
Hari ulang tahun perusahaan Johan pun tiba..semua tamu undangan sudah hadir di sana..tuan Johan juga Natali sudah bersiap sejak tadi.
"Sayang apa kau sudah siap..?" tanya Natali yang sudah tidak sabar untuk segera memiliki harta kekayaan tuan Johan.
"Sudah sayang..ayo "
Mereka menuju perusahaan.. sesampainya di sana..mereka di sambut oleh beberapa rekan bisnisnya.
"Selamat malam tuan Johan..wah anda semakin muda sjaa setelah menikah"
"Hahaha anda bisa saja.."
Mereka semua masuk dan memulai acaranya..acara awalnya berjalan lancar tanpa suatu hambatan..setelah memasuki akhir acara tiba-tiba lampu yang ada di atas tuan Johan jatuh dan menimpa tuan Johan yang berada di atas podium.
Semua orang yang ada di tempat acara berteriak dan berusaha menolong tuan Johan.. Natali menjalankan tugas nya..dia menangis histeris bahkan hingga tak sadarkan diri.
"Tuan Johan.....astaga" ucap sang asisten.
"Harris segera bawa tuan Johan ke rumah sakit.."
"Ya..tolong urus acara ini "
Harris membawa tuan Johan yang tak sadarkan diri menuju rumah sakit begitu juga dengan Natali.
Sampailah mereka di rumah sakit..tuan Johan segera di bawa ke ruang operasi karena kepalanya bocor dan mengeluarkan banyak darah.
Sementara itu Natali di bawa ke ruang rawat biasa.
Berita ini menjadi berita hangat yang langsung sampai di telinga Evan.
Evan telah mendengar kabar itu..dia tentu saja terkejut tapi dia tak begitu terkejut karena sudah resiko memiliki istri yang licik.
"Ternyata dia sudah mulai bergerak..menarik"
Evan menuju kamarnya..dia akan mengatakan pada Ana..tapi dia takut istri nya itu akan terkejut dan berefek pada anaknya.
"Baby.. what's you doing..?"
"Waiting for you"
"Oh my..kau ini..jangan menggodaku.."
"Kau saja yang tak tahan godaanku"
Evan mendekati Ana..dia merengkuh tubuh kecil istrinya..dia hirup aroma khas Ana..dia kecupi tengkuk Ana dan itu sukses membuat Ana meremang.
"Ahh..babe..jangan..di gigit"
"Why babe..do you want it..?" ucap Evan semakin dalam.
"As your wish baby"
Evan melancarkan aksinya..dia menggempur Ana dengan lembut..dia akan mengatakan kabar itu setelah pertempuran panas mereia selesai.
Ana di buat melayang oleh Evan..dia selalu kalah..kali ini dia akan memimpin permainan mereka.
"Aku akan memimpin babe"
"Seriously..?"
"Ya..bersiaplah menerima servis dariku babe" ucap Ana dengan hembusan nafas yang hangat di leher Evan.
Ana mengambil alih permainannya..dia berada di atas pangkuan Evan..tubuhnya masih naik turun mengikuti gerakan kenikmatan.
Sampailah mereka pada puncak nya..Ana menegang di atas pangkuan Evan begitu juga sama dengan Ana..ketika dia hampir keluar dia menahan tubuh Ana dan seketika air tajinnya tumbah dalam rajin Ana.
Mereka tertidur karena kelelahan..Ana begitu agresif setelah hamil..Evan menyukai keagresifan Ana..dia puas karena servis Ana benar-benar nikmat.
Evan bangun dan kemudian menuju kamar mandi..dia membersihkan diri karena badannya lengket.
Setelah selesai dengan acara mandinya Evan menuju ranjang dan mendapati Ana sudah terbangun..dia mendekat dan mencium wajah cantik Ana.
"Sudah bangun..?"
"Hm"
"Mau mandi..?"
"Hm"
"Kau ini..ayo aku bantu"
Evan mengangkat tubuh Ana..dia membawa Ana ke kamar mandi..dia memandikan Ana sworti seorang anak kecil yang sedang di mandikan orang tuanya.
Selesai mandi Evan dan Ana tengah berbaring di ranjang dan bercerita sejenak.
"Baby..aku ada kabar buruk untukmu"
"Apa itu"
"Dadymu.."
"Dia bukan Dadyku"
"Hey jangan begitu..dia di rumah sakit karena tertimpa lampu di atas podium saat tengah menyambut para tamu.."
"APAA...!!"