
**Harap bijak dalam membaca ya guys..ini mengandung yang panas-panas siapkan tisu dan juga nyalakan AC agar tidak terlalu ikut kepanasan
Adegan 21+bijak dalam membaca..warning.. warning π₯π₯**
Ana sedari tadi sudah gemetaran..dia gugup tidak seperti akan tawuran bahkan dia dengan berani berlari merampas sajam yang lawannya pegang..
"Jangan gugup..santai saja baby"
"Palamu jangan gugup..kau pikir ini seperti menghadapi musuh apa..ini musuhnya lebih mengerikan walaupun tidak bertulang tapi bisa tegak dengan sendirinya.. benar-benar mengerikan"
Evan tertawa melihat tingkah istrinya..dia mencium Ana kembali agar tidak semakin gugup.
Evan mulai menjenguk kue apem Ana..Ana meringis merasakan sesuatu yang besar..tegak..dan keras tapi bukan tiang listrik mencoba menerobos masuk kedalam kue apem yang fresh from the oven.
Hujaman demi Hujaman Evan lakukan sampai akhirnya dia berhasil menggolkan gawang Ana..setitik cairan mengalir dari kue apem Ana..Evan merasakan pijatan pada jamurnya dan semakin membuatnya terbakar akan has**tnya.
"Rilex baby..aku mulai"
Ana hanya meringis sesekali mencakar dan memukuli dada bidang Evan..dia bahkan sempat-sempatnya mengumpat Evan saat merasakan sakitnya di bobol.
"Sialan..kenapa harus sesakit ini si brengsek"
Evan hanya tertawa kecil mendengarkan umpatan Ana..dia mulai senam maju mundur..perlahan agar Ana bisa menyesuaikan dengan kondisi nya.
"Ah"
Satu suara horor kembali keluar dari mulut Ana..Evan tau berarti Ana sudah mulai terbiasa..dia menambahkan kecepatan dalam gerakannya..semakin lama semakin panas.
"Baby ah..aku ....." Evan mengerang merasakan air tajinnya penuh dan segera dia tumpahkan semua pada kue apem Ana.
"Evan..ah..aku ingin pipis"
"Keluarkan baby.."
Mereka sama-sama sampai di puncak kepuasannya.. Evan tepar di samping Ana.. sedangkan Ana jangan di tanya dia sudah tak berdaya karena pedang Kramat Evan begitu membuatnya K.O.
"Thanks baby..kau sudah menjaganya untuk suamimu ini..i love you so much Ana"
"Hm..."
Evan tertidur di samping Ana sambil memeluk tubuh Ana..Ana juga sama dia lelah padahal Evan yang bergerak dia mah hanya mengeluarkan suara horor juga mengumpat serta menganiaya Evan..tapi kenapa jadi dia yang tepar duluan.. benar-benar aneh.
Skip.......
"Iya..aku merindukan Vano.."
"Kau mau kita kesana..?"
"Aku..tidak usah sayang.. Vano sangat membenci ku..aku tak ingin dia semakin membenci ku "
"Jika tidak di coba maka tidak ada yang tau hasilnya..besok kita berangkat ke negara X oke"
"Baiklah.. terimakasih sudah menemani sisa hidupku..maaf aku tak bisa memberikan keturunan padamu"
"Sudah tidak apa..aku hanya butuh dirimu..aku juga sama seperti mu sayang..jadi kita sama-sama "
"I love you my husband"
"Love you too my lovely wife"
Kedua pasang suami istri yang tak lagi muda itu saling berpelukan memberikan kehangatan pada masing-masing.
'Vano momy harap kau bisa memaafkan momy nak..' batin mama Vano.
...........
Evan bangun karena terganggu dengan bunyi ponselnya..dia bangun dan mengambil ponselnya kemudian membukanya.
"Hallo ..ada apa..?"
"Nyonya besar sedang menuju ke negara X bos"
"Huhh.. baiklah..terus awasi jangan lengah"
"Baik bos"
Evan mematikan panggilannya..dia bangun dan menuju kamar mandi..dia harus mendinginkan emosi nya terlebih dahulu karena Evan tak ingin melampiaskan nya pada Ana.
"Sialan..mau apa lagi wanita itu.. mengganggu saja"
Evan mengguyur tubuhnya dengan air dingin dari shower..dia sekalian mandi..dia akan membuatkan makanan untuk istrinya yang begitu kelelahan karena serangannya..di tambah tadi pagi 2 ronde lagi dan sekarang Ana benar-benar jatuh ke alam mimpi.
Evan keluar dari kamar mandi dan sudah rapih..dia melihat kamarnya begitu berantakan..pakaian dalam Ana bahkan sudah tidak berbentuk lagi..berserakan dimana-mana.
"Sepertinya aku terlalu bersemangat semalam dan tadi pagi "