
Ana tertawa melihat pertunjukan di depan matanya..tadi saja wajahnya songong sekarang berubah melempem.. benar-benar jika nyalinya hanya setengah kerupuk maka lebih baik tidak usah macem-macem.
"Babe aku lelah..anak kita mau istirahat.."
"Baiklah.. Jefry selesaikan dengan baik..aku tak mau mereka muncul lagi di hadapanku..teruntuk wanita itu..lenyapkan saja aku sudah muak melihat wajahnya"
Evan pergi menuju kamarnya bersama Ana..dia menuntun bumilnya agar tidak terlalu lelah.
Ana membiarkan Evan melakukan apapun yang dia mau.. Ana membuang rasa ibanya karena rasa ibanya bisa mendatangkan petaka baginya sendiri.
"Mau di gendong..?" tanya Evan yang melihat Ana kesulitan berjalan menaiki tangga.
"Huhh..kenapa aku gampang lelah ya babe..gendong"
"Baiklah..ayo"
Evan menggendong Ana hingga sampai di kamarnya..Evan membaringkan Ana perlahan takut menyakiti anaknya.
"Mau makan sesuatu..?"
"Tidak..aku mau di peluk"
"Hahaha baiklah as your wish baby"
Evan memeluk Ana..dia tak pernah menyangka Ana akan menjadi semanja ini berbeda dengan awal kehamilannya dia menjadi sedikit bar-bar bahkan cenderung jahil.
Skip........
Rafka selesai dengan pekerjaannya..dia sudah selesai mengurus saham tuan Curtis yang di tarik..rumah sakit bahkan tak mengalami perubahan..lancar saja seperti biasanya.
"Tuan Evan benar-benar tidak salah perhitungan..dia sudah memikirkan baik dan buruknya..aku selalu salut dengan tuan Evan"
Rafka kembali ke apartemennya..dia lelah..istirahat sebentar..dia ingin memiliki jodoh juga..rasanya jiwa jonesnya menjerit setiap kali melihat keromantisan tuannya.
Rafka memilih tidur sebentar..setelah mengecek bahan dapur ternyata banyak yang habis..nanti dia akan ke minimarket saja dulu.
Sorepun menjelang.. Rafka bangun ketika merasakan lapar di perutnya..dia bangun dan mencuci wajahnya..dia lihat di kulkas hampir semua kosong..dia mengambil telur yang hanya tinggal 2 biji saja.
Rafka selesai memasak pastanya..dia memakan pasta buatannya sendiri..enak..jelaslah kan buatan sendiri.
Rafka menuju minimarket dekat apartemennya..dia akan belanja kebutuhan dapur yang habis..dia sedang malas ke supermarket.
"Ini..ini..dan ini..lalu ini..ah lupa yang ini juga habis di rumah..lalu apa lagi ya..?"
Rafka berkeliling minimarket melihat-lihat barang yang sudah habis dan juga dia perlukan dia juga tak lupa membeli buah untuk persediaan di rumah.
Selesai dengan belanjanya Rafka menuju apartemennya..di saat dia hendak menyebrang tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju begitu kencang dan hampir menabraknya tapi untungnya Rafka tak apa-apa.
"Awas tuannnn"
Seorang gadis yang usianya seumuran dengan istri bosnya menyelamatkan diri nya.. Rafka sempat terkejut..dia sadar gadis itu ternyata terluka karena menubruknya hingga dia terpelanting dan jatuh mengenai bahu jalan.
"Akshhh.."
"Hey kau tak apa-apa..astaga maafkan aku"
"Hehe tidak apa-apa tuan..anda baik-baik saja kan..tidak ada yang luka kan..?"
"Aku baik-baik saja..kakimu..astaga ayo aku bawa ke rumah sakit".
"Tidak usah tuan..aku baik-baik saja..asalkan anda juga baik-baik saja itu sudah cukup buatku"
Rafka mengernyitkan dahi..gadis di depannya aneh sekali..apa dia juga terluka otaknya hingga menjadi aneh begini.
"Tuan jangan melamun..kenalkan aku Elly..Tuan siapa namanya..?"
"Hah..ra.. Rafka.."
"Baiklah jika kita bertemu lagi maka kita adalah jodoh.. Elly tidak akan melepaskan tuan..dadah tuan Rafka sayang"
Rafka hanya melongo..dia di gombali anak kecil hahaha..harga dirinya ternodai oleh keagresifan bocah itu..apa dia bilang tuan Rafka sayang..sungguh menjengkelkan.