OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 50_Ana Yang Mellow



Evan memilih menunggu Rafka memesankan minuman untuk nya..dia tak mau ambil pusing.. Rafka sudah mengaturnya dengan teliti.


Rafka keluar dari ruangan itu..dia menuju kasir untuk memesan minuman untuk bosnya juga dirinya.. Rafka tak sengaja bertabrakan dengan seseorang.


"Argh..astaga" ucap orang itu yang ternyata adalah wanita.


"Kamu..astaga " ucap Rafka tak percaya.


"Tuan Rafka..wah sepertinya kita berjodoh ya..?"


"Hishhh sudah tidak usah menghayal..sana minggir"


"Hishh jutek sekali nanti bucin loh hihi"


Rafka bodo amat..hanya anak kecil..sudahlah dia tak mau bosnya menunggu terlalu lama..dia memesan minuman untuk dia dan Evan..dia minta di antarkan saja ke ruangan khusus yang dia pesan.


Rafka kembali ke ruangan itu..dia bergabung dengan Evan..mereka membahas proposal yang akan di bahas nanti dalam pertemuan ini.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang.. Rafka terkejut ketika melihat yang mengantarkan pesanan nya adalah Elly gadis yang membuatnya seperti orang bodoh.


"Permisi tuan ini pesanannya..eh ada tuan Rafka..wah kita berjodoh ya tuan"


Evan menautkan kedua alisnya..dia menatap Rafka Dan Elly bergantian..ada sesuatu sepertinya.


"Sudah sana keluar.. mengganggu saja"


Rafka kesal karena di ganggu terus oleh gadis itu..dia tak enak dengan bosnya..sungkan saja di saat mereka tengah membahas tentang pekerjaan malah di ganggu oleh gadis kecil itu.


Elly memilih keluar..dia tau tuan Rafka sedang ada pekerjaan..nanti saja kalau sudah selesai..dia senang bisa bertemu tuan Rafka lagi..apakah mereka benar berjodoh.


Skip....


"Kau rindu dengan Daddy nak..tapi Daddy sedang bekerja bagaimana..?"


Ana menghubungi Evan..dia ingin bertemu dengan Evan..anaknya benar-benar tidak sabaran..dia bahkan sampai berkaca-kaca di buatnya.


"Babe kau di kantor..?"


"Aku ada pertemuan dengan klien baby..ada apa..?".


"Hiks..aku merindukanmu babe hiks"


"Hiks huhuhu aku rindu babe..babe huwaaa pulanglah hiks"


Evan tak percaya Ana akan beringkah semanja ini..dia harus bagaimana..antara Ana atau pekerjaan..huhh bagaimana ini.


"Baiklah aku pulang sekarang ya..jangan menangis lagi oke..?"


"Iya cepatlah hiks"


Sambungan telepon terputus..Evan menghela nafasnya panjang..dia meminta Rafka menghandle pertemuan ini karena Ana tidak bisa di tinggal.. Rafka tak melarang dia juga tau jika wanita hamil moodnya berubah-ubah.


Evan memilih pulang..dia kebetulan tak jauh dari rumahnya..10 menit sampailah di rumah..dia masuk dan mencari keberadaan Ana.


"Baby..kau dimana sayang..?".


"Babe..kau pulang hiks..huhuhu aku merindukanmu"


"Hey jangan nangis.. udah ya aku kan udah pulang..anak Daddy nakal ya..jangan gitu nak kasihan mommy"


"Tiba-tiba aku rindu padamu..bahkan aku mual-mual hanya mengingatmu babe"


"Ya sudah kan aku sudah di sini..ayo ke kamar cuci wajahmu dulu"


Ana dan Evan ke kamar..wajah Ana penuh dengan air mata..dia mencuci wajahnya tapi kesulitan karena perut besarnya menghalanginya di wastafel.


Evan melihat Ana sedikit kesusahan dia membantu Ana..itu juga salahnya..dia harus bertanggung jawab.


"Sini biar aku bantu"


"Makasih babe"


"Sama-sama sayang"


Selesai dengan cuci wajah.. Ana duduk di pinggir ranjang..dia menunggu Evan membersihkan dirinya..dia dari luar pasti banyak kuman yang menempel.


"Kau senang Daddy sudah kembali..sudah ya jangan begitu lagi Daddy kan kerja buat kita"


Evan keluar dari kamar mandi..dia mendengar perkataan Ana pada perutnya..dia tersenyum..lucu sekali istrinya.