
Setelah selesai makan Evan dan Ariana duduk di sofa karena Ariana yang lebih banyak makan hahaha.
Evan beranjak dan menuju kulkas mini yang ada di ruangannya..dia mengambil minuman dingin untuknya dan Ariana serta cheese cake untuk Ariana karena Ariana begitu menyukai cheese cake.
"Ini..minum dulu lalu makan cheese cake nya" Evan menyodorkan minuman dan cheese cake itu pada Ariana.
Ariana melihatnya dengan mata berbinar..wah bossnya memang terbaik tau kesukaannya.
"Oh my bos terimaskaih..anda begitu perhatian pada karyawan mu yang cantik ini "
Evan hanya terkekeh geli mendengarnya..dia juga tidak tau kenapa akhir-akhir ini dia begitu suka berdekatan dengan gadis kecil ini.nyaman yang dia rasakan saat berada di dekat Ariana.
"Sudah habiskan.. sebentar lagi aku pulang kau tunggu saja di kamar pribadi ku..tidurlah jika kau lelah"
"Ok bos"
Ariana langsung ngacir setelah mendengar perintah Evan..sedangkan Evan dia tersenyum senang melihatnya..jiwa nya seakan tenang saat bersama gadis itu.
"Sepertinya aku jatuh cinta padanya.." gumam Evan sambil menatap kamar pribadinya.
Di tempat lain tuan Johan tengh di buat terkejut sekaligus bahagia..pasalnya kekasihnya Natali tengh hamil anaknya..dia kaget karena setaunya Natali selalu minum pil KB saat mereka tengh bermain..tuan Johan juga selalu pakai pengaman tapi kenapa bisa sampai kekasihnya itu hamil.
"Sayang kau tak bahagia mendengar aku hamil anakmu..?"
"B..bukan sayang..aku bahagia..tapi bukannya kita selalu pakai pengaman saat bermain..tapi..tapi kau bisa hamil"
"Aku sudah lama tidak minum pil itu sayang..aku ingin mengandung anakmu..apa kau tak suka..?"
"Hey jangan bicara seperti itu..aku suka..aku bahagia sayang.."
"Terimakasih sayang..tapi bagaimana dengan Ana..apa dia mau menerimaku sayang"
"Kau tenang saja sayang.. Ana pasti akan menerimamu dan calon adiknya..tenang saja ya"
"Terimakasih sayang..aku mencintaimu"
"Aku juga sayang"
Natali diam-diam tersenyum licik..ntah apa rencananya kali ini.. hanya dia dan tuhan yang tau.
Mereka menuju rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Natali..tuan Johan tak ingin terjadi apa-apa dengan calon anaknya juga kekasihnya.
Setelah selesai mereka pulang ke apartemen Natali.
"Sayang aku ingin tinggal di rumahmu.."
Tuan Johan berpikir sejenak kemudian dia mengiyakan permintaan kekasihnya..toh kekasihnya tengh mengandung anaknya dan Ariana juga tidak di rumah jadi tidak apa-apa lah.
"Benarkah sayang.. terimakasih"
"Sama-sama sayang"
Mereka pulang ke kediaman tuan Johan..Natali senang akhirnya dia dapat masuk kedalam Keluarga itu.. rencananya akan semakin mudah untuk kedepannya.
Di kampus Ariana geng begitu sepi..mereka hanya sibuk belajar dan belajar..mereka kehilangan sosok Ariana..karena Ariana yang akan selalu membuatmu mereka tertawa.
"Ariana gimana ya kabarnya..pada kangen nggak..?" ucap salah satu anggotanya.
"Kangen lah..gimana kalau kita ke rumahnya aja..?"
"Hishh jangan..nanti dia ngamuk habislah kita"
"Iya bener juga..ya udah kita tungguin aja"
Mereka menuju kantin dan memesan makanan..sudah beberapa hari Ariana tidak menghubungi mereka..hpnya pun tidak aktif sampai sekarang.
Sementara itu di kantor RJD Group..Ariana tertidur dengan sangat pulas..Evan masuk kedalam dan melihat gadis itu tengh tertidur pulas sekali...dia tak tega membangunkannya..tapi waktu sudah semakin sore mau tak mau Evan mengangkat tubuh Ariana dan membawanya turun ke bawah.
"Maaf ya aku harus mengangkatmu jika tidak mau ku tinggal"
Evan berjalan menuju mobil sepanjang perjalanan menuju mobil mata para karyawan menatap mereka berdua.
"Wah bos kita romantis sekali ya..?"
"Aku juga mau seperti itu"
"Aaaaaah mereka sangat serasi..uwu"
"Bahagianya jika aku yang ada di gendongan bos Evan"
Rekan-rekan nya menoleh ke aah gadis yang berkata seperti itu.
"Mimpi" jawab mereka serempak kemudian bergegas pulang.
Evan tersenyum ketika Ariana tidak terbangun sama sekali..dengan oerlahan dia membaringkan tubuh Ariana di kursi belakang kemudian Evan mengambil kepalanya dan di letakkan di pahanya sebagai bantalan agar kepala Ariana tidak sakit.
"Jalan pak.. pelan-pelan"
"Baik tuan"
Mereka meninggalkan perusahaan dan menuju kediaman Evan..Evan juga lelah akhirnya dia ikut tertidur..sang sopir melihat itu dan menstabilkan laju kendaraan nya agar tidak menggangu bosnya.