
Ana masih terkejut dengan perkataan Evan.. bagaimana bisa ayahnya masuk rumah sakit perasaan sudah bertahun-tahun dia naik podium tapi tidak pernah sekalipun yang namanya lampu itu jatuh sendiri.. benar-benar aneh.
"Baby kau mau melihat dadymu..?"
"Tidak..biarkan saja"
"You sure..?"
"Ya..IM so hurt because of him"
"Hey don't say like that..kau sedang hamil tidak baik berkata begitu"
"Astaga anak momy maafin momy ya.. Momy memang mulutnya kadang lemesh suka kebablasan"
Evan hanya menggeleng kepala..dia semakin takjub dengan perubahan sikap Ana..kadang bisa langsung melow lalu tiba-tiba happy lagi lalu kehilangan moodnya..apakah wanita hamil selalu seperti itu author..?.
"Jadi kau tak ingin menjenguk dadymu baby..?"
"No..i said no tetep no..and no untuk selanjutnya lagi no..no..no..babe"
"Baiklah aku mengalah.."
Evan memilih diam dia tau Ana moodnya sedang berubah-ubah..nanti saja ketika moodnya sudah kembali membaik dia akan bicara lagi..dia juga kasian pada tuan Johan.
Sementara itu di rumah sakit tengah terjadi drama istri yang menangisi suaminya yang tengah berjuang untuk hidup..ya siapa lagi kalau bukan Natali..dia kan ratu drama.
"Sayang kenapa kau tega sekali pada kami huuhuhuu.. bertahanlah sayang"
Semua yang ada di sana bersimpati pada nya..aktingnya itu perlu di perhitungkan untuk masuk nominasi award.
"Nyonya sebaiknya anda istirahat saja..kasian bayi anda jika anda kelelahan seprti ini" ucap sang asisten tuan Johan.
"Tapi Ris suamiku.."
"Percayalah nyonya..tuan Johan pasti baik-baik saja"
"Baiklah..kau sudah menghubungi Ariana..dia berhak tau kondisi dady-nya"
"Belum nyonya.. sebentar saya hubungi dulu"
Haris menghubungi ponsel Ana..tidak aktif..apakah Ana benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan tuan Johan.
Haris mencoba lagi tapi nihil.. akhirnya dia pasrah saja..mungkin ini balasan dari Tuhan untik tuan Johan.
"Bagaimana Ris..?"
"Sudahlah nanti kita hubungi lagi"saran Natali berpura-pura menjadi sosok ibu tiri yang baik hati penuh cinta Hoek author pen muntah.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter yang menangani tuan Johan keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana dok keadaan suami saya..?" tanya Natali dengan deraian air mata buayanya.
"Kondisi tuan Johan sudah lebih baik dan sudah melewati masa kritisnya..sempat terjadi pendarahan di kepalanya tapi kami berhasil mengatasinya..sekarang tuan Johan sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat"
"Baiklah dok terimakasih sudah menyelamatkan nyawa suami saya" dia tersenyum tapi hatinya Mengumpat kenapa si tua Bangka itu tidak mati saja sih.. merepotkan.
Tuan Johan di pindahkan ke ruang rawat VIP..Natali dengan sigap menemani tuan Johan di sana..dia masih berakting lagaknya istri setia.
"Kenapa kau tidak mati saja tua Bangka.. merepotkan sekali sih..dia bodoh sekali kenapa tidak beton saja yang dia jatuhkan tadi..hanya sekedar lampu saja tidak membuat tua Bangka ini mati..bodoh" gerutu Natali dalam hati sambil memandangi wajah tuan Johan.
Dia sudah risih dengan tuan Johan sebenarnya..tapi dia harus tahan-tahan sampai harta kekayaan tuan Johan jatuh ke tangannya.
"Sabar Natali kau akan segera menjadi orang kaya.. bersabar sedikit lagi" batin Natali.
*
*
Ana saat ini tengah menangis di lantai dapur..dia menangis sambil memeluk kotak Tupperware yang sudah kosong.
Evan datang dan terkejut melihat Ana terduduk di lantai sambil menangis pula.
"Baby kau kenapa sayang..astaga"
Ana swmakin tergugu..dia pandangi Tupperware yang tengah di peluknya..air matanya jatuh menetes tiada henti.
"Hey kau kenapa baby..jangan membuatku khawatir..lalu kenapa kau memeluk Tupperware kosong"
"B..babe..apa..kau tau siapa..hiks..yang sudah hiks..memakan buah manggaku..hiks"
Evan akhirnya tau kenapa tingkah Ana begitu aneh.. ternyata buah mangganya hilang..astaga istri kecilnya ini benar-benar menggemaskan.
"Astaga baby..huhh..untung aku tidak jantungan..sudah nanti kita beli mangga lagi ya"
Sebenarnya Evan yang menghabiskan mangga Ana..dia tergoda oleh mangga segar nan manis itu..awalnya Evan hanya icip-icip saja tapi dia ketagihan lalu dia ambil aja semuanya tanpa sadar sudah habislah mangga itu.
Evan ini benar-benar suami kampret..π