OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 30_Jangan Ikut Campur



Hari terus berganti 4 bulan sudah usia pernikahan Ana dan Evan kehidupan rumah tangga Ana dan Evan juga baik-baik saja selama ini..Evan semakin mencintai istri kecilnya..tak ingin jauh dari Ana dia selalu menempel pada Ana bahkan ke toilet sekalipun.


"Babe kau tak apa kan..?" tanay Ana yang melihat Evan bolak balik kamar mandi.


"Aku tak tau baby..perutku serasa di aduk-aduk dari dalam..dan kepalaku pusing"


"Ayo ke dokter saja..aku tak ingin kau kenapa-kenapa"


"Hm..ayo"


Evan dan Ana menuju rumah sakit untuk memeriksakan kondisi Evan..mereka sampai di rumah sakit dan bergegas menuju ruangan dokter.


Setelah pemeriksaan selesai sang dokter hanya menyarankan agar mereka beralih ke dokter obgyn saja karena dokter obgyn lebih paham dengan kondisi Evan saat ini.


"Baiklah dok kami permisi"


*


*


Ana dan Evan sudah di dalam ruangan dokter obgyn..mereka di periksa satu persatu..dokter itu tersenyum seolah tau apa yang membuat Evan sepeti ini.


"Bagaimana dok..?"


"Nona apakah anda sudah datang bulan akhir-akhir ini..?"


"Datang bulan..sudah 2 bulan lebih saya tidak menstruasi dok apakah itu berbahaya..?"


"Tidak nona..saat ini anda tengah mengandung selamat ya nona..tuan.."


Keduanya terkejut.. mengandung..benarkah..mereka akan menjadi orangtua.


"Benarkah dok..?" tanya Evan antusias.


"Benar tuan..usia kandungan nona sudah memasuki Minggu ke 9 mohon di jaga karena usia kandungan nya masih sangat rawan..tidak di anjurkan mengangkat beban berat atau bekerja terlalu menguras tenaga "


"Baiklah dok terimakasih"


"Sama-sama tuan..nona..sekali lagi selamat ya"


"Terimakasih dokter"


"Babe kau dengar pesan dokter kan..?"


"Iya babe..aku dengar"


"Bagus mulai sekarang biar para pelayan yang melayanimu aku tak ingin kau kenapa-kenapa"


"Iya babe"


Di saat mereka tengah berjalan mereka tak sengaja bertemu dengan mama Evan dan seorang wanita cantik tengah berjalan ke arahnya.


"Evan.." panggil mama Evan.


Evan hanya diam tak peduli sambil memegang tangan Ana dia melangkah meninggalkan kedua wanita itu.


Mama Evan menarik tangan Ana kasar dan itu membuat evan langsung mendorong tubuh mamanya hingga tersungkur.


"Berani sekali kau menyakiti wanitaku..apa hakmu melakukan itu hah..kau pikir statusmu apa buatku hah..kau tak lebih hanya sekedar orang asing dalam kehidupan ku"


"Evan kenapa kau tega sekali pada momymu..hanya demi jallang ini kau tega menyakiti orang tuamu sendiri" bela wanita yang datang bersama mama Evan.


Ana hanya diam dia tak ingin ikut campur dalam urusan Evan..biarkan saja Evan menyelesaikan masalah nya sendiri..toh mereka yang berulah duluan.


"Diam kau jalangg berani sekali mulut busukmu itu menghina istriku hah..kau pikir kau siapa hah..dan ingat jangan pernah sekali-kali menghina istriku lagi jika tidak mulutmu akan ku robek hingga tak berbentuk camkan itu"


”Evan kenapa kau tega sekali dengan momy nak..momy hanya ingin kau mendapatkan yang terbaik bukan wanita murahan seperti dia"


Evan semakin kalap dia mendekati mamanya dan mencengkeram rahang mamanya kuat hingga mamanya merintih kesakitan..Evan tak pandang bulu..siapapun menghina dan menyakiti wanitanya dia akan melakukan apapun untuk membela wanitanya.


"Mulutmu sepertinya ingin ku robek nyonya George..asal kau tau yang tau terbaik untuk hidupku hanyalah diriku sendiri..dan kau..kau bukan siapapun untukku jadi jangan ikut campur..jika tidak aku sendiri yang akan membunuhmu..ingat aku bukan lagi Revano yang dulu aku adalah Revano Julian Draxler yang hidup dengan keringatku sendiri tanpa meminta atau mengemis dari siapapun..dan hanya ada satu nama di hatiku yaitu Ariana..jika kau berani menyakiti atau mencampuri urusan pribadi ku maka aku tak akan segan-segan menghancurkan keluargamu sampai ke akarnya.."


Setelah mengatakan itu Evan menepis kasar mamanya..dia tak peduli sekalipun Evan harus membunuh ibunya sendiri maka akan dia lakukan.


"Baby ayo pulang..aku semakin muak berada di sini"


Ana memeluk Evan dan mengecup bibir Evan sekilas dan mengangguk.


Evan berubah menjadi manis seketika ketika mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ana..bahkan wajah garangnya tadi berubah menjadi wajah penuh cinta dan tersenyum manis di depan Ana seorang.