OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 78_Akhir



Mama Evan masih setia menggendong baby Nath..matanya berkaca-kaca saat pertama kali menyentuh kulit halus baby Nath.


"Cucuku..hiks cucuku..ini Grandma sayang"


Mama Evan sangat terharu dengan miniatur Evan..dia jadi teringat saat dirinya meninggalkan Evan dulu andai saat itu otaknya masih sinkron pasti saat ini hubungan Evan dan dia baik-baik saja.


"Evan maafkan mommy hiks.. terimakasih sudah mengijinkan mommy menimang cucu Mommy.. terimakasih Ana..kau memang baik.. berbahagialah kalian"


Ana hanya membalas senyuman dan mengangguk..dia tak mempermasalahkan apapun.. Anaknya mendapatkan kasih sayang saja dia sudah bahagia..dia akan membuat Evan memaafkan Mommy nya perlahan.. Ana juga tidak bisa memaksakan Evan agar bisa memaafkan mama nya.


Evan dan Ana memilih memberikan waktu pada mama Evan dan baby Nath..mereka tau mama Evan masih ingin bermain dengan baby Nath.. sebenarnya Evan tidak mau anaknya berlama-lama dengan mamanya tapi melihat baby Nath tidak menangis dia akhirnya mengalah.


"Baby terimakasih sudah hadir dalam hidupku..kau adalah pelita dalam kegelapan hidup yang ku jalani selama ini..kau cahaya yang menyinari hari dan hatiku.. terimakasih sayang"


"Sama-sama babe..aku juga berterimakasih padamu karena kau mau menampungku tanpa melihat status..aku menyayangimu lebih dari yang kau tau..aku mencintaimu tulus dari hatiku..i love you Daddy Evan"


"Oh my..kau ini ya..kita buat adik untuk baby Nath bagaimana..?"


"Kau gila babe..sudahlah lupakan karena aku sedang kedatangan tamu"


"What's..?"


Skip>>>>>>>>


6 tahun kemudian.........


"Mommy.. Mommy"


"Yes boy mom di sini"


"Mommy..apa kau lihat sepatuku mom..?"


"Sepatu..kan di lemari sayang.."


"Tidak ada mom..ayo ikut Nathan "


Nathan bocah berusia 6 tahun itu tengah merengek mencari sepatunya yang entah dimana sekarang..dia meminta bantuan Mommy nya untuk mencari sepatunya.


Ana mengikuti bocah itu ke kamar..dia melihat anak perempuannya sedang tersenyum lebar ke arah mereka.. Ana tau pasti ini semua ulah anak perempuan nya.


"Nana kau sedang apa di kamar kakakmu hm..?"


"Nana sedang melukis mom"


"Melukis..melukis apa..?"


Bocah perempuan itu mengambil sesuatu di sampingnya dan memperlihatkan sebuah sepatu yang baru saja dia lukis lebih tepatnya di coret-coret pada Ana dan Nathan.


"Nana itukan sepatu kakak..kenapa di coret-coret..?"


"Nana cuma mau melukis sepatu kakak..soalnya sepatu kakak jelek tidak ada warna warninya"


Ana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anaknya..tak berapa lama Evan datang dan bertanya ada apa.


"Ada apa ini..?"


Ketiga nya menoleh bersamaan ke sumber suara..anak perempuan itu langsung bangkit dan berlari sambil merentangkan tangannya meminta di gendong pada Evan.


"Hay princess sedang apa di kamar kakak..?"


"Nana habis melukis sepatu kakak dad..soalnya sepatu kakak nggak ada warna warninya jelek"


"Really ..apakah lukisannya bagus..?"


"Bagus dad..lihatlah ini"


Nana menunjukkan sepatu Nathan pada Evan..Evan melihat sepatu anak laki-laki nya begitu mengenaskan..dia hanya bisa terkekeh pelan..tak mau membuat kedua anaknya merasa kesal.


"Princess mau melukis..?"


"Iya dad.."


"Ok nanti kita beli alat lukis mau..jadi nanti princess melukisnya di kertas khusus untuk melukis ya..jangan di sepatu atau tembok atau benda lain selain kertas khusus untuk melukis mengerti princess..?"


"Oke dad..Nana mengerti"


"Nah sekarang kalau Nana berbuat salah pada orang lain Nana harus bilang apa..?"


"Sorry"


"Ok sekarang say sorry to your brother"


"Baiklah"


Nana turun dari gendongan Evan dan melangkah mendekati kakaknya kemudian memeluk kakaknya dan meminta maaf..sungguh manis sekali Keluarga kecil Evan.


"Kakak Nana minta maaf ya..Nana janji nggak akan nakal lagi..i love you kakak"


Nathan memeluk adiknya dan menciumi pipi gembul adiknya..dia memaafkan perbuatan nakal adiknya.


"Iya kakak maafkan..jangan di ulangi lagi ya..Kaka juga menyayangimu Nana"


Hubungan Evan dan keluarga kecilnya memang seperti itu..jika salah maka langsung meminta maaf..Evan tidak memperlakukan keras pada anaknya dia tegas agar anaknya mempunyai rasa tanggung jawab serta disiplin.


"I love you baby"


"Love you more babe"


Hubungan Evan dan mamanya masih sama..hanya saja Evan membiarkan mamanya untuk melakukan apapun pada cucunya dia tak melarang asalkan itu masih di ambang batas normal.


Evan masih mendiamkan mama nya tapi dia juga memberi ijin untuk sekedar menemuinya dan anak-anaknya.. Ana tidak bisa memaksakan kehendak pada Evan untuk memaafkan mamanya..Evan mempunyai alasan tersendiri mengapa dia sulit sekali memaafkan mamanya.


Hanya waktu yang bisa mengikis dan mendekatkan Evan pada sang mama..biarlah menjadi rahasia Evan sendiri.


"Tadi mommy ke sini dan membawakan banyak mainan untuk anak-anak babe"


"Hm..biarkan"


"Baiklah..aku mau mandi dulu"


"Bersama sayang..mari buat adik untuk Nathan dan Nana"


>>>>>>TAMAT>>>>>>>