
Evan menampar Janet kemudian dia mencekik dan menjambak Janet tak lama Evan menyeret Janet dan juga mama Evan keluar dari rumahnya..bahkan Evan tak segan-segan menjambak rambut mamanya.
"Aku sudah pernah memperingatkan pada kalian sebelumnya..tapi ternyata kalian tak mengindahkan peringatan dariku..aku bisa membunuh kalian saat ini juga jika istriku mau aku membunuh kalian..pergi sebelum aku kehilangan kesabaran"
Evan hendak masuk tapi langkahnya terhenti saat mama Evan tiba-tiba memeluknya.
"Evan maafkan mommy nak..maafkan mommy..kenapa kau tega pada mommy..kau lebih memilih gadis itu daripada mommy..dia tak ada apa-apanya di bandingkan Janet nak..sadar Evan sadar" ucap mama Evan yang semakin membuat Evan naik pitam.
Evan menyentak kasar tangan mamanya..dia mendorong tubuh mamanya hingga tersungkur.. ekspresi Evan hanya datar tak menunjukkan rasa iba atau apapun.
"Kau sudah melebihi batas mu nyonya George..kau tak ada hubungan apapun denganku jadi stop membuat rusuh dalam kehidupan ku..pergi atau mati" Evan mengeluarkan pistol dari balik jasnya.
Mama Evan dan Janet terkejut Evan benar-benar sudah tidak bisa di kendalikan selain oleh gadis itu.
Di saat Evan hendak menarik pelatuk nya.. tiba-tiba ana memanggilnya dengan raut wajah di buat kesakitan.
"Babe..akhhh ssshh"
Evan otomatis menghentikan aksinya..dia menoleh kebelakang dan menemukan Ana tengah duduk di lantai..dia berlari menghampiri Ana.
"Baby hey kau kenapa..ada apa..mana yang sakit katakan baby..?" seketika raut wajah Evan berubah panik.
"Aku hanya sedikit melilit saja..anak kita tak mau di sini..kita ke kamar saja..biarkan mereka pergi jika mereka berbuat ulah lagi maka kau bebas mau melakukan apapun"
"Baiklah ayo "
Evan menggendong Ana..mama Evan dan Janet terperangah benar-benar apa mereka tidak sedang mimpi..baru saja Evan hendak membunuh mereka tapi dengan secepat kilat raut wajahnya berubah lagi.
"Kita pulang saja..percuma Evan tidak akan melirikmu"
"Tapi bibi..aku tidak ingin kehilangannya"
"Kau mau mati konyol di sini..silahkan..aku akan pulang"
"Bibi tunggu..aku ikut saja"
Di kamar Evan mengelus perut Ana.. Ana nyaman di elus seperti itu oleh tangan besar Evan..anaknya suka dia juga suka.
"Apa masih sakit hm..?"
"Tidak babe..sudah baikan"
"Apa perlu ku panggil dokter saja..?"
"Tidak babe..aku sudah baik-baik saja percayalah"
"Baiklah..jangan sakit lagi aku tak bisa melihatmu begitu"
Ana tersenyum memeluk Evan..dia merasa sangat di cintai Evan.
"Janji..tapi kau jangan begitu lagi aku tak mau anak kita meniru perbuatan kejammu"
"Iya maafkan aku"
Akhirnya Ana terlelap dalam pelukan Evan..Evan membaringkan tubuh Ana di kasur..dia ikut berbaring memeluk Ana.
"Aku tak akan berbuat begitu lagi di depanmu baby..maafkan aku yang ceroboh"
Evan mengecup kening Ana dia ikut memejamkan matanya..dia juga lelah.. tenaganya terkuras untuk meladeni mamanya dan Janet.
Skip.......
Janet kembali ke rumahnya dia mengamuk..dia tak terima kekalahan..dia akan membalas dendam pada Ana..dia juga akan membuat Evan bertekuk lutut di hadapan nya.
"Aku bersumpah akan membuatmu menjadi budakku Evan..akan aku buat kau menjadi anjing peliharaan ku "
Janet begitu percaya diri dengan rencananya..dia tak tau Evan bisa berubah begitu tak berperasaan jika sudah di usik.