OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 14_Penyerangan Di Pesta



Tak terasa waktu berlalu begitu cepat seminggu setelah pertengkaran antara Ana dan Johan..kini Ana sudah kembali seperti dulu Ana yang bar-bar juga keras kepala..bahkan Evan di buat geleng-geleng kepala melihat tingkah gadis itu.


"Ana kau sudah siap kan untuk acara nanti malam..?" tanya Evan yang hendak berangkat ke kantor.


"Sudah bos Anda tenang saja..serahkan pada Ariana Florencia.." jawab Ana menyombongkan diri.


Evan terkekeh geli mendengarnya.. Ana gadis uniknya sudah kembali lagi..dia bahagia..dia senang.


"Baiklah bersiap jam 7 malam nanti..aku pulang kerja kau harus sudah siap jika belum.."


Evan menggantung perkataannya kemudian dia mendekati Ana dan berbisik di telinga nya.


"Kau akan ku makan habis"


Glek.....


Ana menelan ludah nya kasar bak makan kue bantet..dia meremang ketika Evan meniupkan nafasnya di ceruk lehernya.


"B..baik.. baiklah"


Evan kemudian mengusap kepala Ana dan melangkah pergi ke kantor..ana memandangi punggung Evan yang mulai menghilang dari pandangannya.


"Dasar bos mesum..kenapa aku selalu kalah jika di dekatnya.. hishhhhhh.. menyebalkan"


Di tempat lain seorang pria yang tak lagi muda namun masih terlihat sedikit tampan tengah memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk melakukan penyerangan di salah satu acara jamuan makan malam nanti.. targetnya kali ini masih sama yaitu Revano Julian Draxler musuh perbisnisan abadinya.


"Kalian sudah tau apa yang harus kalian lakukan nanti..ingat jangan sampai penyamaran kalian terlihat"


"Baik tuan..kami mengerti"


"Bagus..mulai jalankan misi kalian masing-masing"


Para anak buahnya mulai melakukan misi masing-masing.. sementara dia hanya tinggal menikmati hasilnya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore..Ana tengh bersiap tentu saja di bantu make up artist untuk memoles wajah nya serta ahli fashion untuk memilihkan gaun yang pas dan cocok untuknya..itu semua tentu saja atas perintah dari big bos Evan.


"Sudah belum mbak..nanti keburu si kampret pulang.."


"Hah..kampret siapa nona..?"


"Ah bukan lupakan saja"



Setelah selesai dengan urusan permake-upan dan perbajuan..dan beginilah hasilnya..Ana gadis tomboy yang tak pernah memakai dress dan permake-upan pun di sulap oleh sang ahli.


"Wah nona begitu cantik..pasti nanti tuan Evan terkejut melihat nya" ucap salah satu pelayan yang melayani Ana.


Ana pun ternganga menatap cermin di depannya yang ada bayangan dirinya sendiri.


"Mba apa ini saya..astaga ternyata aku bisa feminim juga ya hahahaha" Ana tertawa melihat bayangan dirinya sendiri yang bisa tampil feminim juga.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 kurang 2 menit Evan sudah berada di depan dan hendak masuk namun langkahnya terhenti ketika melihat gadisnya turun dengan penampilan yang spektakuler meski sederhana namun tetap elegan di mata Evan.


"Cantik" gumam Evan yang terkagum-kagum melihat Ana.


Ana juga kagum melihat penampilan Evan yang begitu gagahnya.



Begini kira-kira penampilan Evan saat ini..Mereka berdua sama-sama terpesona dengan penampilan masing-masing.


"Sudah siap..ayo"


"Oke..ayo bos"


Mereka berdua berjalan menuju mobil yang bermerekkan kuda jingkrak berwarna hitam mengkilat..mobilnya saja sudah mengintimidasi yang lihat apalagi yang punya.


Tak berapa lama mereka sampai di tempat acara..Ana dan Evan keluar dari mobil..Evan menggandeng tangan Ana..mereka bak pasangan..sangat serasi dan menarik perhatian orang di sana.


Acara pun berjalan lancar hingga di tengah-tengah..terjadi penyerangan dadakan..Ana melihat sekeliling dan memperkirakan jumlah penyerang.


"Ada sekitar 20n orang..bos sebaiknya kita ke rooftoof saja agar lebih mudah menghabisi para cecunguk itu..tanganku gatal bos"


"Astaga..gadis ini..kau mau bertarung..?"


"Bolehkah..?"


"Huhh..nanti kau terluka bagaimana..juga kau memakai pakaian seperti itu akan mempersulit ruang gerakmu"


"Kau meremehkan ku bos..cihh jangan anggap remeh aku bos.."


Setelah berkata seperti itu Ana pergi dan mulai menghajar para cecunguk itu hingga tak berdaya..Evan juga tidak tinggal diam dia juga membantu oara anggotanya yang tengh bertarung.


Sesekali dia melirik ke arah Ana takut jika wanita itu terluka..jika terjadi maka dia tidak akan menahan sisi lain dalam dirinya lagi.


Ana terus menghajar tanpa ampun..sesekali dia juga terkena pukul namun tak menyurutkan semangat 45 nya untuk bertarung.


Salah seorang mengeluarkan pisau dari balik jaketnya dan.


Srettt.........


"Akhhh..ssshh..sialan" Ana mengumpat orang itu dan tanpa ampun dia melayangkan tinjunya serta sepatu hak tinggi nya juga ikut jadi korban untuk menyerang.


"Mati kau bangsat... beraninya kau merusak kulitku hah..sialan kau"


Ana begitu murka mungkin efek kelamaan tidak berantem jadi saat ini dia melampiaskan nya pada cecunguk itu.


Evan melihat Ana terluka dan berdarah langsung gelap mata..sisi lain dalam dirinya keluar..dia seperti iblis..mengerikan..auranya begitu mencekam.


"Beraninya kalian melukai gadisku hah"


Evan tanpa ampun menyerang para cecunguk itu karena Ana juga lelah dan menahan sakit di lengannya yang tersayat pisau tadi.


"Evan....awas..."


DOR.......


"Arkkhh"