OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 67_Memalukan



Natali duduk di depan Ana juga Evan dan pengacara tuan Johan..dia amat sangat marah dengan keputusan final pengacara tuan Johan.


Natali akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan semua harta kekayaan tuan Johan..dia harus bisa mendapatkan nya.


"Saya mengajukan keberatan dengan keputusan anda..saya yang selama ini merawat tuan Johan di saat sakit sedangkan anak itu dia bahkan tidak sekalipun menjenguk ayahnya di rumah..saya tidak bisa menerima ini"


Ana hanya tersenyum menanggapi protes Natali..dia bodo amat tentang harta.. Evan sudah mendapatkan kabar dari orang suruhannya dia tersenyum melihat bukti yang ada.


"Pak pengacara sebenarnya wanita itu tidak pantas mendapatkan satu peserpun uang atau harta tuan Johan karena dia telah merencanakan semua ini dengan rekannya" Evan memberikan ponsel nya pada pengacara tuan Johan.


Pengacara tuan Johan melihat isi rekaman itu dan tercengang.. bagaimana bisa ada wanita sekejam Natali..astaga dia tak menyangka ternyata kematian tuan Johan adalah rencana wanita gila itu.


"Nyonya Natali bisakah anda menjelaskan apa maksud semua ini..?" tanya pengacara tuan Johan sambil menunjukkan ponsel Evan.


Natali menerima Ponsel itu dan melihat isi rekaman nya


..dia tercengang bagaimana bisa ada bukti rekaman kemarin..dia rasa sudah menonaktifkan semua kamera pengawas.


"Tidak ini bukan saya..ini pasti editan..ya ini editan"


"Sebaiknya kau jelaskan di kantor polisi wanita ular" ucap Ana dengan sorot mata tajamnya.


"Ini pasti ulahmu kan Ariana..kau benar-benar tega memfitnah ibu tiri mu sendiri..aku sudah merelakan waktuku untuk menjaga ayahmu tapi kau malah membalas ku dengan kejam"


" Tidak usah banyak drama..babe apa mereka sudah sampai..?"


"Sudah baby.."


"Baiklah..pelayan tolong jemput tamu di depan".


"Baik nona"


Pelayan itu menjemput tamu di depan..2 orang polisi sedang menunggu di depan rumah..pelayan itu membawa dua polisi itu kedalam dan menemui Ana.


"Nona tamu anda"


"Terimakasih kembalilah"


"Baik nona.. permisi"


Setelah pelayan itu pergi Ana menyambut kedatangan polisi itu di sertai Evan dan pengacara tuan Johan..Natali tampak khawatir melihat dua orang polisi di depannya.


"Selamat siang tuan dan nona..maaf mengganggu waktu nya..kami kesini karena ada yang melaporkan tindak pembunuhan berencana"


"Silahkan duduk dulu..saya yang melaporkan tadi pagi" jawab Evan santai.


"Ini semua bukti yang kalian butuhkan..usut hingga tuntas..saya tidak mau tuan Johan tidak mendapatkan keadilan dan tidak tenang di alam sana"


"Baik tuan..mari nyonya ikut kami dan anda bisa menjelaskan semuanya nanti di kantor polisi..permisi tuan dan nona sekalian..borgol dia"


"Siap Ndan"


Natali meronta dan berteriak minta di lepaskan..dia tak mau terkurung di dalam penjara..dia tak sudi.


"Lepaskan aku.. Ariana tunggu pembalasanku"


"Arghhhh lepas"


Ariana hanya diam..dia tak peduli dengan jeritan Natali..dia sudah cukup bersabar menghadapi sikap muka duanya.


"Jika perutku tidak sebesar ini maka sudah habis dia di tanganku..huhh akhirnya selesai juga..babe pulang aku lelah"


"Baiklah ayo.. terimakasih pak atas waktunya..untuk harta tuan Johan sumbangkan pada yayasan amal yang membutuhkan saja..istriku tidak mau..untuk perusahaan dan usaha lainnya anda bisa membicarakan ini dengan orang kepercayaan tuan Johan yaitu Harris..saya dan istri permisi"


"Baik tuan..nona.."


