
Evan pergi ke kantor di antar supir..sampailah dia di kantor tanpa di duga di dalam ruangan nya sudah ada seorang wanita yang kemarin bertemu di rumah sakit.
Evan belum menyadari kehadiran wanita itu karena wanita itu berada di kamar pribadinya yang ada dalam ruangan Evan.
"Apa saja jadwal ku hari ini..?"
"Siang nanti anda ada meeting dengan D.Corp perusahaan tuan Saga..lalu jam 3 anda ada pertemuan di restoran xx membahas perihal pembangunan sekolah di daerah pinggiran..setelah itu anda free tuan"
"Baiklah siapkan segalanya..oh ya tolong ambilkan dasiko di kamar pribadi ku aku tidak memakai dasi tadi pagi karena terburu-buru"
"Baik tuan"
Asisten Evan pun mengambilkan dasi untuk Evan..dia terkejut ketika masuk kedalam kamar bosnya dan ternyata ada seorang wanita tengj berbaring di ranjang bosnya.
"HE KAU SIAPA HAH..BERANI SEKALI KAU TIDUR DI RUANGAN INI..?"
Evan terkejut mendengar teriakan asistennya dia bangkit dan berjalan menuju kamarnya.. sesampainya di sana Evan juga terkejut melihat seorang wanita ada di dalam kamarnya.
"Siapa kau berani sekali masuk ke ruanganku tanpa ijin" hardik Evan.
wanita itu mendekati Evan tapi seketika Evan menendang perut wanita itu hingga tersungkur kebelakang.
"Kau sudah kurang ajar masuk ke ruangan pribadi ku tanpa ijin maka rasakan karmamu"
"Raffa bawa dia ke markas dan habisi..suruh ebebrapa bodyguard menggarapnya..Pastikan tidak ada satu bagian tubuhnya yang tersisa"
"Siap tuan"
Wanita itu adalah Freya dia di minta mama Evan untuk menggoda Evan karena mama Evan tidak suka dengan Ana..tapi apalah daya hari ini adalah hari terakhir nya menghirup nafas.
"Evan ampun Evan..aku di suruh mamamu Van..Polish jangan bunuh aku ku mohon..maafkan aku Evan"
"Cih harusnya kau berpikir dua kali lagi sebelum melakukan ini semua.. jelas-jelas aku sudah menikah dan kau masih setuju untuk menggoda suami orang dasar ja*ang murahan.."
Evan duduk kembali di kursinya dia kehilangan mood nya..tak berapa lama kemudian Ana datang dan membawakan bekal makan siang untuk Evan..Ana maauk di saat Evan sedang memejamkan matanya dan memijit kepalanya yang tiba-tiba pusing.
"Raffa aku sudha bilang jangan ganggu aku dulu"
"Ok aku pamit" ucap Ana sambil menahan tawanya.
Evan membuka matanya ketika mendengar suara yang tak asing di telinga nya..dia terkejut melihat Ana di hadapannya.
"Hey baby..kenapa tak bilang hm..maaf aku kira tadi Raffa..sireyy babe"
"It's ok babe.. are you ok..?"
"No.."
"Why..?"
"Something happen just now "
"What "
"Huhh wanita kurang ajar masuk ke dalam ruangan ku tanpa sepengetahuan ku babe dan aku marah sekali makannya aku sekarang malas bekerja"
Evan memeluk Ana dengan erat..dia elus perut Ana yang masih rata..dia tak sbaar menantikan kehadiran penerusnya.
"Babe apa baby tidak rewel hari ini..?" tanya Evan pada Ana.
"Tidak babe..dia sangat anteng.."
"Baguslah..anakku harus menurut tidak boleh nakal..kau mengerti sayangnya Dady"
Ana tersenyum melihat interaksi Evan dengan calon anak mereka..dia Bahagia dengan keluaga kecilnya.