OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 71_Rena Yang Tragis



Evan puas menyiksa Rena dengan penjepit paku itu..dia melihat kedua telinga Rena sudah robek dan berdarah-darah.


Evan menuju meja lagi dan mengambil gunting..dia mau menggunduli rambut Rena..dia ingin melakukan pembunuhan yang teramat menyakitkan bagi Rena.


"Ambilkan bensin dan bawa kemari"


"Baik tuan"


Anak buah Evan mengambil bensin sesuai perintah Evan..mereka membawa bensin itu ke hadapan Evan lengkap dengan koreknya sekaligus.


"Ini tuan"


"Hm..pegang tangannya"


"Baik taun"


Anak buah Evan memegang lengan Rena..mereka memegang Rena dengan erat..Evan mulai menuangkan bensin itu kedalam mulut Rena..dia akan membuat kematian yang menyakitkan untuk Rena..inilah balasannya jika berani mengusik ketenangan keluarga nya.


"Evan aku mohon..bunuh aku..bunuh aku Evan"


"Aku akan membunuh mu tapi dengan kematian yang begitu menyakitkan"


"Arghhhhh jangan Evan..aku mohon"


Evan tak peduli dia menuangkan bensin itu pada mulut Rena hingga habislah satu botol bensin di telan Rena..Rena menggelengkan kepalanya..dia berusaha menolak tapi mulutnya di cengkraman oleh anak buah Evan dan mau tak mau bensin itu masuk kedalam mulutnya dan tertelan.


"Ambilkan koreknya"


"Baik tuan"


Korek sudah di depan matanya..dia menyalakan korek itu dan membakar rambut panjang Rena yang baru saja dia potong asal..dia tak jadi menggunduli rambut Rena.. akhirnya dia potong asal saja.


Potongan rambut itu sudah habis di bakar Evan..kini tinggallah sisa kulit telinga Rena..Evan membakar telinga Rena yang sudah sobek hingga tercium aroma daging bakar di ruangan itu.


"Buka mulutnya"


"Baik tuan"


Evan menyumpalkan Bakaran telinga Rena pada mulut Rena..telinga Rena masih panas dan Evan masukkan kedalam mulut Rena..Rena meronta-ronta ingin di lepaskan tapi Evan tidak peduli.


Mulut Rena di bekap menggunakan kain agar tidak berisik..mau tidak mau Rena mengunyah telinganya sendiri..Evan melihat itu dan tersenyum miring..dia kemudian mengambil air bekas minuman anjing peliharaan nya.


Evan meminumkan air itu pada Rena..lagi dan lagi Rena meronta-ronta tapi Evan dan yang lainnya tidak peduli..Evan terus meminumkan air itu hingga tandas.


"Bagaimana apakah sudah cukup untuk penderitaan mu jallang..?"


Rena menangis ..dia menyesal.. seharusnya dia tidak melakukan hal bodoh itu pada Ana..tapi dia tak bisa lari lagi dari kenyataan..dia harus membayar mahal atas perbuatannya.


"Baiklah aku akan akhiri permainannya.."


Evan sebelum nya sudah menguliti kaki dan lengan Rena kemudian kulit kepalanya juga sudah terlepas..Rena begitu menderita..hidup tidak mungkin mati juga tak kunjung menghampiri nya.


Evan sudah merasa cukup dengan semua penyiksa yang dia lakukan..dia kemudian mengambil sebuah pedang dan menyabetkan pada leher Rena dan seketika leher Rena terlepas dari tempatnya.


Dukhhh>>>>


Anak buah Evan mual melihat aksi gila Evan..mereka baru kali ini melihat Evan benar-benar membuat kematian yang menyakitkan untuk seseorang.


"Seperti nya bos sedang benar-benar marah"


"Ya kau benar..istri dan anaknya hampir tidak tertolong karena ulah wanita itu"


"Wah jadi begitu..pantas saja bos sangat mengerikan seperti iblis"


Evan membersihkan diri nya di kamar mandi ruangannya..dia tak mau Ana mencium bau anyir dari tubuhnya..dia ingin Ana mencium wanginya parfum baru yang Evan beli.


"Kalian bereskan sisanya aku akan pulang"


"Baik bos"


Evan menuju kediamannya..dia rindu dengan istrinya..sampailah dia di rumah..Evan bergegas turun dari mobil dan menuju kamarnya..dia ingin menemui Ana.


"Baby IM home"


"Hay Daddy.. darimana..?"


"Ada urusan sayang..sudah makan..?"


"Belum..maunya sama Daddy"


"Baiklah ayo"


"Maunya di kamar"


"Oke lah.. sebentar aku ambilkan ya..?"


"Iya Daddy.. terimakasih"


Evan menuju ruang makan dan mengambil makanan untuk Ana..dia sudah makan tadi sebelum kembali ke rumah..dia ingin Ana sehat maka dari itu dia secara khusus memanggil ahli gizi untuk mengatur pola makan Istrinya..dia akan melakukan apapun untuk Ana.


Evan bahkan mengundang chef yang sudah bekerja di restorannya selama 5 tahun untuk bekerja di rumahnya..dia ingin memastikan makanan untuk Ana dan anaknya terjamin.


Berlebihan sih kalau di lihat tapi jika di telaah dengan seksama Evan hanya ingin yang terbaik untuk keluarga kecilnya..dia tak mau terjadi sesuatu pada kesayangannya itu.


"Ayo makan dulu baby"


"Suapi Daddy"


"Baiklah"


Evan menyuapi Ana dengan penuh cinta..dia senang melihat Ana makan dengan lahap..tak sia-sia dia mengundang chef itu terbukti Ana makan dengan lahap.