
Elly..gadis jalanan yang hidup sebatang kara..dia tak punya keluarga.. Orangtuanya bahkan dengan tega membuang nya.
Dia hidup sendiri sejak usianya 10 tahun..awal kehidupan nya dia bahagia memiliki keluarga yang menyayanginya namun seiring berjalannya waktu orang tuanya sudah tidak menganggapnya lagi.
Elly kesepian..dia butuh perhatian orang tuanya..untuk mendapat perhatian itu dia harus membayar mahal dengan luka di sekujur tubuhnya.
Elly kecil begitu menderita..sampai suatu hari orangtua Elly membuang Elly karena di anggap membawa sial.. perusahaan ayahnya terancam bangkrut dan gulung tikar..ibunya kehilangan anak keduanya karena terlelau kelelahan meladeni Elly
Elly di buang hanya karena kesalahan yang tidak pernah dia buat..dia di buang di jalanan dan di tinggal begitu saja..di saku celananya ada uang seratus ribu yang di tinggalkan sang ibu.
Sejak saat itu Elly hidup dengan usahanya sendiri..dia mengamen..menyemir..bahkan melakukan pekerjaan kasar sebagai kuli panggul di dekat minimarket.
Sekarang Elly hidup sudah lebih baik..dia berusia 19 tahun..dia bekerja di cafe sebagai waiters..kadang juga dia melakukan part time..dia tak kuliah bahkan tak sekolah.
Waktunya dia habiskan hanya untuk berjuang hidup tanpa meminta orang lain mengulurkan tangannya..Elly begitu mandiri..dia sedikit bar-bar..sama seperti Ana..dia tak mudah di tindas.
"Tuan Rafka aku akan selalu mengagumi mu.."
"Tampan sekali ya tuan Rafka..andai aku bisa menjadi pendamping nya..wah aku akan bersalto di ditengah jalan.."
Elly sudah sejak lama mengangumi asisten Evan..dia suka pria matang..sejak pertama kali melihat Rafka di suatu acara yang kebetulan dia menjadi pelayan di acara itu.
Elly si gadis aneh dengan sejuta tingkah konyolnya mendeklarasikan bahwa dia akan menikah dengan si Rafka.
Skip.......
Rafka sampai di apartemennya..dia masih memikirkan gadis itu..gadis yang membuatnya kehilangan harga dirinya.. bisa-bisanya gadis kecil seperti nya menggodanya.
"Arghhh sial..kenapa aku jadi memikirkan gadis itu..huhh..sadarlah Rafka..dia hanya anak kecil"
Rafka memilih merapikan belanjaannya..dia tak mau kepikiran oleh kata-kata gadis itu..dia adalah pria matang tidak mungkin membiarkan gadis kecil seperti Elly membuat harga dirinya turun.
Rafka bersiap menuju kantor..dia berangkat dengan mobilnya..di tengah jalan dia melihat gadis aneh itu lagi...gadis itu tengah berjalan sepertinya gadis itu hendak bekerja.
Rafka bodo amat..dia melewati gadis itu tanpa membuka kaca jendelanya.
"Huhh Rafka jangan sampai kau terkena tipu muslihatnya..dia hanya anak kecil..biarkan saja dia berkata apa anggap hanya radio rusak"
Rafka sampai di kantor dia masuk dna menuju ruangannya..dia menyerahkan laporan kemarin pada Evan..dia sangat profesional dalam segala hal.
"Tuan nanti ada meeting di cafe xx jam 11"
"Baiklah kau atur saja"
"Baik tuan".
Rafka segera menyiapkan ruangan khusus untuk Evan..dia tak mau mengambil resiko jika rekan Evan yang menyiapkan segalanya..dia tak mau terjadi sesuatu yang membahayakan atau merugikan pihak Evan.
Jam sudah menunjukkan pukul 11..Evan dan Rafka bersiap menuju cafe xx..mereka sampai di cafe dan masuk ke ruangan khusus yang Rafka pesan.
"Silahkan tuan"
"Ya"
"Saya pesankan minuman untuk anda dulu"
"Ya.. terimakasih"
Evan senang dengan kecekatan Rafka..dia tak salah memilih orang..dia puas dengan hasil kerja Rafka..tidak pernah mengecewakan.