
Evan saat ini tengah menemani Ana..dia menyuapi Ana karena Ana merasa lapar..stelah itu Evan membantu Ana ke kamar mandi..jahitan di area intinya masih terasa nyut-nyutan jika di gerakkan.
Kadang Ana meringis saat berjalan sebentar saja..Evan yang melihat itu merasa bersalah..dia bahkan melihat sendiri bagaimana kulit inti Ana di jahit dengan jarum..oh God dia tak tega..ingin rasanya dia runtuhkan rumah sakit ini.
"Baby you ok..?"
"Ya..im ok babe..why..?"
"Apa..apa itumu sakit sekali baby..?"
"Ya sangat sakit"
Wajah Evan berubah menjadi muram..terlihat jelas guratan penyesalan di wajah Evan.. Ana ingin tertawa melihat wajah Evan saat ini.
"Kau kenapa babe..?"
"Maaf..karenaku kau harus mengalami ini semua baby"
"Hey ini sudah menjadi kodrat ku sebagai wanita babe..sudah ya tidak usah merasa bersalah.. memang ini sangat sakit tapi setelah melihat anak yang ku kandung selama sembilan bulan lebih rasa sakitnya terbayar lunas babe dengan kebahagiaan mendengar tangisnya..melihat kaki kecilnya bergerak..melihat tangan mungilnya meraba-raba..itu tiada duanya babe rasanya..aku bahagia..aku menikmati setiap proses nya..jadi kau jangan terlalu memikirkan apa yang sudah ku alami oke Daddy..?"
Evan memeluk Ana..dia bahagia memiliki wanita hebat seperti Ana di sisinya..dia berjanji tidak akan mengecewakan Ana..dia akan melindungi dan menjaga keluarga kecilnya.
"Maaf apa kami mengganggu kalian..?" ucap Elly yang baru masuk.
Evan dan Ana melepas pelukannya..mereka menyambut tamu yang datang..hanya ada Rafka dan Elly juga mantan asisten Daddy Johan Harris.
"Selamat nona Ana tuan Evan..baby-nya sangat tampan persis seperti Daddy nya" ucap asisten Harris memberi selamat pada Ana dan Evan.
Ana tersenyum mendengar ucapan dan pujian dari asisten Harris..andai Daddy nya masih hidup pasti Daddy nya juga akan senang..tapi sayang pilihan Daddy nya yang membawanya menemui ajalnya.
"Terimakasih uncle.. bagaimana perusahaan Daddy..apa ada masalah..?"
"Tidak nona.. semua aman terkendali..anda tenang saja nona"
"Terimakasih banyak atas pengabdian uncle mulai dari Daddy membangun bisnisnya hingga dia lupa daratan..maaf jika selama uncle bekerja dengan Daddy uncle sering di marahi.. Ana minta maaf atas nama Daddy "
"Tidak apa-apa nona..resiko pekerjaan..tidak usah di pikirkan"
Evan dan Ana saling tatap..mereka sudah mempunyai nama untuk anak mereka..sejak usia kandungan Ana 5bulan Evan sudah mulai menyaring nama untuk anak mereka.
"Sudah.. namanya Nathan Andarren Draxler panggilannya baby Nath" jawab Evan sambil tersenyum menatap anaknya di box bayi.
"Wahhhh namanya sangat bagus..baby Nath kau suka namamu boy..kenapa kau lucu sekali sih" Elly gemas melihat pipi chubby baby Nath.
Evan duduk di sisi ranjang Ana..dia memeluk Ana dengan mesra..tidak ada rasa sungkan untuk seorang Revano Julian Draxler..para tamu hanya bisa mendengus melihat keromantisan dua sejoli itu.
"Terimakasih babe..namanya bagus dan indah..aku suka"
"Sama-sama baby..kau mau makan sesuatu..?"
"No im full.. sepertinya baby Nath sudah ingin meminum ASI.."
"Baiklah..semuanya maaf anakku harus makan dulu sebaiknya kalian kembali nanti "
"Baiklah kami permisi"
Evab membawa baby Nath ke dalam pelukan Ana..benar saja mulut baby Nath sudah mengecap mencari sumber makanannya..Evan tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Sepertinya kau sudah tidak sabar boy..?" ucap Evan pada anaknya.
"Ya kau benar babe..lihatlah dia sangat bersemangat menyesap nya"
"Apa..apa aku masih bisa merasakan itu baby..aku juga mau"
"Astaga babe..kau ini..huhh..ini milik anakmu..berbagi sebentar oke"
"Tapi aku juga mau merasakan itu baby..ya..please"
"Iya boleh tapi setelah anakmu kenyang".
"Tenang sayang itu bisa di atur"
Ana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya..tidak mau kalah juga Evan dengan anaknya.