
Ariana berlari meninggalkan rumah tanpa membawa apapun..hanya pakaian yang melekat pada tubuhnya saja yang ia bawa..dia benar-benar hancur..ayah yang tak pernah memberikan kasih sayang padanya malah dengan seenaknya ingin mengatur hidupnya seperti dia mengatur ibunya dulu ketika masih hidup.
Ariana berlari tanpa peduli kakinya lecet karena tak memakai sandal..di tengh jalan Ariana terjatuh karena kakinya menginjak batu yang lumayan runcing..dan itu berhasil membuat kakinya berdarah.
"Sial..sial..sial.. arghhhhh..aku benci daddyyy" Ariana berteriak sambil menangis dan memegangi kakinya yang berdarah.
luka di kakinya tak seberapa dengan luka hatinya..dia begitu sakit..ayahnya ingin menyingkirkan dia dari kehidupannya.
Sementara itu Evan yang berada di perjalanan tiba-tiba ingin melihat rumah Ariana..dia berputar arah..tanpa sengaja dia melihat Ariana tengh duduk di jalanan sambil menangis..dia turun dari mobil dan menghampiri Ariana.
"Ana.."
Suara lembut itu berhasil mengalihkan perhatian Ariana..Ariana melihat Evan yang berada di depannya..tanpa di duga Ariana semakin kencang menangis nya..dan itu membuat Evan kelabakan..
"Hey kau kenapa..jangan seperti ini.. ayo ikut aku"
Evan membantu Ariana bangun ketika bangun Ariana meringis kesakitan..Evan melihat dan mendengar ringisan Ariana langsung mengalihkan perhatian nya pada kaki Ariana.
Benar saja kaki gadis itu terluka bahkan tiada alas kaki..ada apa sebenarnya dengan gadis ini.
Evan mengangkat tubuh Ariana dan menuju mobilnya..melihat betapa kacaunya Ariana Evan tak tega..dia biarkan Ariana menangis untuk menumpahkan segala beban yang ada di hatinya.
Tak berapa lama mobil Evan sampai di kediaman nya.
Ariana takjub melihat bangunan megah di hadapannya..wah ternyata dia orang kaya.
Setelah memarkirkan mobilnya..Evan kemudian keluar dan menghampiri Ariana..dengan sigap dia menggendong Ariana..Evan membawa Ariana ke kamarnya..ntahlah fikirannya kosong hingga dia membawa gadis itu ke kamarnya.
Evan sampai di kamarnya dan membaringkan tubuh Ariana di atas ranjangnya.
"Wah..2kali ukuran kamarku" Ariana bergumam pelan namun masih dapat di dengar Evan.
"Kau istirahat saja..baringkan tubuhmu..biar ku obati lukamu dulu"
"Ah.. terimakasih tu..-eh Evan"
"Sama-sama"
Evan melakukan tugasnya mengobati kaki Ariana yang lecet dan berdarah..setelah selesai dia melihat Ariana telah terlelap..tanpa dia sadari dia mendekat ke arah Ariana dan cup..ciuman lembut dia daratkan di kening gadis itu.
Evan membereskan kotak p3k itu dan keluar..Evan meminta pelayan itu menggantikan dan membersihkan tubuh Ariana..Evan melihat Ariana begitu kacau..matanya menyiratkan bahwa dia tengh kesakitan.
Tak berapa lama Ariana telah berganti pakaian serta sudah lebih fresh..Evan masuk dan duduk di samping Ariana..dia usap lembut kepala Ariana.
"Apa yang kau alami sebenarnya..kenapa kau begitu kacau setiap kali kita bertemu..semoga setelah sadar nanti kau mau membagi beban mu padaku"
Selang beberapa menit kemudian Ariana terbangun dan mendapati seorang pria tampan tengah duduk di sofa sambil memainkan jarinya di laptor yang ada di hadapannya.
"Kau sudah bangun.. bagaimana perasaan mu..?" tanya Evan lembut.
"Aku..sudah lebih baik.. terimakasih " jawab Ariana dengan suara bergetar.
Evan duduk di sampingnya dan mengusap rambutnya pelan.
"Kau kenapa..jika ada masalah bolehkah kau bagi denganku..aku tak seprti ibu-ibu rempong kok"
Ariana tertawa dalam tangisnya..dia terhibur dengan candaan Evan.
"Nah gitu dong kan jadi kelihatan cantiknya..ada apa hm..?"
"Aku..aku kabur dari rumah"
"Apa ada masalah..?"
"Ayahku ingin mengirimku ke luar negeri dan menempatkan ku di asrama..dia bilang demi kebaikanku tapi padahal dia hanya ingin menyingkirkan ku dari kehidupannya"
"Tunggu..dia ayah kandung mu kan..lalu ibumu..?"
"Ibuku sudah tiada sejak aku bayi"
"Maaf..bukan bermaksud untuk melukai perasaan mu lagi"
"Tidak apa-apa.. terimakasih mau menolong ku lagi"
"Tidak apa-apa..lalu sekarang bagaimana..?"
"Ntahlah..mungkin aku akan bekerja dan menyewa rumah saja untuk sementara aku bisa tinggal dengan temanku".
" Tinggallah Bersamaku..temani aku di sini..kau bisa bekerja denganku sebagai asisten pribadi ku.. bagaimana..?"