
Setelah selesai dengan kamar mandi Ariana keluar dari kamar mandi dan mendapati banyaknya makanan di atas meja.
"Sini..makan dulu" ucap Evan dengan nada lembut.
"Ah.. i-iya"
Ariana heran dengan sikap Evan yang tiba-tiba menjadi hangat..apakah dia memiliki kepribadian ganda..ah bodoh amat yang penting perutnya kenyang.
"Makanlah" sambil menyodorkan makanan yang sudah dia siapkan ke arah Ariana.
"Terimakasih tuan..namaku Ariana..panggil saja Ana" Ariana menyodorkan tangannya untuk di balas jabat oleh Evan.
"Revano..panggil saja Evan" sambil membalas jabatan tangan Ariana..Evan tersenyum bak sejuta gula pasir.
'Astaga senyumnya..bikin diabetes ih' Ariana membatin melihat senyum Evan.
Evan mulai memakan makanannya dan membiarkan Ariana memandangi nya.
Setelah selesai makan..Ariana di antar pulang oleh Evan..karena hari sudah malam dia juga tak tega membiarkan gadis itu naik taksi.
"Sudah sampai tu..eh Van.. terimakasih atas tumpangannya"
"Sama-sama.. beristirahat lah"
Ariana mengangguk dan keluar dari mobil Evan.. sebelum masuk Ariana melambaikan tangannya dan tersenyum manis ke arah Evan..itu membuat debaran jantung Evan berpacu bak habis lari maraton.
Evan meninggalkan rumah Ariana dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.
"Gadis kecil menggemaskan"
Sementara Ariana langsung masuk ke kamarnya..dia tak tau jika lusa akan dikirim ke asrama yang ada di luar negeri oleh ayahnya.
Ariana membersihkan diri..setelah selesai dia tertidur karena badannya masih lemah juga..serta tangannya nyut-nyutan..sungguh nikmat Tuhan mana yang kau dustai.
Keesokan harinya Ariana terbangun..dia bergegas mandi dan mengganti perban di tangannya..kemudian setelah selesai Ariana turun ke bawah dan mendapati sang ayah yang tengh sarapan.
"Morning dad" ucap Ariana santai.
Tuan Johan melihat sang putri turun.. pandangannya teralihkan oleh tangan anaknya yang di perban..pasti habis berkelahi lagi..pikir nya.
"Tanganmu kenapa..habis berantem lagi..Ariana..sudah berapa kali Daddy katakan..kau itu perempuan nak..sudah cukup besok kau akan berangkat ke negara A dan menetap di asrama selama 2 tahun untuk memperbaiki sikapmu"
Ariana terkejut dengan pernyataan sang ayah..dia menatap ayahnya tajam..tatapan penuh permusuhan yang terpancar dari mata indah Ariana.
"Siapa kau..beraninya kau mengatur hidupku..sudah cukup kau mengatur ibuku selama dia hidup.. sekarang kau mau mengaturku juga..jangan harap kau bisa melakukan nya tuan Johan yang terhormat"
"Ariana kau...-"
"Apa..jika aku bisa memilih aku akan memilih ayahku sendiri..aku tak Sudi memiliki ayah seperti mu.. laki-laki macam apa kau ini..sudah menyakiti wanita yang berjasa di hidupmu dan sekarang kau juga ingin menyingkirkanku dari kehidupan mu begitu hah"
PLAK..............
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Ariana..tamparan dari sang ayah kandungnya..tamparan yang benar-benar membuat hatinya hancur berkeping-keping.
"Beraninya kau bicara seperti itu pada ayahmu sendiri.."
"Kenapa aku tak berani bicara seperti itu padamu..kau hanya laki-laki yang tak pernah bertanggung jawab akan keluargamu..kau hanya sibuk kerja..kerja..kerja dan kerja ..apa kau tau perkembangan putrimu..apa kau tau makanan kesukaan anakmu..apa kau tau perasaannya ketika kau tinggalkan dia pada baby sitter saat usianya masih begitu kecil..apa kau tau dia kekurangan kasih sayang dari mu sebagai orang tua nya hah..hiks..aku tak butuh hartamu..aku tak butuh kehidupan mewah ..aku hanya butuh perhatian dan kasih sayang mu saja..tapi untuk mendapatkan itu sangat sulit.. baiklah mulai hari ini aku Ariana Florencia bukan lagi anggota keluarga anda tuan Johan yang terhormat.."
Ariana berlari meninggalkan tuan Johan yang tengh terpukul atas perkataan putrinya..Ariana kabur ntah kemana..dia hanya ingin menenangkan diri.. benar-benar brengsek,kehidupan apa yang dia jalani.