Evan membawa Ana menuju rumah..dia tau Ana pasti sedih..tapi dia harus menguatkan Ana..dia tak mau Ana terlalu terbawa akan emosinya.


"Sedikit babe..aku ingin makan masakan mu"


"Baiklah..kau mau aku masakan apa..?"


"Emmm..apapun yang penting kau yang masak"


"Siap nyonya..akan saya laksanakan"


Ana hanya tertawa..dia sedikit terhibur dengan sikap Evan..dia tak mau terlalu kepikiran dan akan membahayakan bagi dia dan anaknya.


'Kau sudah tenang kan dad.. sekarang rasa sakitmu sudah aku balaskan.. beristirahatlah yang tenang di alam sana.. Ana selalu mendoakan mu dan mommy' batin Ana.


Sampailah mereka di rumah..Evan membantu Ana turun dari mobil..dia tak menggunakan mobil yang terlalu tinggi karena dia tak mau Ana kenapa-kenapa.


"Ayo sayang..kita masuk"


"Siap Daddy"


"Kau ini"


Mereka masuk kedalam dan mendapati mama Evan tengah menunggu kedatangan Evan..bahkan tidak sendirian..masih berani juga ternyata wanita tua itu.


"Evan.. akhirnya kau pulang nak" mama Evan bangkit dan mendekati Evan.


"Stop..jangan dekat-dekat " Evan langsung mencegah mamanya.


"Babe aku ke kamar dulu ya..?"


"Bersama sayang"


"Kau ada tamu babe.."


"No mereka tidak penting"


"Baiklah"


Ana dan Evan hendak melangkah menuju tangga tapi wanita yang bersama mama Evan mencekal lengan Evan dan berusaha menahannya.


Evan dan Ana berhenti.. Ana tak suka melihat miliknya di sentuh wanita lain.. bisa-bisa gatel-gatel nanti.


"Lepaskan tangan kotormu nona" ucap Ana.


"Kau siapa..kau hanya simpanan Evan saja..tidak usah belagu"


"Babe aku ingin memukul orang bolehkan..?"


"Sure do it baby..tapi harus hati-hati"


"Ok babe"


Ana sudah tidak tahan lagi melihat tingkah mama Evan dan wanita itu.. Ana mendekat ke arah wanita itu dan menendang perut wanita itu hingga tersungkur kebelakang.


Mama Evan terkejut melihat tingkah Ana..dia tak menyangka wanita seperti Ana bisa dekat dengan anaknya.


"Hey apa yang kau lakukan.. perempuan liar"ucap mama Evan.


"Tutup mulutmu nyonya George..aku sangat ingin merobek mulutmu sebenarnya..aku sudah tidak tahan dengan sikap bodohmu..jika aku berkata untuk membunuhmu sekarang maka Evan akan membunuhmu tanpa pikir panjang lagi..aku masih sabar dengan sikap dan kelakuan mu kemarin-kemarin tapi tidak untuk kali ini.. sepertinya kau sudah sangat ingin merasakan tamparan tanganku"


"Dasar wanita liar,.Evan begini kah kau memilih wanita untuk menjadi pendamping mu..wanita liar sepertinya tidak pantas untukmu nak"


PLAK.....


Ana menampar mulut mama Evan..dia sudah tidak tahan mendengar kata-kata nyeleneh mama Evan..Evan hanya diam menatap datar mamanya..jika tidak ada Ana maka dia yang akan menampar mamanya dan wanita itu hingga mati.


"Dengar nyonya George..anda hanya ibu yang tak di anggap yang sudah membuang anak yang begitu patuh terhadap anda dulu.. sekarang anda datang seolah-olah menjadi ibu yang baik bagi suamiku..hahaha..jangan bermimpi nyonya George..kau bisa membawa ribuan wanita jallang seperti dia tapi kau tak bisa membuat Evan berpaling dariku karena apa..kami saling mencintai..kau tentu tau dua orang yang saling mencintai bisa apa..karena kau juga pernah mengalaminya betul kan..jangan ganggu kami lagi atau kali ini tidak ada ampun lagi untukmu"