
5 Bulan kemudian>>>>>>
Usia baby Nath sudah 5 bulan..tak terasa waktu begitu cepat berlalu..Evan dan Ana senang bisa melihat perkembangan anaknya.
Baby Nath semakin pintar dia begitu aktif hingga membuat Evan si tuan maha benar itu kewalahan..dia sempat protes pada perawat yang bertugas khusus untuk memantau perkembangan anaknya karena anaknya menyembur-nyemburkan liur dari mulutnya hingga basah semua bajunya.
Perawat itu hanya mengatakan bahwa itu memang salah satu perkembangan baby Nath yang semakin aktif dan pintar..Evan tidak terima dengan kata-kata perawat itu yang mengatakan bahwa anaknya pintar menyembur-nyemburkan liur.
Pernah juga Evan melihat baby Nath merangkak menggunakan tangan dan menyeret perut dan juga kakinya..Evan geram dengan perawat itu dan berkata dengan emosi.
"Kau gila hah..kenapa anakku merangkak begitu.. cepat periksa keadaan nya aku tidak mau anakku kenapa-kenapa.. cepat"
'Tuan tolong kondisi kan emosi anda..astaga sebenarnya tuan ini mahkluk apa sih kenapa aneh begini' batin perawat itu dengan pasrah.
"Tuan itu kondisi yang normal bagi bayi..anak anda sedang belajar melatih otot tangan dan kakinya tuan" jelas perawat itu dengan sabar.
"Kau yakin anakku tidak kenapa-kenapa..tapi kenapa bayi harus melakukan hal seperti ini..?"
"Maaf tuan sudah dari sananya bayi memang begitu"
"Baiklah..kau boleh pergi aku akan menemani anakku"
"Baik tuan..permisi"
Perawat itu menghembuskan nafas lega.. bagaimana bisa ada manusia seperti tuannya itu..astaga satu mahkluk seperti tuannya saja sudah membuatnya mengelus dada apalagi jika banyak huhhh mati saja lah dia.
Ana datang membawa buah dan jus untuk baby Nath..dia menjadi seorang ibu yang sangat perhatian terhadap baby Nath..dia mencurahkan semua waktunya untuk baby Nath.
"Hay Hay Hay kalian sedang apa..?" sapa Ana ketika sudah masuk kedalam kamar baby Nath.
"Mommy..mommy datang boy..yeyyyy"
"Baby Nath gendong dulu babe..aku mau memberikan buah ini padanya"
"Ok baby"
Evan menggendong baby Nath dengan hati-hati.. gendongannya sudah semakin baik dari sebelumnya.. Ana dengan telaten mengajarkan cara menggendong yang benar dan nyaman pada Evan.
Awalnya Evan ragu tapi setelah dia coba akhirnya dia bisa juga walau belum terlalu sempurna..dia senang bisa melakukan hal sepele seperti itu untuk anaknya.
"Ayo sayang buka mulutnya"
Baby Nath membuka mulutnya ketika di suapi buah oleh Ana..bibirnya mengecap merasakan rasa buah yang ada di mulut nya..enak..pikirnya.
Baby Nath melepeh buah yang ana berikan ketika sudah kenyang..dia tak ingin mengunyah lagi..mulutnya sudah penuh sesak dengan sumpalan buah dari Mommy nya.
"Eh kenapa di keluarkan lagi sayang..aduh baby ini kenapa..apa perlu aku hubungi dokter"
Evan panik melihat baby Nath melepeh buah yang ada di mulutnya.. Evan pikir baby Nath keracunan makanan atau terjadi sesuatu mungkin jadi dia panik sendiri.
"Hey babe jangan panik..aku sudah bilang jangan panikan begitu..baby Nath baik-baik saja dia sudah kenyang jadi dia melepeh buah yang di mulutnya" jelas Ana pada Evan yang membuat Evan bernafas lega.
"Baiklah..aku pikir baby Nath kenapa-kenapa sayang"
"Sudah sekarang bantu aku melap mulutnya itu..ayo"
"Baiklah baby..c'mon boy kita bersih-bersih"
Ana bahagia melihat Evan begitu menyayangi baby Nath..dia akan berusaha membuatnya menerima ibunya kembali..hasilnya tidak ada yang tau apakah mereka akan mulai berdamai atau masih terlibat perang dingin.