
Ana dan Evan menyudahi sesi kissing mereka..setelah berciuman mereka terlihat sedikit kikuk..yang lebih kentara adalah Ana..dia begitu bodoh sampai terbuai bahkan memulai terlebih dahulu..hey Ana kau tak punya malu apa.
"Em..aku..e..aku mau mandi dulu..b..bye"
Ana hendak melangkah pergi tapi Evan mencekal lengan Ana lembut.
"Kau mau mandi dengan tubuh penuh keringat seperti ini baby..?"
Evan benar-benar membuat Ana meremang.. bisa-bisa bobol duluan nih sebelum waktunya.
"A..aku..aku gerah iya gerah hehe.."
"Bukalah bajumu.."
"HEI...mau ku hajar kau..?"
"Tidak..hahhaa..sudah sana sebelum aku memakanmu"
"Ishh..tau ah"
Evan tertawa dia senang menggoda gadisnya..Baginya Ana sangat menggemaskan jika tengah kesal seperti saat ini.
"Ana..kau sudah menjadi milikku..takkan ada yang bisa merebut mu dariku.." gumam Evan sambil memandangi Ana yang sudah semakin menjauh.
*
*
*
Di tempat lain tuan Johan dan Natali tengah berada di butik..mereka hendak memilih gaun pengantin sesuai pilihan Natali.
"Sayang aku mau yang ini ya..cantik kan..?"
"Iya sayang ambillah.."
"Terimakasih sayangku"
"Sama-sama sayang"
Natali begitu sumringah melakukan kegiatan ini..dia sudah tidak sabar untuk menjadi nyonya Arguelo..dia akan menyingkirkan si tua bangka Johan setelah ini kemudian melenyapkan si pembuat onar Ariana.
"Tunggu sebentar lagi Ana..kau akan aku lenyapkan setelah ini..dan untuk kau tua bangka..aku akan menyingkirkan kau setelah aku menjadi satu-satunya pewaris keluarga Arguelo yang sah" Natali bergumam memandangi dirinya di depan cermin ruang ganti.
Sampailah mereka di toko perhiasan.. Natali berjalan angkuh dan acuh..dia tidak sabar ingin membeli cincin pernikahan nya yang selama ini dia impikan.
"Sayang kau mau yang mana..pilihlah"
"Sayang kau baik sekali sih..aku semakin mencintaimu.."
"Hey kau itu calon istri ku..apapun akan aku lakukan untuk mu.. pilihlah"
"Baiklah..em..aku mau yang ini saja..boleh kan..?"
"Tentu saja..apapun untukmu"
"Terimakasih sayangku..anak kita pasti bahagia "
"Tentu saja..anak kita akan jadi anak yang paling bahagia di dunia"
Natali mencoba cincinnya..dia senang akhirnya dia bisa membeli cincin impiannya walau dengan cara menikahi si tua bangka Johan..tapi tidak apa-apa berkorban sedikit demi harta kekayaan Johan.
Mereka telah selesai dengan urusan nya..kini mereka sudah sampai di rumah..Natali sepanjang jalan tersenyum senang memandangi jarinya yang terselip cincin baru.
"Sayang terimakasih ya cincinnya..aku suka"
"Sama-sama sayang..besok jika acara pernikahan kita di mulai cincin ini di lepas dan akan aku ganti dengan cincin pernikahan kita yang sesungguhnya"
"Pasti sayang"
"Sudah ayo turun..kau pasti lelah.."
"Kau memang paling tau tentangku sayang"
"Tentu saja aku kan calon suamimu"
"Kau benar"
Mereka turun dari mobil dan menuju kamar..Natali mandi terlebih dahulu..dia lelah..ingin istirahat sesegera mungkin..sedangkan tuan Johan..dia juga lelah..dia duduk sambil menunggu Natali selesai mandi.
"Ana.. bagaimana kabarmu nak.. maafkan Daddy sayang..Daddy terpaksa melakukan ini agar kau mengerti betapa Daddy ingin yang terbaik untuk mu..semoga setelah Natali jadi momymu kau akan semakin dewasa nak"
Tuan Johan sebenarnya rindu dengan Ana..dia berusaha mencari keberadaan Ana tapi nihil tak ada yang bisa menemukan Ana..bahkan di kampus Ana sudah tidak datang lagi.