
Ana di bawa Evan menuju sofa agar tidak duduk di lantai dapur terus..tidak baik bagi calon anak mereka...Setelah duduk Evan membuatkan susu khusus ibu hamil yang Evan pesan langsung dengan pabriknya hanya spesial untuk sang istri dan calon buah hati nya.
"Mau coklat atau rasa apa baby..?"
"Rasa coklat tapi warnanya biru.."
Evan melongo itu susu bukan cat kaleng..astaga.
"Baby mana ada susu coklat warnanya biru..itukan susu baby bukan cat kaleng loh"
"Ya udah kalau nggak mau bikinin.."
Ana memalingkan wajahnya..dia merajuk pada Evan.
"Eh..baby..aduh..gimana ini..mana ada susu gitu"
"Ada..kalo aku bilang ada ya pasti ada..aku lihat kemarin"
"Hah" mulut Evan membeo.
Ana meluhat susu rasa coklat tapi warnanya biru..apakah dia sudah tidak waras lagi.
"Coba ceritakan dimana kamu melihatnya..?"
"Di dapur babe..sini aku tunjukan"
Evan dan Ana menuju dapur.. Ana membuka lemari dapur yang kemarin sempat dia tengok.
Ana mengambil satu kotak susu ibu hamil rasa coklat..Evan awalnya tampak biasa saja masih dengan seksama menantikan penjelasan istrinya.
"Ini kan bener rasa coklat warna biru apa kamu udah nggak beres matanya babe..?"
Evan..jangan di tanya dia sudah seprti orang habis tersetrum masih syok..jadi yang di maksud Ana adalah..susu ibu hamil rasa coklat,warna biru itu adalah warna kotak pembungkus nya..haha miris..padahal dia CEO yerkenal SE Asia tapi kok sekarang di buat bodoh sama istri sendiri.
"Hahahahaah...hahahahha...hahahah"
"Ahahha.. astaga istriku benar-benar..kenapa tidak bilang dari tadi sih..hahahah"
Evan berusaha menghentikan tawanya..dia menoleh ke kanan kiri dan belakang tapi yang di cari tidak ada di sana..istrinya hilang..pasti di kamar.
Evan beranjak menuju kamarnya..dia membuka pintu tapi kok susah..ternyata eh ternyata Ana sudah menguncinya..Ana sudah terlelap damai dalam selimut tebal dan juga di peluk guling yang hangat juga.
"Baby..buka sayang..Ana..masa aku tidur di luar sih..babe bukain sayang"
Nihil....
Nasibmu Van..makannya istri hamil jangan di tertawakan rasain sekarang.
"Sial...salahmu ini mulut sialan.."
Evan menepuk mulutnya yang dengan lancang tertawa terbahak-bahak di depan Ana.
"Baiklah seperti nya aku masih menyimpan kunci serep kamarku"
Evan mencari-cari di ruang kerjanya dan dapat.. akhirnya dia bisa tidur memeluk tubuh Ana..memang benar dia pintar dalam hal bisnis tapi bodoh ketika bersama Ana.
Ceklek....
Suara kunci berhasil di buka..perlahan Evan membuka dan masuk ke dalam..dia mendapati Ana tengh terlelap memeluk guling.
"Tugasmu cukup sampai di sini..sekarang biarkan aku yang di peluk istriku..sana jauh..jauh"
Evan melempar guling itu ke sembarang arah..dia kesal dengan guling itu karena seharusnya yang Ana peluk itu Evan bukan si guling sialan itu.
"Good night baby..good night anak Dady..love you all"
Evan mengelus pelan perut Ana yang masih rata..dia tak sabar ingin melihat perut Ana membesar pasti sangat menggemaskan..bulat..tembam..wah..seprti ikan buntal pikirnya.
"Cepatlah tumbuh dengan sehat ya sayangnya Dady..kami menunggumu di dunia"