OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 40_Tidak Mempan Juga



Evan dan Ana sudah di kamar..Ana tau emosi Evan saat ini tengah naik turun..dia tidak mau menambahi masalah atau beban pikiran Evan.


"Babe..you ok..?" tanya Ana sambil memeluk Evan.


Evan membalas pelukan Ana..dia kecup singkat kening Ana..dia merasakan kehangatan dari Ana.


"Im ok..sorry for all"


"It's ok babe..kau mau ku pijat..aku ahli dalam pijat memijat loh" ucap Ana sambil mengerlingkan matanya sebelah.


Evan tertawa melihat tingkah Ana..dia terhibur dengan candaan Ana..dia tak tahan akhirnya dia menyerang Ana tanpa melukai calon anaknya.


"Kau yang memulai baby..rasakan hukuman dariku"


Ana sudah pasrah dia tak akan menang melawan Evan..dia juga suka.. entahlah mungkin efek hormon kehamilannya..dia jadi mesum begini.


"Ah..jangan di gigit babe..sshh"


Evan begitu gemas dengan Ana..dia sampai menggigit pucuk squisy nya gemas..dia mulai melembut..dia tak ingin menyakiti anaknya.


"Maaf..aku tidak bisa menahan diri baby.."


"It's ok babe.. pelan-pelan saja"


Dan oerang ranjang pun terjadi dengan penuh gairahh..Evan benar-benar di buat merem melek karena pijatan dari inti Ana.


Skip haredang.......


Mama Evan masih syok..dia tak percaya Evan bisa berlaku kasar meski itu dengannya sekalipun..apakah Evan sudah di cuci otak nya oleh gadis itu.


"Aku tidak akan membiarkan anakku terjebak oleh gadis itu..akan aku lakukan apapun untuk melindungi anakku"


Evan kecil hanya bisa menangis dan memanggil namanya jika merindukan sosok ibunya..namun semakin bertambahnya tahun dan usia Evan kecil mulai terbiasa dengan sikap dan suasana di sekitarnya.


Evan mulai merintis karirnya sendiri..dia jatuh bangun memulai bisnis nya..tanpa bantuan orang tua apalagi saudara..hanya asistennya yang setia mendampinginya di saat susah dan senang.


"Evan maafkan momy nak..momy akan menebus semua waktu yang telah hilang nak..maafkan mommy Vano"


Mama Evan merenung sesaat..dia akan membuat rencana yang lebih matang lagi supaya Evan bisa terlepas dari gadis itu.


Mama Evan menghubungi anak kenalannya..dia mengatakan ingin menjodohkan putranya dengan putri kenalannya..tentu saja kenalannya mama Evan sangat girang dan sumringah..siapa yang tidak tau Revano Julian Draxler..seorang pengusaha sukses di asia yang paling berpengaruh dalam bidang masing-masing.


Mama Evan menyudahi panggilannya..dia janjian dengan temannya untuk bertemu di salah satu cafe dekat kantor Evan..dia akan membuat rencananya semakin lancar.


"Lihatlah nak pilihan momy tidak akan mengecewakan mu..dialebih pantas daripada gadis itu..momy tidak akan pernah mau mempunyai menantu seperti gafis itu.."


Mama evab membaringkan tubuhnya karena lelah dan sakit di punggungnya bekas lemparan vas bunga dari Evan.


Suami mama Evan mendengar semuanya..dia menghela nafasnya panjang..dia tak ingin istri nya itu semakin di benci oleh anak sambungnya.


"Mom..kenapa kau melakukan hak bodoh ini..apa yang kau lakukan malah membuat Evan semakin membencimu mom..aku tidak akan membiarkan ini terjadi"


Papa sambung Evan menghubungi Evan namun naas ponsel Evan mati..dia hanya mengirim pesan singkat pada Evan harap-harap Evan membacanya besok DNA bisa bersiap-siap menghadapi yang akan terjadi.


Evan telah selesai dengan permainannya..dia puas melihat Ana terkapar tak berdaya di kasur..dia tersenyum ketika melihat banyaknya bekas merah di tubuh Ana.


"Aku terlalu berlebihan seperti nya..kasihan istriku"


Evan mandi dna bergangi pakaian..dia membuka ponselnya..dia melihat ada sebuah pesan dari nomor tak di kenal..dia membacanya tanpa membalasnya.


"Seperti nya aku terlalu bermurah hati padanya..lihatlah apa yang akan ku lakukan besok..brmain denganku hanya akan membawa petaka bagi kehidupan mu wanita tua"