OH MY GIRL

OH MY GIRL
Ep 69_The Real Revano Julian Draxler



Rena saat ini tengah berada di kamar nya dia sedang memikirkan rencana selanjutnya untuk bisa mendapatkan Evan yang super super kaya raya.


Dia tengah memikirkan sebuah cara agar Evan bisa segera menjadi miliknya..dia tak bisa menerima wanita seperti Ana yang mendampingi Evan.


"Aku tau harus berbuat apa..Evan tunggulah sebentar lagi akan kubuat kau menjadi milikku seutuhnya" ucap Rena ketika sudah mendapatkan sebuah ide.


Rena menghubungi seseorang untuk membantu nya menjalankan rencananya..dia butuh seseorang untuk melancarkan aksinya nanti..targetnya kali ini adalah Ana..ya jika wanita itu tidak ada maka dia akan lebih mudah mendapatkan hati Evan.


Lelaki mana yang tidak tergoda oleh kemolekan tubuhnya di saat tengah dilanda sakit hati akan sebuah penghianatan oleh orang tercintanya..dan itulah yang akan Rena gunakan sebagai senjata agar Evan menjadi miliknya.


Rena mulai melancarkan aksinya menuju rumah Evan..dia tak tau jika Evan selalu di rumah sejak kehamilan Ana berusia 6bulan..di tak pernah meninggalkan Ana sendirian meskipun ada banyak pelayan dan penjaga di kediamannya.


Rena sudah sampai di kediaman Evan..dia menerobos masuk kedalam rumah dan memukuli penjaga gerbang Evan yang sudah renta dan berumur.


Rena masuk dan mencari keberadaan kamar Evan dan Ana..dia akan membuat perhitungan dengan Ana..dia akan membuat Ana kehilangan anaknya..karena itulah alasan Evan masih bertahan dengan Ana dan dia akan menggantikan posisi Ana.


"Sepertinya ini kamar mereka..aku harus hati-hati..semoga wanita itu tidak sadar sampai rencanaku berhasil"


***Sebelumnya***


Ana tengah berada di taman belakang dan tengah memetik beberapa bunga.. Ana di temani seorang pelayan karena Evan tak membiarkan Ana sendirian meskipun masih di area kediamannya.


Rena datang di saat Ana sendirian dan pelayan itu tengah mengambilkan minum untuk Ana..Rena melihat Ana sendirian mulai melancarkan aksinya..dia mengambil sapu tangan dan di teteskan obat bius agar Ana tak sadarkan diri.


Rena mulai mendekati Ana yang masih duduk di bangku taman..Rena melancarkan aksinya dan membekap Ana ketika tidak ada yang melihat.. sebelum nya dia sudah mengamankan keadaan dulu karena tidak mau mengambil resiko sekecil apapun.


"Sekarang aku sudah tidak membutuhkan mu lagi perempuan murahan..sudah waktunya aku menggantikan posisi mu di sisi Evan ..tidurlah dan bangun ketika aku dan Evan sudah menikmati waktu kami" ucap Rena pada Ana.


Ana pingsan karena di bekap oleh Rena..dia tak sempat melawan karena posisi Rena di belakangnya dan tiba-tiba saja dia di bekap oleh Rena.


Rena meninggalkan Ana di gudang belakang rumah Evan..dia sudah mengecek keadaan di sekitar dan aman..dia tak mau ada gangguan sedikitpun.


Rena sudah berada di kamar Evan..dia mulai berbaring di ranjang dengan posisi membelakangi pintu kamar mandi..Evan tengah berada di kamar mandi untuk membersihkan diri tadi.


Evan keluar dari kamar mandi dan melihat wanita yang dia kira Ana tengah berbaring di ranjang..dia mendekati wanita yang dia kira Ana dan hendak mencium keningnya tapi dia tahan karena merasa aneh dengan bentuk tubuh wanita yang dia kira Ana.


"Seperti bukan Ana..apa aku salah mengira..tapi bentuk tubuh Ana tidak seperti itu..kurang ajar" gumam Evan dalam hati.


Evan mendekati wanita itu dan tersenyum miring..dia memperhatikan tubuh wanita itu dan yakin jika itu memang bukan Ana..dia mengirim pesan pada anak buahnya untuk naik ke kamarnya..dia punya rencana sendiri.


