OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 24_Kau Bukan Dadyku



Hari pernikahan tuan Johan dan Natali telah di depan mata..hari ini mereka akan meresmikan hubungan mereka menjadi suami istri yang sah.


Natali tengah berada di kamar nya..dia menelpon seseorang dan mengatakan untuk bersiap karena rencana mereka sebentar lagi akan di mulai.


"Kau harus melakukannya..jika tidak maka kau takkan mendapatkan apapun dariku" ucap Natali tegas.


Orang di seberang sana hanya bisa pasrah demi harta tuan Johan dia rela meskipun menjadi supir tuan Johan nantinya.


"Baiklah kapan aku bisa mulai kerja..?"


"Seminggu setelah aku menikah kau bisa datang dengan mengaku sebagai sepupuku..kau paham sayang..?"


"Ya baiklah aku mengerti sayang.."


"Sudah ku tutup dulu nanti ada yang masuk"


"Baiklah "


Natali kembali merapikan riasannya..dia begitu senang akhirnya gelar Nyonya Arguelo sebentar lagi dia sandang.


Acarapun berlangsung dengan lancar..mereka sudah resmi menjadi suami dan istri.


Tuan Johan terlihat sedikit sedih karena anaknya tidak ada di sini..dia rindu tapi dia gengsi untuk mengungkapnya.


Tiba-tiba dari arah pintu masuk terlihat sepasang kekasih tengah berjalan menuju ke arah tuan Johan dan juga Natali.


"Ana.." ucap tuan Johan lirih.



Penampilan Ana yang begitu anggun..banyak pria yang memandangnya dengan tatapan penuh damba..sedangkan Evan..dia juga tak kalah tampan dan sangat cocok berdampingan dengan Ana.



Aura penuh intimidasi begitu kuat dan melekat padanya.. benar-benar tidak ada duanya.


"Evan..aku sedikit gerogi"


"Santai baby..ada aku"


"Huhh baiklah"


"Awas ngompol "


"EVAN..."


Ana geram dengan candaan Evan tapi itu berhasil membuat Ana rileks lagi..Evan memang paling tau tentang Ana.


"Are you ready..?" tanya Evan yang sudah menggenggam tangan Ana.


"Ya.."


Mereka menuju panggung tempat tuan Johan dan Natali berada..Evan dan Ana sedari masuk sudah mencuri perhatian semua tamu.


"Ada hubungan apa antara tuan Revano dan nona Ana..ya ?"


"Sepertinya akan ada perang dunia kedua nih.."


Bisik-bisik tetangga mulai terdengar di setiap sudut ruangan itu.


Evan dan Ana sampai di atas mimbar tempat tuan Johan dan Natali..Evan menyalami tuan Johan tapi Evan mengacuhkan Natali..dia tak sudi bersalaman dengan perempuan itu.


"Selamat atas pernikahan anda tuan Johan..semoga langgeng dan tidak ada penyesalan kedepannya"


Tuan Johan hanya diam dan menjabat tangan Evan dia juga mengucapkan terimakasih pada tuan Evan.


"Terimakasih atas kehadirannya tuan Revano Julian Draxler"


"Tidak usah sungkan tuan Johan..sayang kau tak mengucapkan selamat pada tuan Johan..?"


"Ya..tentu saja"


Ana berdiri di hadapan tuan Johan dan Natali..dia menatap keduanya dengan tatapan penuh kecewa.


"Selamat atas pernikahan anda tuan Johan Arguelo"


Tuan Johan tak kuasa menahan gejolak rindu dalam hati nya..dia memeluk Ana dengan erat..Ana membiarkan sebentar dan kemudian melepas pelukannya.


"Maaf tuan Johan sebaik nya anda menjaga sikap di depan para tamu undangan anda yang terhormat"


"Ana..maafkan Daddy"


"Daddy..hahaha..aku tak punya Daddy sejak aku keluar dari rumah kediaman Arguelo..jadi anda pasti salah orang tuan"


"Ana..apa maksud mu ..?"


"KAU BUKAN DADDYKU"


Tuan Johan lemas mendengar penuturan Ana..sakit hatinya..sungguh dia tidak tau akan jadi seperti ini.


"Honey ayo pulang..anak kita lelah" ucap Ana dengan manjanya.


Evan melotot mendengar ucapan Ana..tapi kemudian dia tersenyum manis dan meraih pinggang Ana kemudian pergi meninggalkan kedua pengantin yang masih terbengong.


"Lihat saja nanti di rumah habis kau olehku baby" ucap Evan dengan senyum miringnya.


"Do..what you want to do honey" Ana menantang Evan untuk melakukan apapun yang ingin Evan lakukan.


"Oh shitt..Ana kau sudah berani menggoda ku hmm..?"


Ana dengan jahilnya mengelus jamur Evan yang tengh tidur dan seketika terbangun akibat kenakalan tangan Ana.


Ana hanya tersenyum jahil menatap Evan dan keduanya melenggang pergi dari gedung itu..Evan akan melakukan yang seharusnya dia lakukan..sepulang dari pesta dia akan ke kantor Capil dan menikahi Ana hari itu juga.