
Pagi yang cerah di sambut hangat oleh para mahluk hidup di bumi tak terkecuali Ana dan Evan..mereka saat ini tengah duduk santai di ruang tamu seraya bercerita entah apa saja yang ada di otak mereka.
Usia kandungan Ana sudah memasuki bulan lahirnya..Evan sangat protektif terhadap Ana..dia tak masuk kerja sudah 2minggu lebih..dia tak mau terjadi sesuatu pada Ana.
"Kau mau makan apa baby..?"
"Aku tidak lapar babe..perutku melilit sejak tadi tapi hilang timbul "
"Apa tidak apa-apa..apa sakit..apa harus ke rumah sakit..apa sudah waktunya melahirkan..?"
"Hey..hey..hey..jangan panik..lebih baik ke rumah sakit saja aku tidak mau terjadi apapun pada anakku babe"
"Baiklah..ayo pelan-pelan"
Evan menuntun Ana dengan hati-hati..dia tak membiarkan Ana berjalan sendirian..takut jika terpeleset atau apapun itu.. pokoknya Evan tidak membiarkan Ana sendirian.
Saat Ana dan Evan sudah sampai di pintu keluar tiba-tiba bagian bawah ana basah.. Ana berhenti sebentar untuk melihat bagian bawahnya.
"Babe sepertinya aku ngompol tapi tidak terasa ingin pipis tadi.. bagaimana..?"
"Hah.. maksud nya..?"
Evan melihat bagian bawah Ana yang sudah basah..ada genangan air di sekitar kaki ana yang masih mengalir..Evan terkejut melihat air itu keluar dari bagian sensitif Ana.
"Baby kau mau melahirkan sayang..astaga bagaimana ini..aduh"
"Ayo ke rumah sakit babe..jangan panik aku masih bisa jalan"
"Kau itu mau melahirkan tapi kenapa santai sekali baby..?"
"Entahlah.."
Evan tak percaya dengan Ana.. bisa-bisanya di saat dia hendak melahirkan tapi masih sesantai ini..apakah dia tak merasakan sakit atau semacamnya.
Tak mau banyak bicara lagi Evan menggendong Ana menuju mobil..dia segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Evan tak peduli dengan pengguna jalan lain yang dia pedulikan saat ini adalah istri nya mau melahirkan..dia harus segera sampai di rumah sakit sebelum lahir di mobil.
"Babe pelan saja jangan terburu-buru"
"Pelan bagaimana baby..kau mau melahirkan tapi astaga...sudah diamlah"
"Iya"
Ana jadi ciut..dia tak berani menjawab atau menegur Evan..saat ini Evan tengah di landa panik karena dia mau melahirkan.
Sampai di rumah sakit Evan dan Ana di sambut beberapa petugas medis yang sudah dia hubungi tadi sewaktu di perjalanan.
Semua persiapan telah siap di lakukan.. Ana meringis ketika terjadi kontraksi..tadi tidak sakit tapi sekarang kenapa sakit..dia bahkan meremas tangan Evan sekuat tenaga di saat rasa itu datang lagi.
"Ssshhh babe sakit arkhhh"
"Tahan baby.. sebentar lagi kita akan menyambut buah hati kita..kuat sayang bertahan demi aku dan anak kita"
Ana semakin meringis ketika kontraksinya semakin sering dan jalan lahirnya sudah terbuka sempurna..dokter mengarahkan Ana agar mengejan ketika mendapat dorongan dari dalam.
"Arkhhhhhh..huhhhft..huhhft.. huhhft"
"Ayo nona dorong lagi..iya nona sedikit lagi..ayo nona kepala nya sudah terlihat..lagi nona..iya..sedikit lagi..dan....
Oek...oek....
Evan dan Ana bernafas lega ketika mendengar suara tangis sang malaikat kecil mereka..Evan bahkan meneteskan air matanya.
"Baby..anak kita..anak kita sudah lahir..hiks"
"Iya babe.. akhirnya kita jadi orangtua"
"Terimakasih baby.. terimakasih"
Evan melihat malaikat kecil nya..sangat tampan sepertinya..dia tersenyum..dia kembali ke samping Ana.. Ana menutup matanya..Evan panik dan bertanya pada dokter.
"Dokter kenapa istri saya menutup matanya..apa dia baik-baik saja..?"
"Tenang tuan..nona hanya kelelahan..biar kami bersihkan dulu setelah itu kami pindahkan ke ruang rawat"
"Oh baiklah..syukur jika tak terjadi apapun pada istri saya"
Evan keluar dari ruang bersalin dan di sambut oleh Rafka juga Elly..Elly tengah mengandung 3 bulan perutnya sudah terlihat agak membuncit sedikit.
"Bagaimana bos..?"
"Aku jadi Daddy Rafka..aku seorang ayah..hahaha"
"Selamat bos..kami turut bahagia"
"Terimakasih Rafka..maaf aku harus merepotkan mu lagi untuk menghandle pekerjaan"
"Tidak usah di pikirkan bos..sudah jadi tugas saya"
Mereka mengobrol setelah berada di ruangan rawat Ana.. Ana di bawa masuk kedalam ruang rawat oleh suster..Evan mendekati Ana yang masih memejamkan matanya.
"Terimakasih sayang telah memberi. kado terindah dan tiada duanya untukku..love you Ana"