OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 63_Waktunya Pembalasan



Ana terbangun saat hari sudah sore..dia terlalu lelah menangis hingga tertidur..dia mencari sekelilingnya..Evan kemana..pikirnya.


"Evan kemana sih.."


Ana bangkit dan menuju kamar mandi..dia ingin mandi dan makan.. perutnya ingin di beri pasokan energi..kasihan anak-anak nya harus menahan lapar.


Selesai mandi dan berpakaian rapih dia turun ke bawah untuk mencari keberadaan suaminya..perutnya mual jika berjauhan dengan Evan.. mungkin anak-anaknya rindu dengan Daddy nya.


"Babe...Evan.."


Ana mencari di ruang kerja Evan tapi nihil..dia mencari lagi di ruangan gym tapi nihil juga..mata Ana jadi berkaca-kaca saat tak menemukan Evan dimana pun..dia merasa sedih ntahlah hormon kehamilan nya sangat membuat moodnya naik turun dan berubah-ubah.


"Babe hiks..huhuhu..kenapa ninggalin aku hiks..huhuhuhu"


Evan datang dari arah belakang taman..dia habis menanam pohon jeruk bergamot kesukaan Ana..dia naik setelah mencuci tangan dan kakinya.


Dia naik dan mendapati Ana tengah duduk di lantai sambil memeluk lututnya dan menangis sesenggukan..Evan tak banyak tanya dia mendekati Ana dan memeluknya.


"What happen baby..why you crying..?"


Ana melihat sang suami..dia menangis kejer..entahlah padahal baru sebentar tidak melihat Evan dia malah seperti bertahun-tahun tak melihat suaminya.


"Kau kemana saja hiks..kenapa ninggalin aku huhuhu"


Evan jadi tau kenapa Ana menangis begini..ini salahnya karena tidak memberitahukan dulu kepada Ana dan tak menunggu Ana bangun terlebih dahulu.


"Maaf aku tadi ke taman untuk menanam pohon"


"Beneran..?"


"Iya baby..maaf ya"


"Nggak bohong..?"


"Nggak sayang..udah makan dulu yuk..kamu laper nggak..?"


Ana mengangguk sambil melap air mata juga ingus nya..Evan mengambilkan tisu dan melap ingus Ana.. Ana tersenyum malu saat Evan melap ingusnya..memalukan.


Mereka turun dan menuju meja makan..Evan tadi sempat menyuruh pelayan untuk memanaskan makanan..dia tau Ana pasti sebentar lagi akan bangun dan benar saja malah Istri nya itu tengah menangis sambil duduk di atas lantai.


"Mau pakai lauk apa..?"


"Buatanku.. baiklah jangan kemana-mana ya tunggu disini"


"Ikut"


"Huhh baiklah tapi duduk aja di kursi nggak boleh deket-deket kompor"


"Iya Daddy"


Evan tersenyum melihat Ana sudah kembali ceria..Evan sebenarnya sudah memiliki rencana untuk membuat wanita ular itu menyesal..dia hanya tinggal mengatakannya pada Ana saja.


Evan sudah menghubungi Rafka untuk menyiapkan segala sesuatunya..dia akan mulai pembalasan untuk mendiang mertuanya.


Ana makan dengan lahap..Evan suka dan senang melihatnya..dia hanya memasak nasi goreng spesial kesukaan Ana saja tadi.


"Bi makanan yang di atas meja nggak kemakan kalian habiskan saja.. bagi-bagi sama yang lainnya..sayang kalau di buang" ucap Ana pada pelayan di rumah Evan.


"Tapi nyonya..."


"Ssst ikuti kata istri saya"


"Baik tuan.. terimakasih"


Pelayan itu mulai membereskan semua makanan yang ada di atas meja..mereka bagai mendapat berkah.. beruntung lah mereka bisa bekerja dengan Evan dan Ana mereka benar-benar baik pada pelayan.


"Sudah kenyang..?"


"Sudah..anak kita juga sepertinya kekenyangan.."


"Syukur kalau begitu..ayo naik ke kamar ada yang mau aku omongin"


"Apa itu babe..?"


"Ra..ha..si..a"


"Ishh.. baiklah"


Ana dan Evan naik ke kamarnya lagi..mereka naik lift Ana sedang malas jalan..entahlah moodnya benar-benar berubah-ubah.