
Sudah lewat beberapa bulan tapi belum ada perubahan atau kemajuan dari tuan Johan.. Natali bahkan dengan terang-terangan membawa kekasih gelapnya dan tidur di kamar mereka dan di saksikan oleh tuan Johan sendiri.
Sebelumnya Natali sempat mendapatkan masalah karena kebohongan nya terbongkar tentang kehamilannya..tuan Johan tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sendiri sulit untuk menggerakkan tubuhnya.
Natali hanya tidak mau asisten tuan Johan Haris mengetahui nya dan malah membuat semua semakin kacau..dia tak mau kehilangan kekayaannya.
"Tanda tangani surat pengalihan ini cepat" tekan Natali pada tuan Johan.
Tuan Johan hanya menatap penuh amarah pada Natali..dia tak sudi memberikan hartanya pada perempuan murahan seperti Natali.
"Baiklah jika kau tidak mau menandatangani nya jangan salahkan aku menyakitimu dan anakmu "
Tuan Johan tidak mau terjadi apapun dengan Ana..dia sudah salah mempercayai orang dan menelantarkan anaknya sendiri.
Natali mengambil bulpoinnya dan menyerahkan pada tuan Johan..tuan Johan mau tidak mau membubuhkan tanda tangan nya pada kertas itu.
"Bagus.. sebaiknya jangan melawan maka anakmu akan aman..hahaha.. baiklah sayang kau istirahatlah yang tenang di alam sana ya..aku akan merindukanmu sayang"
Setelah mengatakan itu Natali mengambil sebuah suntikan yang sudah berisi cairan mematikan atau racun agar kematian tuan Johan tidak di curigai sebagai kasus pembunuhan.
Natali begitu jeli dalam menjalankan rencananya..dia tak mau terlibat atau tersudutkan..dia akan berakting menjadi orang yang kehilangan.
Natali menyuntikkan cairan itu pada tuan Johan..tak berapa lama kemudian tuan Johan sesak nafas dan beberapa saat kemudian tuan Johan tewas di atas kasurnya dengan posisi seolah-olah dia sedang tertidur.
"Tananglah kau di sana..jangan khawatir setelah kau, akan aku buat anakmu menyusul mu segera..selamat jalan suamiku tercinta"
Natali keluar dari kamar..dia menuju dapur untuk membuat sesuatu agar dia tidak di curigai.. cctv di rumah juga sudah dia sabotase..dia tak mau meninggalkan bukti sekecil apapun itu.
Natali kembali masuk kedalam kamar dengan membawa nampan yang berisi bubur dan teh hangat..dia berakting seolah-olah dia akan melakukan tugasnya sebagai istri yang baik yang melayani suaminya.
Natali mendekati tuan Johan dan berakting sedang membangunkan tuan Johan..dia sengaja memilih waktu makan siang di saat para pelayan tengah sibuk membersihkan rumah.
"Sayang bangun..makan dulu..ini sudah siang loh"
Natali terus berakting membangunkan tuan Johan ..para pelayan melihatnya dan tersenyum memuji perilaku Natali.
"Suamiku bangun..sayang ayolah bangun makan dulu "
Salah satu pelayan itu mendekati Natali dan bertanya ada apa..dia juga tak melihat gelagat mencurigakan pada Natali..dia melihat tuan Johan seperti pucat.
"Nyonya..kenapa tuan pucat sekali ya..?"
"Hah..benarkah..aku tidak memperhatikan nya"
Natali pura-pura mengecek keadaan tuan Johan dan memeriksa denyut jantung dan nafasnya dan seketika dia histeris.
"Tidakkkkkk...tidak mungkin...suamiku..bangun..tidak mungkin..hiks.."
"Nyonya ada apa..kenapa anda menangis..!"
"Suamikuuuuuu...tidak...tidak mungkin"
Pelayan itu mendekati tuan Johan dan menyentuh hidung nya seketika dia juga terperanjat kaget..benarkah tuannya sudah tiada.
"Nyo..nyonya..t..tuan..dia..dia..sudah.."
Pelayan itu ikut menangis dan segera berlari memanggil asisten tuan Johan..mereka masuk kedalam kamar dan menemukan Natali sudah tak sadarkan diri.