
Sebelumnya.......
Evan berhasil mendapatkan semua informasi mengenai gadis yang membuat Rafka stres..Evan juga mendapatkan kontaknya.
Evan menyuruh pihak cafe untuk memberi gadis itu libur sehari..Evan ingin Ana senang dia tau bumilnya itu banyak sekali ide nya.
"Baby aku sudah mendapatkan apa yang kau inginkan..mana bayaranku..?"
"Sabar babe..nanti malam aku di atas..aku mau menghubungi gadis itu dulu untuk ku undang makan malam di sini..bolehkan..?"
"Apapun yang kau mau..lakukanlah "
"Thanks Daddy"
Evan tersenyum Ana begitu semangat menjalani misinya..dia hanya sebagai pendukung saja dia tak mau ikut-ikutan dalam rencana istri kecilnya.
Selesai menghubungi Elly Ana memeluk Evan dengan erat..dia ciumi seluruh wajah Evan tanpa tertinggal satu bagianpun.
Evan tertawa mendapatkan serangan dadakan dari Ana..dia senang Ana bermanja dan mengandalkannya..dia tak mau Ana bertindak sendiri dan akan membahayakan keselamatan dirinya juga anaknya.
Skip......
"Kau"
"Tuan Rafka"
Sesaat Rafka dan Elly saling pandang..Rafka tak menyangka bahwa tamu yang istri bosnya tunggu itu si gadis kecil itu..sungguh pasti ada batu di balik udang.
"Wah kalian sudah saling mengenal ternyata..Elly duduklah kita makan malam dulu" ucap Ana dengan raut wajah di buat seterkejut mungkin.
Evan gemas dengan akting bumilnya..dia mengusap kepala Ana dan mencubit pipi bakpau nya..istrinya itu bisa sekali membuat orang kadang kelimpungan.
"Duduklah" ucap Rafka pada Elly.
Elly sedikit kikuk dengan suasana nya..dia tak biasa tapi dia juga senang ada pujaan hatinya di sebelahnya..dia harus berterimakasih pada istri tuan Evan.
Setelah selesai makan malam Ana memulai misinya..dia ingin melihat reaksi Rafka jika Ana menjodohkan Elly dengan salah satu bodyguard Evan..eitsss hanya pura-pura ya.
"Elly kau sudah punya kekasih..?"
"Belum nona"
"Panggil Kaka saja..aku seumuran denganmu..bolehkan babe..?"
Elly sedikit takut di tatap begitu oleh Evan sang pengusaha sukses itu.
"Ba..baik ka"
"Jadi kau belum punya kekasih..emm..aku ingin menjodohkan mu dengan salah satu bodyguard kepercayaan suamiku apa kau mau.. sebentar aku panggilkan dulu"
Rafka hanya diam..dia masih memantau saja..istri bosnya memang kadang jahilnya tidak ketulungan..lihat apa ini hanya trick atau kenyataan.
Tak berapa lama seorang pemuda berbadan tegap dan juga tak kalah tampannya dengan Rafka menghampiri Ana dan Evan.
"Maaf nona..tuan saya terlambat"
"Tidak apa-apa ka Arfan..duduklah"
Laki-laki itu menoleh ke arah Evan..Evan mengangguk mengijinkan.. kemudian laki-laki itu mulai duduk di samping Elly..posisi Elly di apit oleh Rafka dan Arfan.
"Ka Arfan aku mau mengenalkanmu pada seseorang.. sepertinya kalian cocok..itu di sebelahmu namanya Elly dia belum punya kekasih..apakah Kaka mau berkencan dengannya..?"
Rafka tersedak minumannya sendiri..jadi ini nyata bukan hanya trick istri bosnya..astaga apa-apaan sih nyonya mudanya itu.
Ana tersenyum melihat reaksi Rafka..dia semakin yakin jika Rafka sudah bisa menerima Elly hanya saja egonya mengalahkan rasa yang ada.
"Jadi bagaimana ka Arfan..kau mau..Elly bagaimana menurutmu..?"
Rafka menatap tajam ke arah Elly.. seolah-olah dia mengatakan jangan menerimanya..Elly sudah di briefing oleh Ana sebelumnya..jadi dia menurut saja toh demi perasaannya agar terbalaskan.
"Aku mau ka.. kebetulan aku sudah menjomblo sejak lahir hehe"
"Saya juga setuju saja nona.."
Rafka benar-benar tak percaya dengan semua ini..dia menarik Elly keluar dan berpamitan pada semua orang yang ada di sana.
"Ikut aku..nona..tuan kami permisi"
Rafka membawa Elly masuk ke mobilnya..dia membawa Elly pergi ntah kemana. sebelum pergi Elly sempat mengacungkan jempolnya pada Ana.. Ana senang akhirnya Rafka bisa sedikit terbuka oleh Elly.
"Terimakasih bantuannya ka Arfan..bonusmu 2x lipat dariku dan suamiku iya kan babe..?"
"Iya..kembalilah lain kali jika kau di butuhkan lagi akan ku hubungi"
"Terimakasih tuan..nona..saya permisi"