OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 37_Menjenguk Tuan Johan



Tuan Johan sudah sadar..dia lumpuh karena terkena sarafnya..tangannya hanya bisa di gerakkan pelan.. Natali sudah jengah dia tak ingin memiliki suami yang lumpuh,peot,tidak berguna..tunggu sebentar lagi akan dia pastikan segera menuju alam lain.


"Sayang cepatlah sembuh..anak kita menunggumu sayang..aku sangat sedih hiks..kenapa tidak aku saja yang mengalaminya hiks" ucap Natali mendramatisir keadaan.


Tuan Johan hanya bisa mangap-mangap seprti ikan bernafas di air..tangannya hanya bisa terangkat sedikit benar-benar sudah siap menuju keabadian.


Harris selalu setia mendampingi tuan Johan..dia setia kepada tuannya walau tuannya kadang suka khilaf berlebihan.


"Tuan segeralah pulih perusahaan akan saya handle.. fokuslah untuk pengobatan anda..kasihan nyonya dan anak anda"


Harria membisikkan kata-kata semangat pada tuan Johan..tuan Johan hanya bisa mangap-mangap entah bicara apa hanya dia dan tuhan yang tau.


Saat suasana tengh haru-harunya dari arah pintu terdengar suara seorang wanita siapa lagi kalau bukan Ariana putri tuan Johan.


"Wah ternyata masih rame juga ya..?" ucap Ana ketika sampai di depan pintu.


Evan hanya menggeleng kepala nya melihat tingkah bar-bar bumilnya.


"Ariana.. Dady mu sakit nak..maafkan momy nak" ucap Natali menghampiri Ana hampir memeluk tapi dengan sigap Evan menghentikan langkah Natali.


"Jangan dekat-dekat nanti istriku alergi" ucap Evan datar.


"Apa maksudmu..kau takbsopan oada ibu mertuamu..lihatlah sayang anakmu menjadi seperti ini..hiks"


Ana jengah dengan akting Natali dia sudah bosan..dia lewati saja sambil menyenggol bahunya sedikit dan membuatnya terhuyung.


"Oops..maaf bibi..Ana nggak liat" ucap Ana santai sambil berlalu.


"Hay Dady.. bagaimana kabarmu..apa kamu bahagia..sayang sekali kau terbaring lemah di sini..padahal aku ingin menjambak wanita itu ckckck..kalau Dady tidak bisa bangun lalu siapa yang akan melerai perkelahian ku dengan wanita itu..cepatlah sembuh dan sadar dari kesalahan mu..pikirkanlah kenapa kau bisa sampai ada di ranjang rumah sakit setelah bertahun-tahun kau berada di atas podium..ok Ana sudah selesai Ana pamit dulu..bye Grandpa" ucap ana sekenanya.


Tuan Johan mangap-mangap dia seperti mengucapkan sesuatu tapi tidak bisa..sampai Ana meninggalkannya.


Ana berhenti di depan Natali..dia berbisik sebentar sebelum ke pergi.


"Jika kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan pada Dadyku kau salah..kau boleh membodohi semua orang dengan akting mu..tapi jangan kau pikir kau bisa membodohi ku dengan akting burukmu..tunggu pelajaran dariku"


Setelah berbisik Ana dan Evan pergi dari kamar rawat tuan Johan.. Natali geram dengan bocah sialan itu.. tunggu giliranmu Ariana.


Ana dan Evan sampai di luar pintu kemudian menutupnya..Ana sedikit menghapus air mata di sudut matanya.


"Are you ok baby..?"


"Ya..aku mau makan es krim kacang babe"


"Sure.. let's go"


Ana sejenak bisa melupakan kekesalannya pada sang ayah yang bodoh memilih pasangan.


Biarkan saja ayahnya merasakan penyesalan..dia bodo amat mau ayahnya bangkrut atau tidak yang dia pedulikan hanya anaknya dan hidupnya sekarang.


Dia sudah bahagia mendapatkan Evan sebagai suami yang amat baik dan amat sangat menyayangi nya..di tam ah dia akan menjadi seorang ibu sebentar lagi..lengkap sudah kebahagiaan nya.