
Elly kesal dengan sikap Rafka..tapi dia juga senang..kenapa senang karena Rafka sudah menunjukkan tanda-tanda dan respon akan perasaan nya.
Elly sudah sangat ingin mengakhiri drama ini tapi dia tak bisa melawan Ana..dia harus mengikuti saran Ana agar bisa mendapat satu kata dari Rafka yaitu 'cinta'.
"Huhh kalau suka bilang saja tuan..kenapa susah sekali sih mengatakan itu..aku kan jadi gemes" ucap Elly yang berbaring di sofa.
Elly lelah..dia akhirnya tertidur..hari juga semakin larut..dia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melanjutkan misinya.
Rafka keluar dari kamar dan mendapati sofa ruang tamu kosong..dia berjalan cepat dan menemukan Elly sedang tertidur di sana.
"Astaga aku kira kau pergi..huhh kenapa dengan perasaan ku ini..sial..apa mungkin..arghhh bagaimana bisa..dia kan hanya gadis kecil saja"
Rafka akhirnya menggendong Elly ke kamarnya..dia membaringkan tubuh Elly secara perlahan..dia menyelimuti Elly dengan hati-hati berharap agar tidak menggangu tidur gadis itu.
"Huhh.. seperti nya kau berhasil masuk kedalam hatiku gadis nakal.. baiklah mulai sekarang aku tidak akan melepaskan mu"
Rafka mencium kening Elly..dia tersenyum ketika mengingat awal pertemuan nya dengan gadis ini.. benar-benar tidak terduga.
Paginya.......
Elly bangun ketika sinar matahari menyilaukan matanya..dia membuka matanya perlahan merasa terganggu oleh sinar matahari itu.
"Hoammm sudah pagi rupanya..eh aku dimana..?"
Elly melihat sekitar ruangan dia di kamar..tapi tunggu Elly melihat bajunya..masih utuh.. syukurlah tidak terjadi apa-apa dengan nya.
"Kau sudah bangun"
Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan nya..Elly menoleh ke asal suara dan mendapati seorang laki-laki tampan yang begitu dia puja tengah menatapnya dengan intens..salah tingkah kan jadinya.
"Tuan..tuan Rafka kenapa ada di sini..?"
"Ini kamarku"
"Ya.. kenapa..?"
"Ya.. tapi kenapa saya ada di sini..seingat saya kan saya sedang di sofa kemudian mengantuk dan tidur di sana"
"Aku memindahkan mu"
"APAAAA..berani sekali tuan berbuat begitu..sudahlah aku mau pulang mau kerja cari nafkah"
Elly beranjak dari tempat tidur..dia ingin keluar tapi Rafka tidak bergeming..dia masih di tengah pintu tidak bergeser ataupun berpindah..kan dia jadi bingung harus apa.
"Tuan bisa kah anda minggir sedikit saja..saya mau lewat"
"Tidak"
"Ishhh tuan kenapa sih..kenapa jadi aneh begini..bukannya tuan yang minta saya untuk menjauhi tuan lalu kenapa tuan malah sebaliknya"
Rafka tak menjawab dia maju dan Elly mundur..Rafka semakin maju dan Elly semakin mundur..Elly gerogi takut tidak bisa menahan perasaannya.
"Aku sudah bilang kau tidak boleh pergi dari sini..mulai sekarang kau adalah milikku..mengerti..?"
"Apa maksudmu tuan..seenaknya melebeli ku milik anda..tidak usah mimpi..saya sudah menyerahmmphh"
Elly di bungkam bibir Rafka..Rafka gemas mendengar celotehan Elly..dia tidak tahan untuk tidak mencecap bibir cerewet itu.
Rafka terus memainkan bibirnya..atas bawah dia singgahi..Elly terhanyut oleh permainan bibir Rafka..dia tak tahan untuk tidak membalasnya tapi dia masih kaku..dia tidak pernah mencium atau di cium sebelumnya.
Rafka menyudahi sesi kissing nya..dia lap sisa Saliva di bibir Elly..dia cium kening gadis itu..dia peluk tubuh Elly.
"Maafkan aku..aku baru menyadari perasaan ku"