
Evan dan Ana pulang tapi bukan menuju rumah Evan melainkan menuju ke kantor catatan sipil..ya Evan akan menikahi Ana detik ini juga..dia sudah begitu tergoda oleh kejahilan Ana yang selalu membuatnya on fire.
"Van kita kenapa kesini..?" tanya Ana bingung.
"We are getting married baby"
"WHAT.....?"
"Hey jangan terkejut gitu kau yang memulai kau juga yang harus bertanggung jawab"
Glekkk.........
Benar kata Evan..Ana sudah membuat jamur Evan terbangun dan kini dia harus menidurkan jamur Evan dengan cara dia dan Evan menikah lalu malam pertama lalu..ehem..pikir sendiri ya π.
"Tapi..kenapa dadakan Van..kan aku belum ada persiapan apapun"
"No you just sit down and don't do anything understand..?"
"Hishh.. terserahlah aku ikut saja"
"Good girl"
Evan dan Ana sampai di kantor urusan pernikahan setempat..semua berkasnya sudah siap dan sudah ada di kantor itu..hanya tinggal menunggu kedua mempelai saja.
Selesailah sudah..mereka resmi menjafi suami istri secara agama dan sebentar lagi akan mereka resmikan secara kenegaraan.
"Are you ready baby..?"
"For what"
"Making Love tonight"
"Sialan..arghhh..kita pulang..kena jebakan sendiri bodoh" maki Ana pada diri sendiri.
Evan hanya tertawa mendengar umoatan Ana..mereka akhirnya memilih pulang ke rumah.
Mereka sampai di rumah Evan..Evan tak sabar dan menggendong Ana ke kamarnya..dia dengan sigap mengunci pintu kamarnya.
Evan menurunkan Ana di ranjang empuk nya..dia mendekati Ana dengan nafas yang memburu.
"Persiapan dirimu baby..kau akan ku buat tak tidur malam ini.."
Glekk.......
Ana hanya bisa menurut saja..dia bodoh karena sudah memancing srigala kelaparan..niatnya hanya menggoda Evan akhirnya dia yang kena getahnya.
Evan mandi terlebih dahulu..dia begitu tak sabar ingin melakukan kenikmatan dunia yang sesungguhnya..dia juga bahagia karena akhirnya Ana sudah menjadi istri nya.
Skip dulu...........
Di kediaman keluarga Arguelo..Natali dan tuan Johan sudah kembali ke rumah.. mereka memutuskan untuk pulang saja karena Natali tidak nyaman berada di hotel.
"Sayang kau tak apa-apa kan..?"
"Tidak apa sayang..kau mandilah "
"Kau jangan berbohong padaku sayang..kau masih memikirkan Ana kan..apa kau mau membawa Ana kembali ke sini lagi.. baiklah aku mengalah saja sayang demi kalian aku tak apa..biarlah aku mengurus anakku sendiri"
"Hey apa yang kau katakan..aku tidak memikirkan Ana sayang..hanya saja sebagai seorang ayah aku merasa bersalah karena tidak memberitahu perihal pernikahan kita padanya...jangan ngambek sayang..aku mencintaimu sayang"
"Baiklah"
Tuan Johan dan Natali juga melakukan ritual malam pertama oops salah malam ke berapa nggak tau juga..π
Natali sudah selesai mandi dia mendekati tuan Johan dan memeluknya sambil mengusap-usap dadanya yang sudah sedikit keriput.
"Sudah sayang..pikirkan anak kita..dia juga butuh perhatian mu"
"Maafkan aku sayang..tidak seharusnya aku seperti ini"
"Sudah tidak apa..ayo kita tidur aku lelah"
"Baiklah"
Mereka tertidur dengan lelap..rasa lelah dan beban pikiran begitu berat di rasakan..tuan Johan memutuskan untuk lebih perhatian pada anak yang Natali kandung.
Kembali ke Ana dan Evan..............
Evan selesai mandi dia melihat Ana masih membersihkan sisa make up di depan meja rias..Dia memeluk Ana dari belakang..dia menciumi tengkuk Ana dan sukses membuat Ana meloloskan suara indahnya.
"Baby are you ready to making love with me..?"
"A..ak..aku..em..s..siap.." Ana seakan tau jika dia takkan mungkin bisa lolos kali ini..dia pasrah saja..toh dia dan Evan sudah halal jadi tidak ada masalah.
Evan mengangkat Ana menuju ranjangnya..dia hanya memakai handuk saja.. sementara Ana..dia hanya memakai dress tidur yang tipis seperti lingeri.
Evan mencium Ana dengan ganas..dia sudah terbakar dengan api gai*ah..Evan terus mencium dan Ana membalasnya...Ana juga sama dia sudah terbakar api gairah.
"Kau siap baby..?"
"Ya..do it honey"
"As your wish baby"