya"


Sang resepsionis itu terkejut tapi segera dia normalkan lagi ekspresi nya agar tak terlihat memalukan.


"Cih..paling hanya modal tubuh saja..di bayar berapa kamu sama pak Evan..?"


"Hahahaha..mba udah ya saya kan tanya ruangannya pak Evan di sebelah mana..kenapa anda jadi kepo dengan urusan saya"


"Huh..pak Evan sedang sibuk lebih baik anda pergi..dasar murahan"


Ariana tak peduli lagi dia lebih memilih menuju lift khusus untuk Presdir..ketika Ariana hendak sampai di lift tiba-tiba rambutnya di tarik hingga dia ikut mundur.


"Dasar ******..pergi kamu sudah di bilangin pak Evan sibuk masih aja"


Bugh...


Ariana langsung melayangkan tinjunya ke perut sang resepsionis itu..kepalanya begitu sakit benar-benar perempuan gak tau diri.


"Denger ya..saya nggak ada urusan dengan anda jadi lebih baik anda pergi sebelum saya habis kesabaran"


"Cih.. wanita murahan..sini kamu biar ku habisi kau"


Ariana mengelak saat akan di tampar dengan cepat dia meraih tangan resepsionis itu kemudian dia pelintir ke belakang tanpa menunggu lama Ariana tendang kakinya hingga posisi resepsionis itu berlutut.


"Dengar ya mba..saya tidak ada masalah dengan anda tapi sepertinya anda kurang kerjaan sehingga mencampuri urusan saya..mau saya murahan atau tidak itu urusan saya jadi lebih baik anda diam dan lihat sebelum saya benar-benar hilang kesabaran"


"Cih..Pela*ur seperti mu sudah banyak kutemui..modus mu ingin anak haram itu di akui oleh tuan Evan kan..hahaha..dasar murahan kau"


"Terserah"


Plak....


Di dalam lift Ariana menggerutu karena sikap karyawan Evan yang kurang ajar.


Dia menatap dinding cermin lift..ada luka cakaran di wajahnya hingga mengeluarkan darah...tak berapa lama kemudian pintu lift terbuka..Ariana melangkah keluar dan di sambut oleh Rafa asisten sekaligus sekertaris Evan.


"Selamat siang nona..eh nona ada apa dengan wajah anda..?"


"Ah..ini tadi abis berantem hehe"


"Astaga..anda bisa berantem nona..?"


"Bisa lah..mau di coba..?".


Rafa menggeleng cepat...dia tahu Ariana suka tawuran saat di kampusnya karena dia sudah mencari tau tentang Ariana ya atas perintah dari bos besar tentunya.


"Silahkan nona..tuan Evan di dalam"


"Terimakasih ka"


"Sama-sama"


Ariana melangkah menuju ruangan Evan..dia ketuk pintunya lebih dulu tanda sopan karena bagaimanapun dia berada di kantor bosnya.


Tok..tok..tok..


"Masuk"


Ceklek......


Evan mendongak dan melihat siapa yang datang seketika dia tersenyum tapi tiba-tiba dia bernajak dan mendekati Ariana..dia mengarahkan wajahnya mendekati wajah Ariana..dia pegang luka cakaran di wajah Ariana.


"Ssshhh.." Ariana meringis ketika luka di wajahnya di pegang Evan.


"Ini kenapa..?" tanya Evan dengan nada dingin.


"Ma-maaf..ya..tadi aku berantem sama..sama resepsionis mu di bawah.."


"Kenapa sampai berantem..?"


"Ish..biarin aku duduk dulu kenapa..pegel tau..kepalaku juga pusing karena di Jambak sama karyawan mu tuh huh"


"Ya udah duduk sini"


Arian aduduk di sofa kemudian dia memijit kepalanya yang terasa nyut-nyutan akibat jambakan perempuan kampret itu.


"Ceritakan padaku"


"Ish..kepo banget sih"


"Ceritakan atau potong gaji"


"Hah..ja..jangan.. baiklah"


"Aku tadi mau anter makan siang buat kamu..aku gak tau ruangan kamu dimana jadi aku tanya sama si kampret itu tapi bukannya di jawab malah dia menghinaku dan keliatannya nggak suka sama aku..aku udah sebel sama dia jadinya aku kerjain aja langsung..aku bilang kalau aku mau ketemu ayah anak aku hehe..dia awalnya kaget tapi cuma sebentar terus dia menghinaku lagi..aku udah males berdebat akhirnya milih pergi menuju lift khusus tapi baru mau sampe lift tiba-tiba rambut ku di tarik dari belakang.. aku kaget terus aku sikut perutnya sampe jambakannya terlepas..setelah itu aku kasih peringatan sama dia..tapi dia bebal jadi mulai lagi mau nggak mau aku tampar mulutnya abis aku kesel..abis itu aku tinggalin deh..udah selesai ini cakaran sebelum aku nampar dia"


"Huh..maaf"


"Ini bukan salahmu"


"Ya tapi dia karyawan ku"


"Udah nggak papa..makan dulu udah siang"


"Iya..suapin"