Sekarang Evan hanya khawatir dengan keadaan Ana setaunya dia sedang bersama seorang pelayan di taman belakang dan tengah memetik beberapa bunga.


Anak buah Evan masuk dengan diam-diam..Evan tak mau membuat wanita itu curiga..anak buah Evan masuk..Evan mengetik beberapa kata di ponselnya dan anak buahnya mengangguk mengerti kemudian mulai melancarkan aksinya.


"Seperti nya istriku ini kelelahan ya..padahal aku sedang ingin bercinta dengannya.. bagaimana ini apa aku harus bermain solo di kamar mandi" ucap Evan dengan wajah penuh amarah.


Evan begitu geram melihat wanita itu di kamarnya.. berani sekali wanita murahan sepertinya masuk kedalam kamarnya..tidak bisa di biarkan.


Anak buah Evan mencekik leher Rena dan membuat Rena terbelalak terkejut.


"Akhhh..uhuk..uhuk..lepaskan..aku..uhukk" ucap Rena memukul-mukul tangan anak buah Evan.


"Beraninya jallang sepertimu masuk kedalam kamar ku hah..?" bentak Evan pada Rena yang mulai kehabisan nafas.


"Ma..maafkan aku uhuk...t..tolong lep..paskan aku uhukk"


"Dimana istriku..jika terjadi sesuatu padanya maka aku akan memberikan kematian yang menyakitkan untuk mu jallang"


Rena membawa Evan ke gudang tempat dia menyekap Ana dan Ana masih tak sadarkan diri..Evan geram melihat Ana di ikat dengan seutas tali dan tak sadarkan diri..Evan juga melihat wajah Ana yang sudah memucat.


"Sialan kau.. beraninya kau membuat istriku seperti itu..akan ku habisi kau dengan sangat menyakitkan" Evan membuka ikatan tali dan membawa Ana ke rumah sakit..dia khawatir dengan kondisi Ana dan buah hatinya.


Entah apa yang Rena lakukan pada Ana hingga istrinya tak sadarkan diri seperti ini.


Skip>>>>>>>>>


"Arghhhhh ampun..maafkan aku arghhhh sakit"


"Seharusnya kau berpikir dua kali lagi sebelum melakukan sesuatu yang merugikan dirimu sendiri..kau tau betapa berharganya mereka bagiku tapi kau dengan Bodoh nya menyakiti mereka hah..aku akan membuat kematian mu sangat menyakitkan hingga kau memohon untuk segera mati"


Evan mengambil pisau bergerigi seperti gergaji namun itu pisau..dia akan memotong tangan Rena..tangan yang sudah berani membuat Ana menghirup obat bius dan membuat anaknya lemah hampir tak tertolong.


"Rasakan pembalasan dariku jallang sialan"


Evan mulai memotong tangan Rena dengan perlahan agar Rena memohon untuk segera di bunuh..Evan tak akan membiarkan Rena mati dengan mudah..dia harus merasakan sakitnya hampir kehilangan buah cintanya.


"Arghhhhh sakit..ampun... arghhhhh"


"Arghhhhh ampun..maafkan aku..maafkan aku arghhhh"


Rena terus menjerit meminta ampun pada Evan..tapi Evan tidak peduli..dia sudah sangat marah..dia hampir saja kehilangan anaknya..jika tidak segera dia bawa ke rumah sakit mungkin anaknya sudah tidak bisa tertolong saat itu juga.


Evan selesai dengan memotong tangan Rena..dia kemudian mengambil air keras dan menyiramkan pada kaki Rena dan lengan Rena yang sudah tidak memiliki jari dari sebatas siku.


"Arghhhhhhhh sakittttt..arghhhhhhhh"


Rena tak sadarkan diri setelah mendapatkan penyiksaan dari Evan secara bertubi-tubi..ini bukanlah akhir untuk Rena karena masih ada beberapa hari lagi sebelum Evan mengakhiri hidup Rena.


Inilah balasannya jika mengusik ketenangan Evan dan keluarga kecil nya..mereka ingin melihat the real Evan beraksi.