
Tuan Johan dan Natali berada di perusahaan tuan Johan..setelah kemarin puas dengan kegiatan panasnya akhirnya keduanya memutuskan untuk tinggal sementara di apartemen Natali.
"Sayang..aku ingin shopping..ada tas branded keluaran terbaru loh"
"Sebentar ya sayang..aku selesaikan dulu beberapa dokumen ini..setelah itu kita shopping"
"Hmm.. baiklah"
Tuan Johan seakan-akan melupakan putri semata wayangnya sendiri jika sudah bersama Natali.. benar-benar orang tua tak punya akhlak.
Di tempat lain Ariana masih dengan urusan di kamar mandi nya..dia masih mandi setelah berolahraga di gym mini yang ada di kediaman Evan.
Sementara itu Evan yang akan berangkat ke kantor dan bwlum memakai dasinya hendak menemui Ariana untuk memintanya memakaikan dasinya..elah ada-ada aja modusnya si babang Evan.
Tok..tok..tok...
Belum ada sahutan dari dalam akhirnya Evan masuk bersamaan dengan Ariana yang keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang melilit bagian terpenting nya saja.
Ariana belum menyadari jika Evan ada di kamarnya..dia hendak membuka handuknya setelah mengambil pakaiannya di lemari..ketika Ariana akan membuka handuknya seketika Ariana terkejut mendengar suara seorang pria di kamarnya.
"Apa kau bermaksud menggoda ku nona kecil..?"
Ariana menoleh ke asal suara dan seketika dia berteriak serta mengeratkan pelukannya pada handuk yang dia pakai.
"Aaaaaaaaaaaaa...mesummmm"
Evan tersadar kemudian dia melangkah menuju pintu tapi seketika dia berhenti dan berbalik menatap Ariana yang tengh syok.
Evan mendekati Ariana..Ariana sendiri mundur hingga mentok di dinding..matilah kau Ana.
"M-mau apa k..kau"
"Menurutmu bagaimana..?"
"A..aku..t.ti..dak..t..tau.."
"Sepertinya kau memang berniat menggodaku"
"M..maaf..a..aku..mau.. berpakaian dulu..sebaiknya..k.kamu..kelu..ar..se..sebentar"
"Pakaikan dasiku"
Ariana terkaget-kaget mendengar Evan memintanya memakaikan dasi..sungguh dasar banyak sekali modusnya.
"Hah..ap..apa.."
"Pakaikan dasiku.." bisik Evan di telinga Ariana yang membuat Ariana meremang.
"Ba..baik..baiklah"
Evan tersenyum penuh kemenangan mendengar persetujuan Ariana..Ariana memakaikan dasi pada Evan karena tubuh Ariana yang semampai akhirnya Ariana menjinjit dan Evan tau akan hal itu akhirnya Evan membantu Ariana dengan cara mengangkatnya.
"Ah.." Ariana kaget ketika tubuhnya di angkat oleh Evan secara tiba-tiba.
"Sudah diam..pakaikan "
Ariana melingkarkan kakinya ke pinggang Evan dan melakukan tugasnya yaitu memakaikan dasi pada Evan.
"Sebentar saja.. biarkan seperti ini"
Ariana akhirnya menuruti perintah Evan..Ariana juga nyaman ntahlah mungkin karena kedekatan mereka.
Di tempat lain Rafa asisten Evan tengah menunggu kedatangan bosnya..pasalnya hari ini dia ada meeting penting dengan klien penting dari luar negeri tapi sampai sekarang bahkan batang hidungnya tidak terlihat sungguh menyebalkan.
"Astaga bos memang selalu benar..sabar Fa.. sabar"
Akhirnya Rafa memutuskan untuk kembali ke ruangannya dan merescedule ulang meetingnya.
Rafa menghubungi kliennya dan mengatakan jika meeting nya akan di undur 1 jam lagi karena bos besar nya belum datang di sebabkan ada urusan penting di rumahnya.. kira-kira begitulah isi percakapan Rafa dengan Mr.Ardenzi.
Setelah menghubungi kliennya kini Rafa menghubungi Evan dan menanyakan apakah jadi datang atau tidak.
"Hallo..bos"
"Hm"
"Bos hari ini ada meeting penting apakah anda berangkat ke kantor atau tidak bos..?"
"Datang..tunggu sebentar lagi"
"Baiklah..saya tunggu bos"
"Hm"
Setelah sambungan telepon terputus Rafa mwnghela nafas lega karena bos besar akan datang ke kantor..Rafa kwmbali mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.
Di kediaman Evan..Evan sudah rapih dengan setelan jas yang sangat pas di badannya dan membuat mata kaum hawa tak henti-hentinya melirik.
"Ana..nanti siang kau bisa antarkan makan siangku ke kantor kan..?"
"Ah..tapi aku tidak tau dimana kantormu.."
"Tenang saja nanti di antar supir..oh ya satu lagi kuliahmu mulai besok sudah daring kalau sudah selesai jangan lupa kirimkan berkas magangnya ke perusahaan RJD Group mengerti..?"
"Hah.. baiklah"
"Bagus..aku berangkat dulu"
"Ah iya.. hati-hati"
Ketika Evan hendak masuk mobil tiba-tiba dia berhenti dan segera berbalik mendekati Ariana yang masih diam di tempatnya..tanpa di duga Ariana ternyata Evan mencuri kecupan singkat di bibirnya.
Cup.........
"Jangan kemana-mana mengerti..?"
Ariana masih terbengong dengan kejadian tadi..dia masih di alam bawah sadarnya..pikirannya melayang ntah kemana.
Mobil Evan sudah meninggalkan kediamannya di dalam Evan tersenyum-senyum sendiri mengingat ekspresi wajah Ariana yang menggemaskan menurut nya.
"Apa aku jatuh cinta pada gadis itu..hahah lucu sekali" gumam Evan sambil senyum-senyum sendiri.