
Ana memakan eskrim nya dengan binar bahagia.. Evan melihat Ana makan dengan lahap jadi ingin.. entahlah dia tiba-tiba ingin mencicipi rasa dari eskrim Ana.
"Baby apakah enak..?" tanya Evan dengan mulut yang mengecap.
"Enak babe..kau mau..?" tawar Ana seolah tau Evan menginginkan nya.
"Mau baby..dikit aja "
"Baiklah"
Ana menyuapi Evan dengan pelan..Evan menyambutnya dengan antusias..ternyata enak juga..Evan merebut eskrim di tangan Ana.. entahlah dia hanya ingin yang ada di tangan Ana.
"Babe..itu eskrim ku.." ucap Ana yang merasa Evan merampas eskrim nya.
"Ini enak baby..kau pesan lagi saja" jawab Evan dengan mulut penuh eskrim.
Ana kesal dengan tingkah Evan tapi juga gemas..ah kenapa suaminya kiyut sekali sih jika sedang begini.
Ana mwngalah dia memesan lagi kali ini rasa coklat dengan toping kacang mette.
"Humm..yummy..anak momy suka..?" tanya Ana berbicara dengan perutnya.
Evan lagi dan lagi Ingin yang ada di tangan Ana..rasanya lebih enak daripada yang di outletnya.
"Baby aku kau yang di tanganmu..please..?"
"Babe kau bisa pesan lagi sendiri..inikan punyaku" Ana tak mau eskrim nya di rebut lagi.
"Tapi aku maunya yang ada di tanganmu baby" jawab Evan sedikit sendu.
Ana akhirnya mengalah saja..mungkin efek kehamilannya.
"Baiklah ini buat kamu aja"
"Terimakasih baby..i love you"
Ana memperhatikan Evan begitu lahap..dia jadi kenyang sendiri..hanay melihat betapa lahapnya Evan saja dia sudah kenyang.
"Kamu suka sama Dady yang begitu nak..momy jadi ilfil"
Ana mengelus perutnya..dia tak tau Evan akan begini.
"Kenapa lama sekali sih sampenya..?" gerutu Evan sambil menyetir.
"Astaga babe..wajar lama kan macet juga..sabar dong Dady"
Evan tersenyum mendengar kata 'Dady' dari Ana..dia tak sabar ingin segera menggendong anak nya.
Tak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah..Evan membantu Ana turun darimobil kemudian dia membukakan pintu.
"Pelan aja baby..takut anak kita kaget kalau cepet-cepet" ucap Evan yang mendapat pukulan di lengannya dari Ana.
"Kau pikir dia sedang tidur..dia itu masih sebiji alpukat nggak usah banyak melantur babe" ucap Ana sedikit kesal.
"Aya kan sama saja..mau sebiji alpukat atau mangga tetep saja takutnya dia kaget"
"Terserah kau saja babe aku pasrah"
"Hahahah..bagus "
Evan menuju dapur dia akan membuat pasta jagung sendiri..dia tak mau di bantu siapapun.
"Babe yakin kau bisa..?" tanya Ana sedikit ragu.
"Why babe..kau meragukan ku..?" sahut Evan kesal.
"No babe..aku hanya khawatir nanti anakku muntah jika rasanya nggak enak"
"Hey jangan ragukan aku..aku sudah ahli dalam masak memasak" jawab Evan menyombongkan diri.
Ana memutar matanya jengah..dia tak pernah menang melawan Evan saat ini..sudahlah biarkan dia berkreasi sendiri.
Evan melanjutkan misinya..dia memasak pasta jagung dengan binar bahagia..seprti anak kecil mendapat eskrim ya seperti itulah ekspresi Evan.
"Hmmm harum..pasti enak" ucap Evan yang merasakan masakan nya harum.
"Babe sudah Mateng nih..makan di situ aja ya" ucap Evan .
"Iya babe.."
Evan membawa pasta jagung itu kedepan Ana..dia memakannya dengan hitmat..Ana juga tampak menyukainya..setidaknya akan untuk anaknya.