OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 32_Alergi



Seminggu telah berlalu..usia kandungan Ana jiga semakin bertambah..Evan semakin posesif dan protektif terhadap Ana dan calon anaknya.


"Baby aku libur..kau mau jalan-jalan tidak..?" tanya Evan yang sengaja mengambil cuti khusus untuk Ana.


"Mau..." jawab Ana antusias.


Evan tersenyum melihat keantusiasan Ana..dia gemas..gadisnya semakin imut saja.


"Baiklah.. bersiaplah sebentar lagi kita berangkat"


"Memang kita mau kemana babe..?"


"Pusat perbelanjaan"


"Ok"


Ana bersiap..aua memakai dress khusus untuk ibu hamil tapi tak mengurangi keanggunan penampilannya..Ana masih terlihat cantik meski memakai dress itu.


Evan menghampiri Ana yang sudah terlihat cantik..dia semakin jatuh cinta pada gadis nya.


"Kau cantik sekali baby"


"Kalau aku jelek apa kau masih mau denganku babe..?"


"Tentu saja..asalkan itu kau aku akan selalu mencintaimu"


"Ishhh gombal"


"Sudah..ayo berangkat"


"Baiklah"


Evan dan Ana menuju pusat perbelanjaan..tak lama mereka sampai.. Evan mengajak Ana ke salah satu restoran yang sudah dia reservasi..dia ingin membuat kejutan untuk Ana.


"Babe kita mau kemana sih..?"


"Sabar sebentar lagi sampai"


"Ish.. baiklah"


Mereka sampai di restoran yang sudah Evan reservasi..mereka masuk ke ruangan khusus untuk Ana dan Evan.


"Kau mau makan apa baby..?"


"Apa aja tapi jangan ada tomat karena aku alergi tomat"


"Baiklah.."


Evan memesan pasta tapi bumbunya tidak memakai tomat..dia tak ingin Ana mengalami alerginya lagi.


Pesanan mereka tengh di buat oleh pihak restoran.


Di dapur restoran para chef membuatkan pesanan sang bos besar nya..mereka tidak ingin ada kesalahan sedikitpun.


"Sudah chef.."


"Bagus..segera antar pada bos..ingat ini yang untuk nyonya dan ini untuk bos"


"Mengerti chef"


Pelayan itu mengantarkan pesanan Evan..tanpa dia sadari dia lupa piring Evan yang mana.. akhirnya dia hanya mengikuti insting nya saja.


"Silahkan tuan..nyonya..".


"Terimakasih"


Pelayan itu pergi dengan raut wajah yang terlihat ragu..apakah dia sudah benar meletakkan piring nya..tidak ada kesalahan kan..tidak tertukar kan.


Ana memakan pastanya dengan lahap..hingga di pertengahan..Ana merasakan sesak nafas juga kulitnya mulai kemerahan.


Evan melihat Ana seprti itu langsung panik..dia memanggil-manggil Ana tapi Ana seakan tidak merespon.


"Ana..hey kau kenapa baby..astaga ada apa ini "


Ana kesulitan bernafas..kulitnya panas dan memerah.


"Ba..babe..r..rumah..s..ssa..sakit"


"Baby kau kenapa.."


Evan membawa Ana ke rumah sakit..dia khawatir dwngan istri nya..dia juga kepikiran dengan calon anaknya..apakah mereka baik-baik saja.


Sampailah Evan di rumah sakit dia segera membawa Ana ke ruang perawatan.


Tak berapa lama kemudian dokter keluar dan mengatakan jika Ana mengakami reaksi alergi terhadap sesuatu.


"Baiklah terimakasih dok"


Evan masuk ke dalam dan menemani Ana..wajahnya pucat.. tubuhnya lemah...sakit Evan melihat Ana seperti ini.


"Maafkan aku baby..aku lalai..aku yang membuatmu menjadi seperti ini..maaf".


Ana masih terpejam sungguh hati Evan sakit melihat Ana seprti ini.


Evan bangkit dan menghubungi pihak restoran..dia murka bagaimana bisa mereka lalai padahal Evan sudah memberikan instruksi kepada chef-nya langsung.


"Bagaimana bisa istriku makan pasta dengan saus tomat hah..?"


"Maafkan kami bos..kami lalai"


"Kalian tau jika saja terjadi sesuatu pada Calon anakku maka aku akan membunuh kalian semua".


"Maaf bos..sekali lagi maaf atas kelalaian kami"


"Caritau yang sebenarnya jika dalam waktu 1 jam belum ada kabar maka habislah riwayat kalian.