OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 42_Ariana Sang Pawang



Evan membawa Ariana membeli es krim di tempat biasa..dia sudah lebih tenang.. emosinya sudah redup jika di dekat pawangnya.


Rafka menghela nafasnya lega..tidak terjadi pertumpahan darah di kantor..dia memberi peringatan kepada maam Evan dan Janet.


"Jika kalian masih ingin bernafas maka jauhi tuan Evan dan nyonya Ariana..jika tuan Evan seperti itu lagi tanpa ada pawangnya maka tamatlah riwayat kalian..camkan itu" ucap Rafka datar.


"Kau hanya asisten..tidak sopan berbicara seperti itu pada ibu bosmu..cih" ucap Janet yang masih memegangi lehernya.


Rafka hanya tersenyum miring menanggapi Janet..dia tau kisah hidup bosnya..sejak awal karir hingga sukses dialah yang selalu ada di samping bosnya.


"Begitukah nona..coba tanyakan pada nyonya di sebelah anda.. bagaimana dia menyingkirkan tuan Evan dari hidupnya dan memilih pergi meninggalkan tuan Evan kecil bersama pengasuh nya"


Mama Evan tersentil dengan kata-kata Rafka..dia menunduk..memang benar dia yang salah sudah meninggalkan Evan sewaktu kecil.


Janet tak menjawab..dia kicep..dia memikirkan rencana lagi untuk bisa mendapatkan Evan..dia tak mau kehilangan pria mapan..tampan dan super bilionaire itu.


Skip......


"Babe kau menyebalkan ishhh"


"Hahah..maaf baby..aku hanya mau yang kau pegang saja"


"Ishhh laku aku makan apa..aku malas kesana kemari babe"


"Baiklah aku mengalah..ini"


Ana melongo dia tak percaya..Evan menyerahkan cup eskrim kosong padanya..suaminya itu minta di garuk ternyata.


"Babe...kau jahat..masa aku di kasih cup kosong saja"


"Hahaha.. baiklah aku belikan lagi ya..jangan ngambek nanti tambah cantik"


"Ishhh gombal"


Evan membeli eskrim lagi untuk Ana..dia juga merasa bersalah karena sudah menghabiskan 3 cup eskrim milik Ana.


Ana menunggu dengan liur yang sudah berada di batas bendungan..jika berbicara sedikit saja maka liurnya akan keluar..saking tidak sabarnya ingin makan eskrim.


"Ini..habiskan ya..?"


"Wahh..thanks babe..love you Dady"


"Love you more kesayangan"


Ana memakan eskrimnya dengan bahagia..mereka memutuskan untuk pulang saja..mood kerja Evan juga sudah hilang.


Sampailah mereka di rumah..Evan turun dan menuntun Ana masuk ketika sampai di dalam mereka terkejut dengan kehadiran mama Evan dengan Janet..belum puas dan belum kapok juga ternyata mereka.


"SIAPA YANG MENGIJINKAN KALIAN MASUK HAH..?"suara Evan menggelegar hingga para pelayan keluar.


"Evan tolong maafkan bibi..dia hanya ingin yang terbaik untuk kebahagiaan mu..kau harusnya lebih bijak dalam memilih pasangan bukan seperti..ehem.." sindir Janet yang membuat Ana melengkungkan bibirnya.


"Lancang sekali mulutmu berkata seperti itu..kau ingin segera bertemu tuhan hah.. baiklah akan aku kabulkan" ucap Evan dengan mata memerah.


Ana hanya diam sambil menatap dua wanita beda usia di hadapannya..dia mau melihat bisa apa wanita itu menghadapi Evan yang sudah bukan Evan lagi.


Evan mengambil sebuah vas bunga..dia tak segan-segan melemparkan pada Janet hingga Janet memekik ketakutan..dia tak menyangka Evan berubah lagi menjadi iblis menyeramkan.


"Babe aku haus" ucap Ana lembut pada Evan.


Evan menghentikan aksinya..dia menoleh ke arah Ana dia kecup singkat kening nya kemudian berkata dengan lembut.


"Kau haus.. sebentar aku ambilkan ya..mau jus atau air dingin..?"


"Jus saja babe"


"Baiklah..duduk dulu jangan kemana-mana"


"Iya Dady"


Evan tersenyum mendengar kata'Dady'..dia melangkah menuju dapur untuk mengambil minum buat Ana.


Mama Evan dan Janet saling tatap..kenapa Evan berubah lagi ketika gadis itu sudah berbicara.


"Kalian kenapa..bingung..heran..atau kaget..?"


Ana tersenyum mengejek melihat wajah kebingungan dua wanita beda usia di hadapannya.


"Biar ku jelaskan..Evan hanya akan mendengarkan kata-kata ku..jika aku berkata bunuh maka kalian semua akan mati di sini..tapi jika aku berkata lepaskan maka kalian akan selamat.. bagaimana apa kalian percaya..?"


"Cih..wanita penggoda yang hanya menginginkan harta Evan saja..jangan berbesar hati kau..lihat saja Evan pasti akan memilih ibunya daripada wanita murahan seperti mu" ucap Janet dengan nada sombong nya.


"Baiklah boleh kita coba"


Evan datang dengan segelas jus di tangannya..dia mendekati Ana..dia memberikan jus itu pada Ana..ana menghabiskan jus itu dan menatao Evan dengan raut wajah sendu.


"Baby kau kenapa..apa tidak enak..katakan sayang..?"


"Babe..mereka..mereka menghinaku murahan..katanya aku hanya penggoda" ucap Ana dengan sedih.


"Katakan apa yang kau mau aku lakukan pada mereka..?"


"Tampar perempuan itu babe..aku tak suka mulutnya"


"Baiklah baby..asalkan kau bisa puas"


Evan mendekati Janet kemudian dia menampar nya dengan kuat hingga bibirnya pecah..mama Evan terperangah melihat betapa Evan sangat menurut pada gadis itu.