
Evan sudah tidak bisa menunggu lagi..dia keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk..sebelum masuk dia sempat mendengar percakapan ayah Ariana dengan kekasih ayahnya Ariana.
"Sayang kau tidak apa-apa kan..anak kita bagaimana"
"Aku takut sayang..aku hanya menyambut kedatangan Ana tapi dia begitu membenci ku dan menganiaya Ki syanag hiks..aku pergi saja dari sini"
"Sudha sudah..Ana sudah ku kurung di kamarnya besok akan ku kirim dia ke asrama..kau tenang saja..aku akan bersikap tegas pada anak kurang ajar itu"
"Benarkah..aku takut hal serupa terjadi lagi sayang".
''Tidak akan sayang"
Mereka berpelukan Natali tersenyum licik dalam pelukan tuan Johan..semuanya di dengar dan dilihat oleh Evan..Evan benar-benar marah sekarang.
Brak...........
Pintu di buka dan si hempaskan kasar..tuan Johan dan kekasihnya terperanjat kaget mendengar suara itu.
"Siapa kau..beraninya masuk rumah orang begitu saja"
"Doakan istriku"
"Istri..apa maksudmu"
"ARIANA.. KAU DIMANA SAYANG"
Mereka terkejut mengetahui Ariana sudah menikah..
"Ku tanya sekali lagi di mana istriku"
"Ariana adalah anakku..jangan ngaku-ngaku kau tuan"
Evan melempar buku nikah palsu yang mana di situ tertera nama Ariana dan Evan..mereka di buat terkejut mengetahu fakta bahwa Ariana telah menikah 2 Minggu lalu.
"Tidak..ini tidak mungkin"
"DIMANA ISTRIKU BAJINGAN"
Evan menuju ke lantai atas dan mendobrak pintu yang tertutup..sampai dia menemukan kamar Ariana yang begitu berantakan dan juga Ariana yang tak sadarkan diri di lantai kamarnya.
Evan meraih tubuh Ariana dan dia bawa keluar menuju rumah sakit.. sebelum pergi dia memberikan peringatan pada tuan Johan dan juga kekasihnya itu.
"Jika sampai sesuatu yang buruk terjadi pada istriku aku tidak akan membiarkan kalian tenang..ingat itu"
Evan pergi dari rumah itu dan melesat menuju rumah sakit..sepanjang jalan Evan berusaha membangunkan Ariana..namun hasilnya nihil.
Mereka sampai di rumah sakit Evan segera membawanya menuju ruang perawatan agar Ariana di periksa.
Tak berapa lama kemudian dokter memberitahukan kondisi Ariana pada Evan..
"Bagaimana keadaannya dok"
"Pasien hanya dehidrasi dan banyak fikirkan dan menyebabkan kondisi kesehatannya drop.. usahakan jangan membuatnya terlalu banyak berfikir keras.."
"Baiklah"
Dokter itu meninggalkan ruang perawatan Ariana..tinggalan Evan seorang di ruangan itu bersama Ariana yang masih setia terlelap.
"Cepatlah sadar gadis bodoh..kau membuatku cemas"
Di tempat lain tuan Johan masih syok dengan kenyataan bahwa anaknya putri nya telah menikah tapi dia tidak tau..hatinya sakit namun tak bisa mengalahkan Ariana ini juga kesalahannya.
"Sayang sudahlah..kau tak kasihan kepada ku dan anakmu".
"Kau bicara apa sayang..ayo aku antar ke kamar"
Mereka menuju kamar.. Natali merasa menang akhirnya dia akan segera menjadi nyonya Arguelo.
Sesampainya di kamar Natali membahas perihal pernikahan nya karena tak mungkin membiarkan anak mereka lahir tanpa ayah.
"Sayang kapan kita menikah"
"Kau mau kapan sayang.. aku ikut saja"
"Benarkah..aku mau secepatnya sayang..aku tidak mau jadi bahan cemoohan orang-orang"
"Baiklah 1 bulan lagi kita menikah ya"
"Sungguh.. terimakasih sayang..aku mencintaimu"
"Jangan menggodaku sayang"
"I want you "
"As your wish honey"
Dan mereka melakukan aktivitas panasnya seakan tidak terjadi masalah sebelum nya..tuan Johan sudah melupakan Ariana saat bersama Natali benar-benar orang tua lucnut.